Akhir yang tragis harus didapatkan oleh pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Pasca kegagalannya memenuhi ekspektasi dari seluruh pendukung Skuat Garuda untuk meloloskan tim ke gelaran Piala Dunia tahun depan, pelatih berkebangsaan Belanda tersebut harus merasakan pahitnya pemutusan hubungan kerja dari federasi.
Selain tak mampu memenuhi target yang dibebankan, kehadiran Kluivert di kursi kepelatihan sendiri juga membuat permainan Timnas Indonesia serasa downgrade.
Skema dan gameplan apik yang ditunjukkan oleh Pasukan Merah Putih di masa kepelatihan Shin Tae-yong, justru menjadi rusak dan amburadul ketika ditangani oleh eks Barcelona tersebut.
Sebuah fakta yang sangat ironis, karena dengan label yang disematkan oleh Arya Sinulingga pada bulan Februari lalu, seharusnya Kluivert bisa mmberikan banyak hal yang jauh lebih mentereng ketimbang pelatih sebelumnya.
Sekadar mengingatkan, sepertimana dilansir laman Suara.com (16/10/2025), Arya Sinulingga dalam sebuah postingan media sosialnya tanggal 2 Februari lalu memberikan label sebagai "Tim Kepelatihan Terbaik" bagi Kluivert dan timnya.
Sebuah label yang teryata hanya omon-omon belaka, karena pada faktanya di lapangan, apa yang ditunjukkan oleh Kluivert dan tim sangatlah jauh dari label yang disematkan oleh Exco PSSI tersebut.
Selain dipermalukan dengan fakta terkait buruknya kinerja Kluivert dan tim di lapangan, sebuah fakta ironis yang cukup menampar Kluivert dan pihak yang memberikan label overproud itu.
Bagaimana tidak, ternyata jika dibandingkan dengan Simon McMenemy yang selama ini diingat oleh barisan suporter setia Timnas Indonesia sebagai pelatih gagal di persepakbolaan Indonesia era modern, catatan masa melatih Kluivert masih kalah dari pelatih berkebangsaan Skotlandia tersebut.
Berdasarkan data dari laman transfermarkt.com, Patrick Kluivert tercatat secara resmi menjadi pelatih Skuat Garuda pada 8 Januari 2025 dan dipecat oleh PSSI pada 16 Oktober 2025.
Jika dihitung-hitung, maka masa melatih Kluivert di Timnas Indonesia adalah selama 281 hari, atau jika dihitung dalam bulan sekitar 9 bulan 8 hari saja.
Sementara itu Simon McMenemy yang mengisi kursi kepelatihan Timnas Indonesia setelah Luis Milla, secara resmi diangkat oleh federasi pada 1 Januari 2019 dan bertahan hingga 14 November 2019.
Jika dihitung, maka eks pelatih Timnas Filipina tersebut membersamai Pasukan Merah Putih dalam rentang waktu selama 317 hari, atau jika dihitung dalam bulan, Simon melatih selama 10 bulan 13 hari.
Sebuah tamparan yang sejatinya cukup telak, karena ternyata label yang diberikan oleh Arya Sinulingga tersebut terbukti terlalu mengada-ada untuk kualitas melatih seorang Patrick Kluivert dan timnya.
Karena ternyata, jika dibandingkan dengan Simon McMenemy yang membersamai Timnas Indonesia ketika masa kegelapan dulu, durasi melatihnya pun masih kalah lama.
Yah, ternyata tim kepelatihan terbaik versi Arya Sinulingga masih kalah 36 hari dari coach Simon!
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Pemecatan Patrick Kluivert dan Sikap Tak Adil PSSI yang Semakin Terlihat Nyata
-
Dulu Terlilit Utang Judi, Kini Patrick Kluivert Bisa Dapat Pesangon Rp33,8 Miliar dari PSSI
-
Erick Thohir Banjiri Ucapan Manis untuk Patrick Kluivert, Dulu ke Shin Tae-yong Gak Begitu?
-
Patrick Kluivert Bongkar Cerita Makan Malam Terakhir Bersama Sebelum Dipecat
-
Pelatih Keturunan Belitung Terancam Dipecat, Bisa Jadi Pengganti Patrick Kluivert?
Hobi
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Bukan Hanya Konsol! Xbox Siapkan Family of Devices lewat Project Helix
-
Keluar dari Xbox, Undead Labs Tetap Targetkan State of Decay 3 pada 2027
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!
-
Timur Tengah Memanas, Timnas Indonesia Terancam Batal Lawan Yordania?
Terkini
-
Terjebak di Tengah Masa Lalu yang Belum Usai dalam Novel Cincin Kedua
-
Law of the Line Tayang 2027, Jang Ki Yong dan Oh Jung Se Adu Strategi
-
Review Beware Boiuna: Teror Monster Raksasa Amazon yang Penuh Ketegangan!
-
Gaji Baru Masuk, Rencana Menabung Langsung Kalah oleh Keinginan: Relate?
-
Terlalu Sering Baca Review Sebelum Belanja Bikin Kita Kena Krisis Insting, Benarkah?