Futsal, identik sebagai olahraga milik laki-laki yang lekat dengan image maskulin, baik untuk tujuan hobi maupun gaya. Popularitas futsal pun semakin meningkat hingga sejumlah kompetisi dihelat, salah satunya dalam ajang AXIS Nation Cup 2025 dengan tema “Suara Para Juara”.
Turnamen ini sendiri terbilang cukup prestisius di mana ribuan atlet dari 40 kota siap berkompetisi demi gelar juara pada Grand Final di Istora Senayan Jakarta. Bahkan turnamen ini juga digelar secara gratis untuk pelajar yang infonya bisa diakses melalui anc.axis.co.id dan axis.co.id.
Menariknya, turnamen futsal AXIS Nation Cup 2025 bukan hanya untuk tim laki-laki yang memang sudah lazim ditemui. Dalam even tahun ini, AXIS menambah turnamen futsal putri di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Lampung, Palembang, dan Batam.
Penambahan kompetisi spesial ini menjadi bentuk dukungan progresif sebagai langkah membuka jalan bagi talenta olahraga perempuan, terutama futsal. Nggak berhenti di situ, AXIS Nation Cup 2025 juga memberi ruang ekspresi dan kreativitas lewat Dance dan Jingle Competition hingga sesi Coaching Clinic bersama Coach Hector Souto.
Futsal: Bukan Lagi Olahraga Milik Laki-Laki
Serupa dengan sepak bola, futsal juga sempat dipandang sebagai olahraga “keras” yang dianggap hanya cocok untuk laki-laki. Tapi, sekarang padangan tersebut mulai bergeser di mana perempuan tidak hanya ada di pinggir lapangan.
Bukan penonton apalagi suporter, perempuan diberi ruang untuk berkompetisi dalam olahraga futsal. Teranyar, AXIS Nation Cup 2025 mendukung pelaksanaan turnamen futsal putri dari beberapa tim sekolah tingkat pelajar SMA.
Peraturan Futsal Putri: Tidak Berbeda dengan Futsal Putra
Terkait peraturan dalam futsal putri sebenarnya nggak jauh berbeda dengan futsal putra, baik dalam hal jumlah pemain, durasi pertandingan, ukuran lapangan, hingga aturan-aturan lain yang mengacu pada standar umum futsal FIFA.
Untuk jumlah pemain, tim futsal putri memiliki lima pemain dalam satu tim, termasuk penjaga gawang, dengan tambahan pemain cadangan yang bervariasi. Even pertandingan futsal putri berlangsung dalam durasi 2x15 menit dengan waktu istirahat 5 menit antar babak dan kesempatan time out selama 1 menit per babak.
Ukuran lapangan futsal putri juga sama dengan futsal putra yang umumnya mengacu pada standar nasional dan internasional. Lapangan futsal sesuai standar internasional FIFA berukuran panjang 38-42 meter dan lebar 18-25 meter. Sedangkan lapangan futsal standar nasional Indonesia berukuran panjang 25-42 meter dan lebar 15-25 meter.
Aturan lain seperti pelanggaran juga sama, di antaranya menarik, mendorong, menjegal lawan, dan sebagainya. Pelanggaran-pelanggaran tersebut biasanya akan menghasilkan tendangan bebas yang diperuntukkan bagi tim yang dilanggar.
Dalam even kompetisi futsal juga ada aturan khusus yang wajib ditaati, seperti wajib memakai jersey, kaos kaki, sepatu khusus futsal, dan pelindung tulang kering.
Tantangan Bagi Perempuan dalam Dunia Futsal
Meski wadah untuk berekspresi sudah mulai terbuka lebar, tapi tantangan bagi perempuan dalam dunia futsal bukannya tidak ada. Apalagi jika futsal menjadi passion dan ingin dikembangkan secara serius dan menjadi atlet profesional.
Stigma sosial dalam masyarakat masih menjadi kendala terbesar karena anggapan futsal sebagai olahraga laki-laki dan perempuan dianggap “tidak pantas” terjun dalam bidang ini sebagai atlet. Sentimen ini juga membuat dukungan pada atlet futsal putri semakin minim.
Nggak perlu jauh-jauh minta dukungan negara, di lingkup terkecil seperti keluarga saja masih minim karena stigma yang melekat. Olahraga futsal, termasuk sepak bola, dianggap buang-buang waktu dan nggak prospek buat perempuan.
Belum lagi eksposur media yang nggak sebesar futsal laki-laki, nggak heran kalau apresiasi publik juga relatif kecil. Ditambah lagi keterbatasan fasilitas sering membuat tim perempuan kalah dari tim laki-laki dalam ‘berebut’ jam main atau sparring.
Baca Juga
-
Zero Waste: Peduli Lingkungan atau Cuma Cari Validasi di Media Sosial?
-
Gen Z Begadang Demi Nonton Piala Dunia: Hobi, Me Time, atau Sekadar FOMO?
-
5 Rekomendasi Makeup Palette Under 100K, Multifungsi dan Ramah di Kantong
-
Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara
-
Dari Stadion ke Timeline: Cara Gen Z Menikmati Piala Dunia di Second Screen
Artikel Terkait
-
Tips Memilih Sepatu Futsal yang Bikin Kamu Makin Jago di Lapangan
-
Futsal, Psikologi Kompetitif dan Mental Toughness Gen Z di Lapangan
-
5 Rekor Gila yang Pernah Terjadi di Lapangan Futsal Indonesia
-
Lebih dari Sekadar Bola, Futsal Jadi Ruang Ekspresi Jiwa
-
Membangun Harmoni Tim di Futsal: Ketika Teknik Bertemu Solidaritas
Hobi
-
Makin Hari Makin Terbukti, Qatar dan Arab Saudi Lolos ke Piala Dunia 2026 dengan Cara Ilegal
-
Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya
-
Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia
-
MotoGP Belanda 2026: Marc Marquez Incar Hattrick, Pecco Punya Misi Terakhir
-
Tak Terkalahkan! Jepang Lolos 32 Besar dan Tegaskan Kekuatan Terbaik Asia
Terkini
-
Ambil Peran Ganda, Yoon Ji Sung Bintangi Musikal Portrait of a Boy
-
Drama Once Upon a Small Town, Ketika Dokter Hewan Kota Harus Pindah ke Desa
-
Song Hye Kyo Resmi Akhiri Kontrak dengan UAA Setelah 14 Tahun Bersama
-
Membaca Papua Lewat Memoria Passionis: Catatan Luka dari Timur Nusantara
-
Suatu Malam bersama Tiga Peronda Misterius