Perjalanan Persib Bandung sebagai wakil Indonesia di kompetisi level Benua Asia secara resmi telah berakhir. Setelah kandas 1-3 dari Ratchaburi di fase 16 besar gelaran, tim Maung Bandung harus menghentikan langkahnya di kompetisi antar klub tier kedua di level benua tersebut.
Jika dilihat dari performa yang telah ditunjukkan, sejatinya Persib Bandung berhasil tampil dengan cukup apik. Sebelum berhenti di fase gugur, Persib Bandung telah mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan di persaingan babak grup.
Bahkan, berdasarkan rilisan resmi dari AFC, tim yang berasal dari ibu kota Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi tim terbaik di fase ini dan menggaet posisi puncak klasemen akhir Grup G.
Kemenangan demi kemenangan yang diraih oleh Persib pun membuat imbas yang positif bagi reputasi Liga Indonesia di level benua.
Berdasarkan data dari laman footyrangkings.com, posisi Liga Indonesia yang sebelumnya berada di tangga ke-25 pada musim 2025 lalu, kini berada di posisi ke-18 pada musim ini.
Dampaknya tentu saja sangat menguntungkan bagi persepakbolaan dalam negeri dan para kontestan liga domestik. Berkat kerja keras yang dilakukan oleh Persib Bandung di kompetisi Asia musim ini, Liga Indonesia yang kini berada di urutan ke-18 level benua, Indonesia di musim mendatang berhak untuk mengirimkan 2 wakilnya di pentas ACL Two.
Satu wakil sudah pasti lolos, sementara satu wakil lainnya harus memulai dari babak play-off. Bahkan, jika tak ada aral melintang, Indonesia bisa saja langsung mengirimkan tiga wakilnya ke kompetisi level Asia di musim mendatang!
Namun, tentunya dengan satu syarat mutlak yang tak bisa ditawar-tawar, yakni Dewa United yang saat ini masih berjibaku di kompetisi AFC Challenge League keluar sebagai jawara kompetisi.
Berdasarkan penjelasan dari dokumen yang dirilis oleh AFC, disebutkan bahwa pemenang AFC Challenge League musim 2025/2026 ini selain bakal mendapatkan piala dan hadiah uang, juga akan mendapatkan hadiah yang tak kalah presisius berupa kelolosan otomatis ke ACL Two musim berikutnya.
Itu artinya, jika nantinya Dewa United berhasil menjadi juara di pentas ACGL musim ini, maka mereka akan secara otomatis akan bertarung di kompetisi level Asia tanpa harus mengurangi dua slot jatah yang diberikan AFC kepada Indonesia.
Sehingga, secara total Liga Indonesia akan memiliki tiga wakil di kompetisi tingkat benua pada musim 2026/2027 mendatang.
Dewa United sendiri sejatinya masih memiliki peluang yang sangat besar untuk mengakhiri perjalanannya menjadi juara.
Pada data kompetisi yang didapatkan dari laman AFC, Dewa United saat ini sudah menapaki fase perempat final ACGL, dan akan bertemu dengan Manila Digger sang wakil Filipina di laga yang berlangsung dalam dua leg pada bulan Maret mendatang.
Jadi, kita harapkan bersama semoga saja Dewa United berhasil menjadi juara di ajang ini dan membuat Indonesia memiliki tiga wakil di kompetisi tingkat benua Asia pada musim depan.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Hadapi Inggris, Norwegia Diliputi Pola Bertuah Tim Samurai Biru
-
Inggris vs Norwegia: Tuah Dukun Afrika Melawan Pasukan Viking yang Tersisa
-
Prancis vs Maroko: Mengapa Penunjukan Wasit Argentina Menuai Polemik Pencinta Sepak Bola?
-
Piala Dunia 2026: Juara Bertahan Terus Bersinar, tapi Dihantui Segudang PR Besar
-
Akhiri Perjalanan Panjang di Piala Dunia, Ronaldo Penggendong Prestasi Sepak Bola Portugal
Artikel Terkait
Hobi
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa
-
Lolos dari Swiss, Argentina Wajib Sempurna saat Lawan Inggris di Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Tantang Prancis, Spanyol Mulai Tebar Ancaman
-
Dwigol Bellingham dan Mental Juara Inggris yang Kian Matang ke Semifinal
-
Piala Dunia 2026: Hadapi Inggris, Norwegia Diliputi Pola Bertuah Tim Samurai Biru
Terkini
-
Wonderwall, Oasis, dan Mimpi Inggris Menjuarai Piala Dunia 2026
-
Urban Eco Journey: Cara Seru Trash Ranger Rayakan Ulang Tahun Sambil Menyelamatkan Bumi
-
Cuaca Makin Terik! Lakukan 5 Langkah Ini Agar Kulit Tak Cepat Kusam dan Menua
-
Kereta Api Bukan Dapur Berjalan! Alasan Logis Mengapa Stopkontak KAI Haram untuk Rice Cooker
-
Stop Monetizing Your Hobby: Mengapa Hidup Tidak Selalu Tentang Produktivitas