Grand Final AXIS Nation Cup 2025 sudah di depan mata. Suasananya mulai terasa di berbagai sekolah, dan salah satunya yang menarik perhatian adalah MAN 1 Sukabumi. Mereka bukan hanya datang sebagai peserta, tapi sebagai tim yang berhasil membuktikan diri dengan filosofi bermakna: MBG – Mental, Bagi Waktu, Goal.
Di tengah ramainya dukungan dan antusiasme penonton yang sudah mendaftar di anc.axis.co.id, MAN 1 Sukabumi melangkah dengan lancar dan tenang. Tidak ada euforia berlebihan, karena mereka tahu: fokus adalah kunci.
Sejak awal musim, filosofi MBG sudah ditanamkan oleh tim ini sebagai panduan hidup, bukan sekadar strategi bertanding.
MBG Versi Futsal Oleh MAN 1 Sukabumi
Bagi mereka, "Mental” adalah pondasi. Setiap pemain harus punya daya tahan emosional yang kuat. Saat latihan, pelatih tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan teknik, tapi juga membangun ketenangan dan keteguhan hati.
Tekanan besar dari kompetisi nasional seperti AXIS Nation Cup tidak boleh jadi alasan untuk kehilangan arah. Di MAN 1 Sukabumi, ketenangan justru dilatih agar bisa berubah jadi kekuatan.
Setelah mental mereka terbentuk, tantangan lain muncul: bagaimana menyeimbangkan antara lapangan dan ruang kelas?
Muncul prinsip kedua yaitu “Bagi Waktu”. Sebagai pelajar, sekolah harus diprioritaskan. Para pemain sadar bahwa keberhasilan di lapangan tidak boleh mengorbankan tanggung jawab di kelas. Oleh karena itu, mereka membentuk rutinitas yang disiplin: sekolah, latihan, belajar.
Di sela jadwal padat itu, mereka belajar manajemen waktu yang sebenarnya, bagaimana membagi diri di kegiatan sekolah dan futsal: menjaga performa akademik sekaligus tetap tajam di lapangan. Dukungan guru dan pihak sekolah membuat mereka bisa menyeimbangkan keduanya tanpa kehilangan fokus.
Dan akhirnya, “Goal” menjadi simbol dari semua usaha yang mereka lakukan. “Goal” bukan cuma soal mencetak angka yang tinggi di gawang lawan, tapi juga target besar yang ingin dicapai tim: menembus babak grand final dan berjuang untuk gelar juara pertama mereka.
Semangat yang Menular ke Seluruh Sekolah
Filosofi ini menjelma jadi semangat bersama: semangat yang menular ke seluruh siswa, guru, dan suporter sekolah.
Dan di tengah semua semangat itu, dukungan dari para penonton menjadi bahan bakar tersendiri bagi tim. Sorakan, doa, dan semangat yang dikirim lewat media sosial atau langsung di arena pertandingan memberikan kekuatan tambahan untuk terus berjuang.
Kamu pun bisa jadi bagian dari perjalanan inspiratif ini, cukup dengan bergabung dan menyaksikan keseruannya langsung di anc.axis.co.id dari AXIS dan amanin kursimu!
Kini, perjalanan panjang itu berbuah nyata. MAN 1 Sukabumi resmi melangkah ke Grand Final AXIS Nation Cup (ANC) 2025, bergabung dengan tim-tim terbaik dari seluruh Indonesia.
Setiap pertandingan yang mereka jalani bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara kerja keras, pendidikan, dan karakter.
Filosofi MBG: Mental, Bagi Waktu, dan Goal yang mereka pegang membantu mereka untuk percaya diri dan berani dalam menghadapi tim-tim terbaik lainnya dalam Grand Final ANC 2025 nanti.
Yang membuat tim ini istimewa bukan hanya performanya, tapi juga kekompakan di luar lapangan. Para pemain tetap mengutamakan pendidikan, saling menyemangati, saling bantu dalam pelajaran, bahkan mengingatkan satu sama lain untuk tetap rendah hati.
Mental juara bagi mereka tidak diukur dari skor akhir pertandingan, melainkan dari seberapa kuat mereka tetap bersama dalam setiap situasi.
Dan siapa tahu, perjalanan inspiratif mereka ini bisa kamu saksikan langsung di Grand Final ANC 2025: tempat di mana mimpi dan mental para pemain terbaik benar-benar diuji. Jangan terlewat nonton grand final yang akan berlangsung pada 11 Oktober 2025 di Istora Senayan Jakarta atau bisa disaksikan live streaming,
Baca Juga
-
Dari Lumpur Pantai Baros: Mengubah Aksi Tanam Mangrove Jadi Seni dan Refleksi Diri
-
Lebih dari Sekadar Angkat Senjata, Ini Cara Bela Negara di Kehidupan Sehari-hari
-
Restitusi untuk Korban Tindak Pidana Masih Sulit Direalisasikan
-
Dirut ANTAM dari Eks Tim Mawar, Negara Tutup Mata soal Rekam Jejak HAM
-
Rp17 Miliar Terkumpul, Musisi Indonesia Peduli bagi Korban Bencana
Artikel Terkait
-
Banjir Tangis di Lapangan, SMAN 1 Cianjur Melaju ke Grand Final ANC 2025
-
Dari Lapangan ke Tribun: Evan Movic Ikutan Jadi Suporter di ANC 2025!
-
Duel Panas! SMKN 1 Setu vs SMAN 13 Bekasi Memanas Sejak Menit Awal
-
Rekap ANC 2025: SMA Al Azhar 04 Bekasi vs SMAN 16 Bekasi 0-0, Pecah di Adu Penalti!
-
Cetak Skor 4-0! SMKN 2 Surabaya Berhasil Amankan Tiket ke Grand Final ANC 2025
Hobi
-
Luke Vickery Sudah Komunikasi dengan PSSI, Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Bos Ducati Muak, Nasib Pecco Bagnaia Musim Depan sedang di Ujung Tanduk
-
Transfer Pembalap Terlalu Cepat, Joan Mir Takut Salah Ambil Keputusan
-
MotoGP Tes Buriram 2026: Fabio Quartararo Frustrasi dengan Mesin V4 Yamaha
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
Terkini
-
Menjalin Cinta yang Sehat di Buku Bu, Pantaskah Dia Mendampingiku?
-
Berulangnya Kekerasan Anak: Bukti Negara Absen di Level Daerah?
-
Berapa Jumlah Zakat Fitrah yang Wajib Dibayarkan? Ini Waktu dan Niatnya
-
Kepolisian Jepang Tangkap Produser XG atas Dugaan Kepemilikan Narkotika
-
Pandemi dan Teori Konspirasi di Novel Si Putih Karya Tere Liye