Tanpa banyak disadari oleh para pencinta sepak bola dalam negeri, induk sepak bola benua Asia alias AFC ternyata telah menggelar babak kualifikasi Piala Asia U-17 untuk edisi 2026 mendatang.
Dilansir laman AFC, babak kualifikasi ini sendiri sudah dimulai semenjak tanggal 22 November lalu, dan akan terus berlangsung hingga tanggal 30 November mendatang.
Masih dari sumber yang sama diinformasikan, babak kualifikasi Piala Asia U-17 edisi 2026 ini diikuti oleh 38 negara, yang mana terbagi dalam 7 grup.
Sayangnya, untuk babak kualifikasi kali ini, Timnas Indonesia U-17 ternyata "ditinggalkan" oleh teman-temannya sesama tim asal Asia Tenggara.
Pasalnya, ketika 10 negara anggota ASEAN lainnya tengah berjibaku untuk memperebutkan tiket menuju putaran final di Qatar tahun depan, Indonesia justru tak terpampang sebagai peserta.
Usut punya usut, bukan karena kondisi federasi sepak bola dalam negeri yang saat ini tengah carut-marut, namun tidak ikut sertanya Indonesia di babak kualifikasi Piala Asia U-17 ini seperti negara-negara ASEAN lainnya, lebih dikarenakan status Indonesia yang saat ini sudah menggenggam tiket putaran final secara otomatis.
Sekadar menginformasikan, seiring dengan kebijakan baru yang telah ditetapkan oleh AFC, mulai edisi 2026 mendatang, 8 tim yang lolos ke fase 8 besar putaran final Piala Asia U-17 edisi sebelumnya, selain akan menjadi wakil benua kuning di ajang Piala Dunia U-17, juga akan mendapatkan privilege dengan menjadi peserta putaran final di edisi selanjutnya.
Sehingga, ketika tim-tim ASEAN lainnya seperti Thailand, Vietnam, Myanmar maupun Malaysia harus berjibaku memperebutkan jatah tiket putaran final edisi 2026 yang tersisa, Timnas Indonesia U-17 sudah bisa berleha-leha imbas prestasi yang mereka catatkan di tahun 2025 ini.
Lantas, mengapa tiket putaran final yang diperebutkan hanya 7? Padahal jatah otomatis yang diumumkan oleh AFC hanya diperuntukkan bagi tim yang mampu menembus babak 8 besar saja?
Tentu kita harus ingat, selain 8 tim yang lolos ke putaran final Piala Asia 2025 kemarin, ada Qatar yang juga mendapatkan privilege karena akan bertindak sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 edisi selanjutnya.
Sehingga, AFC memutuskan selain Arab Saudi, Uzbekistan, Korea Selatan, Korea Utara, Jepang, Indonesia, Uni Emirat Arab dan Tajikistan, Qatar juga menjadi negara yang lolos otomatis ke putaran final Piala Asia U-17 tahun depan meskipun di edisi sebelumnya mereka hanya mencapai babak grup saja.
Itulah mengapa, di babak kualifikasi ini tersisa hanya 7 tiket saja yang diperebutkan, karena 8 tiket lainnya sudah menjadi milik 8 tim yang menembus babak 8 besar turnamen sebelumnya, dan 1 tiket lainnya sudah dalam penguasaan Qatar yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 edisi selanjutnya.
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Skuad Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025: Ada Marselino Hingga Mauro Zilstra
-
Resmi! Skuad Timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games 2025
-
Pemain Vietnam Sebut Timnas Indonesia U-22 Rival Terberat di SEA Games 2025
-
3 Negara Asal Calon Pelatih Timnas Indonesia Terungkap, Eropa Semua!
-
Ruang Ganti Timnas Indonesia U-22 Mendadak Tegang, Indra Sjafri: Tidak Mudah
Hobi
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
Terkini
-
Tidak Semua Harus Dibagikan, Ini Alasan Pentingnya Membangun Batas Privasi di Dunia Maya
-
Land Maggie OFarrell: Ketika Tanah Menyimpan Luka dan Sejarah
-
Ketika 'Bad News' Bagi Kita Adalah Tragedi Pahit Bagi Mereka
-
Menjeda Rutinitas Sejenak, Menemukan Kebahagiaan Sederhana di Tempat Camping
-
Review Film It's My Time: Seni Menghargai Masa Tua dengan Cara yang Indah