Timnas Indonesia U-17 sedang menjalani persiapan akhir jelang keikutsertaannya di ajang Piala Dunia U-17 2025 mendatang. Melansir dari laman resmi PSSI (pssi.org), skuad asuhan pelatih Nova Arianto tersebut saat ini tengah menjalani pemusatan latihan terakhir yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab sebelum kemudian bertolak ke Qatar untuk menjalani ajang Piala Dunia U-17 2025.
Di Dubai sendiri, Putu Panji dkk akan menjalani setidaknya tiga laga uji coba melawan araguay (25 Oktober), Afrika Selatan (27 Oktober), dan Panama (29 Oktober). Uji coba ini sendiri cukup penting guna mematangkan pola permainan dan chemistry antar pemain. Belum lagi timnas Indonesia U-17 juga akan kedatangan beberapa pemain diasporanya di masa pemusatan latihan di Dubai nanti.
“Mathew Baker baru tiba malam ini, Lucas Lee sore ini, sementara Mike Rajasa Hoppenbrouwers dari FC Utrecht baru akan bergabung pada 2 November karena klubnya masih menjalani kompetisi. Untuk Nicholas Indra Mjosund, ia baru bergabung tanggal 28 dan akan kami lihat situasinya apakah bisa dibawa ke Piala Dunia atau tidak,” ujar pelatih timnas Indonesia U-17, Nova Arianto.
Seperti yang telah diungkapkan oleh Nova Arianto, timnas Indonesia U-17 akan diperkuat oleh empat pemain diaspora, yakni Mathew Baker, Lucas Lee, Mike Rajasa Hoppenbrouwers dan Nicholas Inddra Mjosund. Dari keempat nama pemain diaspora tersebut, hanya Mathew Baker dan Lucas Lee yang sudah pernah membela timnas Indonesia U-17 ataupun U-16. Sementara dua nama lainnya berstatus sebagai debutan.
Hadirnya kedua nama baru tersebut tentunya diharapkan bisa menambah kekuatan skuad garuda U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2025 mendatang. Belum lagi timnas Indonesia U-17 akan menghadapi tim-tim kuat seperti Brazil, Zambia dan Honduras di kompetisi tersebut.
Akan tetapi, melihat kondisi skuad timnas Indonesia U-17 saat ini dan calon lawannya di ajang Piala Dunia U-17 2025 mendatang, bagaimanakah peluang skuad garuda di turnamen tersebut?
Bertemu Brazil, Peluang Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia Tak Terlalu Besar?
Melansir dari laman resmi FIFA (fifa.com), timnas Indonesia U-17 di ajang Piala Dunia U-17 2025 mendatang tergabung di grup H bersama Brazil, Honduras dan Zambia. Jika melihat dari tim-tim yang menjadi lawan Indonesia di ajang Piala Dunia U-17 2025, peluang skuad garuda untuk bisa lolos dari fase grup memang tak bisa dipungkiri terbilang kecil.
Brazil sendiri merupakan mantan juara ajang Piala Dunia U-17 dengan memiliki empat trofi dalam lemarinya. Terakhir kali mereka meraih gelar juara adalah pada edisi 2019 silam. Sementara itu, Honduras sudah berpartisipasi di ajang tersebut sebanyak enam kali dengan prestasi terbaiknya lolos hingga babak perempat final pada edisi 2013. Terakhir, ada tim debuta, yakni Zambia yang baru pertama kali lolos ke ajang Piala Dunia U-17 di edisi 2025 ini.
Dari sisi performa di ajang Piala Dunia U-17, timnas Indonesia U-17 memang tak terlalu memiliki peluang besar lolos dari fase grup di ajang kali ini. Namun, bukan berarti peluang itu tak ada. Timnas Indonesia U-17 sendiri pada ajang Piala Asia U-17 2025 kemarin sukses mengejutkan banyak pihak dengan lolos ke fase 16 besar sebagai juara grup sekaligus mengalahkan Korea Selatan U-17 yang dianggap tim terkuat di grup J dengan skor 0-1.
Meskipun perbandingan antara Korea Selatan dan Brazil memang sangat jauh. Akan tetapi peluang mengalahkan atau setidaknya menahan imbang Brazil dan tim-tim lainnya di grup H ajang Piala Dunia U-17 2025 tetaplah ada. Kini, hanya tinggal bagaimana timnas Indonesia U-17 menjaga fokus dan mematangkan permainan jelang turnamen tersebut.
Ajang Piala Dunia U-17 2025 sendiri akan mulai digelar pada 3-27 November 2025 mendatang di Qatar.
Baca Juga
-
Dean Zandbergen Batal Jadi WNI, Duo Striker Brazil Justru Bisa Bela Timnas!
-
Direstui oleh John Herdman, Taisei Marukawa Segera Bela Timnas Indonesia
-
Indonesia Masuk Nominasi Grassroots dari AFC, Bukti Majunya Pembinaan Lokal
-
Jelang Piala Asia, Indonesia Lakoni 2 Laga Uji Coba Lawan Tim Timur Tengah
-
Perang Kian Memanas di Timur Tengah, Piala Asia 2027 Terancam Ditunda?
Artikel Terkait
-
PSSI Wajib Tahu! Borok Frank de Boer Terbongkar: Penghancur Mimpi Pemain
-
Frank de Boer Dirumorkan ke Timnas Indonesia, Punya 'Memori Buruk' dengan Ketum PSSI
-
Tak Seperti PSSI, Asosiasi Sepak Bola Swedia Gercep Tunjuk Eks Nakhoda Chelsea usai Pecat Pelatih
-
Dirumorkan Latih Indonesia: Frank de Boer Itu Gak Paham Bola, Fans Inter Pasti Setuju
-
3 Kerugian bagi Indonesia Jika Gabung Jepang Membentuk Federasi Tandingan AFC
Hobi
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Menghabiskan Sore Bersama Klub Corat-coret, Cara Bercerita Lewat Gambar
-
MotoGP Australia 2026 Batal! Marquez Tetap Kokoh, Harapan Veda Ega Pupus
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
Terkini
-
Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah
-
Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi
-
Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar
-
Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me
-
Pemerintah Gemar Solusi Instan, Siapa yang Menyelesaikan Akar Masalah?