Di bawah arahan Nova Arianto, Timnas Indonesia Muda diharapkan dapat belajar sebanyak mungkin dari setiap sesi latihan dan laga uji coba internasional jelang Piala Dunia U-17. Sang pelatih menekankan pentingnya pengalaman menghadapi tim-tim kuat dunia sebagai bekal berharga bagi para pemain muda Indonesia.
Turnamen bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada November 2025 mendatang. Indonesia tergabung dalam Grup H yang disebut-sebut sebagai 'grup neraka' karena berisikan tim-tim tangguh seperti Brasil, Honduras, dan Zambia. Tantangan besar menanti Skuad Garuda Muda.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, Garuda Muda menjalani pemusatan latihan (TC) di Dubai, Uni Emirat Arab. Kegiatan ini difokuskan untuk membangun kekompakan tim, meningkatkan kemampuan teknik, serta memperkuat kondisi fisik pemain sebelum tampil di panggung dunia.
Latihan di Dubai berlangsung padat dan terstruktur. Para pemain digembleng dalam berbagai sesi teknik, taktik, hingga simulasi pertandingan. Nova Arianto menilai bahwa TC ini bukan hanya untuk memperkuat fisik, tapi juga untuk menanamkan mental bertanding yang kuat kepada anak asuhnya.
Selain latihan intensif, Timnas Indonesia U-17 juga menjalani sejumlah uji coba internasional melawan tim-tim seperti Paraguay, Pantai Gading, dan Panama. Uji coba tersebut dianggap penting untuk menilai kesiapan tim sekaligus memberikan pengalaman bertanding di level tinggi.
Nova menyebut laga uji coba itu sebagai kesempatan emas bagi seluruh pemain untuk merasakan atmosfer kompetisi internasional.
“Pertandingan seperti ini jarang kita dapatkan. Saya ingin memberikan kesempatan kepada semua pemain agar mereka bisa mendapatkan banyak pengalaman,” ujarnya sebagaimana dilansir dari kitagaruda.id, Minggu (26/10/2025).
Meskipun Azizu Milanesta masih dalam pemantauan cedera, Nova memastikan bahwa sebagian besar pemain berada dalam kondisi prima. Ia berharap seluruh pemain bisa tampil maksimal dan menunjukkan perkembangan positif selama pemusatan latihan berlangsung.
Nova Arianto Dorong Timnas U-17 Serap Banyak Pelajaran dari Laga Uji Coba
Dalam setiap kesempatan, Nova Arianto menekankan pentingnya belajar dari pengalaman. Menurutnya, menghadapi lawan-lawan dengan kualitas dunia merupakan ajang terbaik untuk menguji mental dan kemampuan pemain muda Indonesia.
Nova menilai bahwa melawan tim kuat seperti Paraguay dan Pantai Gading memberikan gambaran nyata tentang standar permainan internasional. Dari laga-laga tersebut, pelatih dan staf bisa melakukan evaluasi mendalam terkait taktik, transisi permainan, serta efektivitas lini depan dan belakang.
Hasil dari laga uji coba ini menjadi acuan bagi tim pelatih dalam menentukan komposisi akhir skuad yang akan tampil di Qatar. Dengan jumlah pemain antara 21 hingga 23 orang, pemilihan dilakukan dengan cermat untuk memadukan talenta muda dari dalam negeri serta pemain diaspora yang berkarier di luar negeri.
Situasi 'grup neraka' juga membuat persiapan harus dilakukan lebih detail. Brasil, sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia di level usia muda, menjadi ujian sesungguhnya bagi Indonesia. Sementara Zambia dan Honduras dikenal dengan permainan cepat dan agresif yang menuntut fokus penuh dari lini pertahanan.
Nova mengingatkan para pemain agar tidak gentar menghadapi lawan mana pun. Ia menegaskan bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menunjukkan kualitas, disiplin, dan semangat pantang menyerah.
“Harapannya mereka bisa tampil maksimal dan belajar sebanyak mungkin sebelum menuju Piala Dunia,” tandasnya.
Selain aspek teknis, dukungan dari suporter Indonesia juga dinilai penting. Semangat yang ditularkan oleh publik tanah air dapat menjadi motivasi tambahan bagi para pemain untuk tampil penuh percaya diri di ajang dunia.
Baca Juga
-
Tayang Oktober, Drakor Final Table Bagikan Keseruan Pembacaan Naskah
-
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Tampil Serasi di Script Reading Dive Into You
-
Ada yang Hilang dari Xdinary Heroes, Lagu Lost and Found Jadi Lebih Nylekit
-
Bentrok Jadwal, Lee Jong Suk Dipastikan Batal Bintangi Iseop's Romance
-
Persebaya Siap Taklukkan Cuaca Panas di Bhayangkara, Bisa Rebut Tiga Poin?
Artikel Terkait
-
Bukan Cuma Lolos Grup! Evandra Florasta Punya Target Lebih Besar di Piala Dunia U-17 2025
-
Timnas Indonesia U-17 Tahan Imbang Pantai Gading di Uji Coba Jelang Piala Dunia U-17 2025
-
Berkaca dari FIFA Arab Cup, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia akan Sulit Juarai FIFA ASEAN Cup
-
Joey Peluppesy Dikabarkan ke Persib Bandung, Lini Tengah Disesaki Pemain Timnas Indonesia
-
Bek Rp130 Miliar Bilang Timnas Indonesia Punya Kesamaan dengan Italia, Kok Bisa?
Hobi
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
-
Loris Capirossi Dinobatkan jadi Legenda MotoGP di Misano, Apa Prestasinya?
Terkini
-
Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial
-
Drama A Bona Fide Killer: Pembunuh Legendaris yang Hidup Normal sebagai Ibu
-
5 Pilihan Serum Anti-Aging Pria untuk Raih Wajah Segar dan Bebas Kerutan
-
Karhutla Jadi Sorotan Dunia, Mengapa Respons Pemerintah Masih Santai?
-
Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober