Sebagai juara dan runner-up Liga Indonesia musim lalu, Persib Bandung dan Dewa United berhak untuk menjadi wakil Indonesia di kompetisi dengan level yang lebih tinggi.
Sesuai dengan hasil perhitungan koefisien poin dari AFC selaku induk sepak bola benua Asia, Persib dan Dewa United pada akhirnya menjadi wakil Indonesia untuk dua kompetisi yang berbeda.
Sebagai juara kompetisi domestik, tim Maung Bandung menjadi wakil di pentas ACL Two yang merupakan kasta kedua dalam kompetisi antar klub di benua Asia. Sementara Dewa United yang mengakhiri musim dengan posisi satu strip di bawah Persib, menjadi wakil Indonesia di pentas AFC Challenge League yang mana merupakan tier ketiga dalam sistem kompetisi antar klub di benua kuning.
Baik Persib Bandung maupun Dewa United, keduanya tentu sudah kita ketahui bersama adalah dua tim yang berkualitas dalam persepakbolaan Indonesia. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah, kira-kira siapa yang lebih berpeluang untuk menjadi juara di pentas persepakbolaan benua Asia yang diikuti oleh kedua kesebelasan ini?
Jika melihat peluang juara di kompetisi level Asia yang diikuti oleh kedua wakil Indonesia tersebut, sejatinya Dewa United memiliki kans yang dapat dikatakan lebih besar ketimbang Persib Bandung.
Bukan karena kualitas yang dimiliki Persib Bandung kurang memadai atau alasan lain, namun karena lawan-lawan yang dihadapi oleh Dewa United di AFC Challenge League tentunya tak sekuat yang dihadapi oleh Persib.
Sepertimana informasi yang dirilis oleh laman AFC, kontestan AFC Challenge League ini sendiri adalah klub-klub perwakilan dari negara yang bukan kekuatan utama dalam persepakbolaan benua Asia.
Selain berisikan para klub dari negara sekelas Sri Lanka, Bhutan, Bangladesh, Kirgiztan, Kamboja dan selevelnya, AFC Challenge League ini juga berisi para wakil dari tim medioker Asia seperti Suriah, Lebanon, Oman dan Palestina yang tak lolos di babak kualifikasi di ACL Two lalu.
Sehingga, secara kualitas dan kekuatan, tim-tim yang bermain di AFC Challenge League ini relatif seimbang dengan Dewa United.
Sementara itu, di sisi lain, kekuatan para lawan yang dihadapi oleh Persib Bandung tentunya lebih next level. Meskipun peluang untuk menjadi juara tetaplah ada, namun mengingat lawan-lawan yang dihadapi adalah perwakilan dari negara-negara yang selevel dengan Indonesia atau bahkan setingkat di atasnya, tentu kans menjadi yang terbaik harus digapai dengan perjuangan yang sangat keras.
Namun demikian, tentu kita semua berharap baik Persib Bandung maupun Dewa United berhasil menjadi juara di kompetisi level Asia yang mereka ikuti kali ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Here We Go! Skuad Final Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17 2025
-
Here We Go! Matthew Baker dan Lucas Lee Dipanggil Bela Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17 2025
-
Media Eropa Shock Nonton Jay Idzes Hajar Cagliari
-
Usaikan Rangkaian Laga Uji Coba, Timnas Indonesia Miliki Modal Cukup Apik Menuju Piala Dunia U-17
-
PSSI dan Timnas Indonesia Kini: Ajang Pertarungan Kaum Elit Borjuis vs Suporter Proletarian
Hobi
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
-
Usai Double Podium di Aragon, Marc Marquez Khawatir Jalani GP Misano 2026
Terkini
-
Drama Korea Would You Marry Me?: Pernikahan Palsu demi Rumah Mewah
-
Buat Kaget! Hoshi SEVENTEEN Alami Cedera Lutut saat Ikuti Wajib Militer
-
Modernisasi Keselamatan Kelautan: Dari Analisis Pascatragedi Menuju Pencegahan Dini Berbasis AI
-
Belajar Tidak Menilai Orang dari Luarnya lewat Novel Senior
-
Dianggap Cacat, Jaksa di Bad Prosecutor Justru Melawan Penegak Hukum Korup