Pasukan Garuda Muda mengakhiri rangkaian kampanye mereka di fase penyisihan grup H gelaran Piala Dunia U-17 dengan baik. Meskipun harus menelan dua kali kekalahan beruntun atas Zambaia dan Brasil di dua laga pertama, namun pada partai pamungkas fase grup, Putu Panji dan kolega berhasil bangkit membungkam Honduras dengan skor tipis 2-1.
Dilansir laman match report FIFA, dua gol kemenangan anak asuh Nova Arianto di laga terakhir itu dihasilkan oleh Evandra Florasta di menit ke-52 melalui titik penalti dan dentuman keras Fadly Alberto Hengga di menit ke-72.
Sementara satu gol balasan dari wakil Amerika Tengah di laga tersebut, diciptakan oleh penyerang andalan mereka, Luis Suazo pada menit ke-54, juga melalui tendangan penalti.
Jika diperhatikan dengan saksama, sejatinya ada momen yang tak biasa pada proses eksekusi penalti yang dilakukan oleh Evandra Florasta.
Berbeda dengan yang ditunjukkannya ketika melakukan eksekusi di gelaran Piala Asia U-17 pada bulan April lalu, bahasa tubuh yang dipertontonkan oleh pemain Bhayangkara tersebut terlihat jauh lebih tenang.
Hal ini juga terlihat jelas ketika Evandra melakukan tembakan. Alih-alih melakukan tembakan keras mengandalkan power, Evandra justru melakukan tendangan dengan penuh perhitungan dan mengedepankan presisi ketimbang kekuatan.
Dan hasilnya pun kita bisa melihatnya bersama. Dengan ketenangan yang dikolaborasikan dengan presisi tembakan, Evandra berhasil mengecoh penjaga gawang Honduras meskipun tembakannya tak terlalu keras.
Tentu saja ini tak terjadi begitu saja. Ada proses panjang yang harus dijalani oleh Evandra untuk bisa mendapatkan kematangan dalam melakukan eksekusi tendangan penalti seperti di laga melawan Honduras tersebut.
Dalam pengakuannya kepada FIFA, Evandra bahkan menambah porsi latihan tambahan untuk tendangan penalti, di luar latihan reguler yang didapatkannya dari sang pelatih.
Tepisan kiper Korea Selatan saat eksekusi penalti di gelaran Piala Asia U-17 lalu, sangat membekas dalam ingatan pemain bernomor punggung 6 tersebut. Meski kala itu mental reboundnya berhasil mengakhiri eksekusi dengan gol, namun tepisan itu memberikan sedikit trauma yang mana dijadikannya motivasi untuk terus mengasah insting tendangan penaltinya.
"Ketika aku mengambil penalti (melawan Korea Selatan) di menit-menit terakhir, aku sangat grogi. Kakiku bergetar. Tembakanku diblok, tapi Alhamdulillah bola memantul dan aku bisa menciptakan gol," terang Evandra dalam artikel FIFA yang berjudul "Florasta: Playing Brazil is huge for Indonesia" tanggal 2 September 2025 lalu.
"Setelah pertandingan melawan Korea (Selatan), aku melanjutkan latihan, khususnya penalti. Aku meminta kepada pelatih untuk latihan tambahan, dan cukup yakin ketika melawan Yaman, kami mendapatkan penalti, di mana teknik baru yang aku pelajari berjalan dengan baik dan aku menciptakan gol," lanjut Evandra.
Tak hanya berhenti di laga melawan Yaman, Evandra terus melakukan latihan di setiap waktu yang dia miliki. Hingga pada akhirnya, kemampuan itu kembali mendapatkan kesempatan di laga pamungkas grup H.
Melawan Honduras, Evandra melakukan eksekusi penalti dingin yang bukan hanya sekadar tendangan, namun juga merupakan sebuah kulminasi dari latihan keras yang dilakukannya pasca pertarungan pertama di Piala Asia U-17 lalu.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
-
Kenalin Jismerai Dillema Pemain Berdarah Ambon, Cocok Jadi Pengganti Eliano Reijnders
-
Masa Depan Nova Arianto Kini Abu-abu Usai Piala Dunia U-17 2025
-
2 Negara yang Tentukan Nasib Timnas Indonesia di Piala Dunia U-17 2025
-
Mike Rajasa Calon Pengganti Emil Audero Bikin Nova Arianto Geleng-geleng
-
3 Skenario Timnas Indonesia Lolos ke 32 Besar Piala Dunia U-17 2025: Bisa, tapi Mendekati Mustahil
Hobi
-
Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!
-
Akhiri Penantian 28 Tahun: Momen Epic Comeback Timnas Bulu Tangkis Hancurkan China 3-2
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Singapura: Misi Balas Dendam di SUGBK
Terkini
-
The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz
-
Semangat Muda: Ketika Tan Malaka Membaca Indonesia dari Pertarungan Kelas
-
Curah Hujan Tinggi tapi Kekeringan, Ahli UGM Ungkap Masalah Air Jawa Barat
-
5 Gaya OOTD Kasual ala Park Jinyoung GOT7, Kece untuk Daily Outfit!
-
Manga Manchuria Opium Squad Kembali Terbit, Tsurushima Jadi Ilustrator Baru