Asa Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di Australian Open 2025 masih terus terjaga dan menuntaskan laga perempat final dengan hasil positif pada Jumat (21/11/2025) di Quaycentre, Sydney, Australia. Jafar/Felisha berhasil unggul atas ganda Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje melalui laga rubber.
Sempat kehilangan gim pertama dan tertinggal di awal gim kedua, ternyata mentalitas Jafar/Felisha kembali teruji. Alih-alih menyerah, ganda muda Pelatnas ini malah mengejar ketertinggalan dan paksakan rubber set terjadi. Semakin garang di lapangan, Jafar/Felisha akhirnya singkirkan Mathias/Boje dengan skor akhir 17-21, 21-14, 21-13.
Hasil laga ini memastikan Jafar/Felisha jadi salah satu 'sobat weekend' badminton lovers tanah air dengan lolos ke semifinal. Bukan sekadar berburu gelar demi menambah catatan prestasi, Jafar/Felisha juga tengah memperjuangkan tiket terakhir menuju World Tour Finals 2025 di sektor ganda campuran.
Jafar/Felisha ada di urutan ke-10 dalam race to WTF 2025 dan sejauh ini sudah tujuh pasangan ganda campuran dunia yang dipastikan lolos kualifikasi setelah Thom Gicquel/Delphine Delrue asal Prancis dan Hiroki Midorikawa/Natsu Saito asal Jepang berhasil amankan poin.
Tersisa satu slot tempat lagi di mana perebutan tiket terakhir melibatkan perseteruan antara Jafar/Felisha dengan Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat dari Thailand. Kedua pasangan ini sama-sama lolos ke semifinal Australian Open 2025.
Saat ini Ruttanapak/Jhenicha dan Jafar/Felisha berada di posisi yang berurutan dalam daftar race to World Tour Finals dengan poin 70930 dan 69940. Selisih poin yang dekat memungkinkan keduanya saling salip demi memastikan lolos ke top 8 WTF 2025.
Peluang Jafar/Felisha Membalikkan Keadaan
Jika ingin memastikan tiket terakhir ini, Jafar/Felisha yang tertinggal 990 poin harus bisa membalikkan keadaan dengan terus raih kemenangan di Australian Open, termasuk keunggulan atas Mathias/Boje di perempat final sebagai modal penting menuju babak selanjutnya.
“Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan hasil yang baik juga, menang. Kami belum terlalu puas dengan penampilan kami, belum sesuai harapan, tapi tadi kami bisa mengatasi serangan lawan, komunikasi berjalan dengan baik dan bisa bermain konsisten. Tidak menyerah dengan kondisi apa pun,” ungkap Felisha
Jafar juga menambahkan statement terkait fokus utamamereka untuk pemulihan fisik dan persiapan semifinal yang bakal jadi penentu jalan menuju World Tour Finals (WTF).
“Setelah ini kami mau recovery dulu, mau fit lagi untuk besok. Penentuan siapa yang akan ke World Tour Finals, kami atau pasangan Thailand. Kami juga akan pelajari pertandingan melawan mereka saat kalah di Hylo Open lalu. Yang terpenting kami tidak boleh terlalu memikirkan hasil, menang atau kalah, ke WTF atau tidak. Kami mau fokus main bagus dulu,” tambah Jafar.
Laga 'hidup mati' pun tak terhindarkan antara Jafar/Felisha dengan Ruttanapak/Jhenicha yang akan bertemu di babak semifinal nanti yang tengah sama-sama memperebutkan tiket terakhir kualifikasi World Tour Finals.
Perjalanan Jafar/Felisha di Australian Open 2025
Jafar/Felisha membuka langkah awal di Australian Open 2025 dengan hasil yang cukup positif. Di babak 32 besar, Jafar/Felisha sukses kalahkan Jimmy Wong/Lai Pei Jing asal Malaysia dalam dua gim dengan skor 21-16, 21-18.
Lolos ke babak 16 besar, perjuangan menuju perempat final turnamen Super 500 ini dilalui dengan laga kontra Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin asal Taipei. Terus menjaga asa untuk peluang lolos WTF 2025, Jafar/Felisha berhasil memulangkan ganda Taipei tersebut dengan keunggulan 24-22, 21-14.
Perjuangan Jafar/Felisha masih terus berlanjut dan harapannya bisa melangkah semakin jauh lagi di Australian Open 2025. Kemenangan atas Mathias/Boje membuat Jafar/Felisha bertemu Ruttanapak/Jhenicha di babak semifinal. Tentu laga ini bakal jadi tontonan yang seru mengingat nasib kedua pasangan ini akan ditentukan dari performa mereka, siapa yang menang merekalah yang akan lolos ke WTF 2025.
Harapannya, Jafar/Felisha bisa memaksimalkan performa terbaiknya untuk meredam permainan Ruttanapak/Jhenicha demi memastikan lolos kualifikasi WTF 2025 dan harapan sabet gelar Super 500 di Australia ini.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Nggak Mau Overthinking, Tapi Kepikiran: Masalah Klasik Saya saat Otak Sibuk
-
Dibayar Sesuai UMR, Kenapa Tetap Kekurangan? Realita yang Jarang Dibahas
-
Gaji UMR: Standar Hidup Minimum atau Sekadar Angka Formalitas?
-
UMR: Batas Antara Standar Minimum dan Maksimum untuk Bertahan yang Kabur
-
Gaji UMR dan Ilusi Hidup Layak: Realitas yang Kini Mulai Saya Sadari
Artikel Terkait
-
Rekap Hasil Australia Open 2025: 7 Wakil Indonesia Berhasil Melaju ke Semifinal
-
Ditikung Chou Tien Chen di Australian Open, Alwi Farhan Target Bangkit di SEA Games 2025
-
Ana/Trias Melesat ke Semifinal Australian Open 2025, Ganda Jepang Dibuat Tak Berkutik
-
Rachel/Febi Jinakkan Apri/Fadia, Amankan Tiket Semifinal Australian Open 2025
-
Revans Sukses! Putri KW Lolos Perempat Final Australian Open 2025
Hobi
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
-
Impian Banyak Pria, Harley-Davidson Pamerkan CVO Road Glide RR Paling Mahal
-
Pedas! Fabio Quartararo Sebut Yamaha Tak Tau Cara Atasi Masalah Yamaha V4
Terkini
-
Sinopsis House of Grace, Drama Thailand Terbaru Kiatipoom Banluechairit
-
Naga Purba ke Jepang: Diplomasi Hijau dan Misi Penyelamatan Komodo
-
Efek Domino Plastik yang Menyentuh Semua Sektor, Pertanian Juga Kena lho!
-
Dilema Sunyi Generasi UMR: Kerja Demi Hidup atau Hidup Demi Kerja?
-
Perpustakaan Tubuh yang Diam-Diam Membusuk