Pasca dipastikan tersingkir dari gelaran SEA Games 2025 sejarah minor terus saja berulang kepada tim sepak bola putra Indonesia di ajang ini. Sepanjang keikutsertaan Indonesia di ajang multi event sejak tahun 1977 lalu, Pasukan Garuda mengulang "kebiasaan buruk mereka", yakni gagal melaju ke partai semifinal ketika Thailand bertindak sebagai tuan ruma.
Sebelum tersingkir di fase penyisihan grup dan pulang cepat di SEA Games Thailand 2025 ini, Indonesia setidaknya sudah merasakan 2 kali kejadian serupa. Dalam 2 kesempatan berturut-turut, ketika negeri Gajah Putih bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia harus merelakan tampat di semifinal melayang.
Berdasarkan data history SEA Games, setelah menjadi bagian tetap dari SEA Games pada tahun 1977, Indonesia sudah merasakan empat kali bersaing di Thailand. Selain pada edisi 2025 ini, Thailand juga pernah menjadi tuan rumah pada tahun 1985 yang digelar di kota Bangkok, 1995 di kota Chiang Mai, dan terakhir di tahun 2007 di kota Nakhon Ratchasima.
Hasilnya? Tentu saja seperti yang telah sedikit disinggung di atas, Timnas sepak bola putra Indonesia lebih banyak gagal melaju ke partai semifinal sepertimana yang terjadi di edisi kali ini.
Dalam catatan berbagai sumber, pada gelaran SEA Games 1985, Indonesia mencatatkan pencapaian terakhir mereka menembus empat besar gelaran. Bersama dengan Thailand, Singapura dan Malaysia, Indonesia menjadi empat negara terbaik di SEA Games meskipun harus mengakhir perburuan dengan menduduki peringkat keempat.
Setelah guliran SEA Games edisi 1985 di Bangkok, Indonesia setelahnya selalu menuai kegagalan. Pada SEA Games 1995 di Chiang Mai, Indonesia kalah bersaing dengan Thailand, Vietnam, Singapura dan Myanmar, sementara di SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Indonesia kalah bersaing dengan Thailand, Myanmar, Singapura dan Viatnam dalam menguber tiket babak semifinal.
Kegagalan-kegagalan itu tentunya menimbulkan kekecewaan yang mendalam. Karena kita tahu, ketika Indonesia kerap gagal menembus semifinal jika Thailand bertindak sebagai tuan rumah, maka hal sebaliknya justru terjadi kepada kubu Thailand.
Tak jarang, ketika Indonesia bertindak sebagai tuan rumah SEA Games, Timnas Thailand malah menjadi kampiun dan meraih medali emas di tanah air.
Namun yang lebih menyakitkan lagi adalah, kegagalan kali ini adalah kegagalan yang paling mengenaskan. Karena jika 2 kegagalan menembus semifinal di Thailand sebelumnya Timnas Indonesia berstatus sebagai pemburu medali emas, namun di SEA Games edisi 2025 ini mereka memiliki status mentereng sebagai pemegang medali emas.
Sepertinya, tanah Gajah Putih sangat tak ramah bagi Timnas Indonesia ya. Apa jangan-jangan gara-gara Indonesia suka menggunduli hutan yang jadi tempat hidup gajah ya?
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Sepertiga Akhir Ramadan dan Muslim Indonesia yang Harus Berjuang Lebih Keras Berburu Lailatul Qadar
-
Batasan Kontestan Asian Games Dicabut, John Herdman Urung Jadi Pengangguran Parsial
-
Komposisi Paling Mewah, Tak Salah John Herdman Jadikan Lini Pertahanan Modal Utama Skuat Garuda
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Rilis Daftar Panggil, John Herdman Indikasikan Siap Jadikan Indonesia Timnas Kanada Jilid II
Artikel Terkait
-
Hasil AC Milan vs Sassuolo: Jay Idzes Luar Biasa, Rossoneri Gigit Jari di San Siro
-
Vietnam Tutup Jalan ke Final SEA Games 2025, Timnas Putri Indonesia Dihancurkan 0-5
-
Final SEA Games 2025: Hajar Ganda Malaysia, Sabar/Reza Persembahkan Emas ke-37
-
SEA Games 2025 Gagal Total, Akmal Marhali Soroti Peran Zainuddin Amali
-
Final SEA Games 2025: Ekspresi Tak Percaya Alwi Farhan Usai Raih Emas Tunggal Putra
Hobi
-
Blak-Blakan! Valentino Rossi Ogah Naik Motor MotoGP Lagi
-
Jelang F1 GP China 2026: 4 Tim Ini Berpeluang Raih Kemenangan
-
4 Juara Dunia F1 Belum Cukup, Max Verstappen Incar Nurburgring 24 Jam
-
Bikin Nostalgia! Sally dari Film Cars Kini Hadir lewat Porsche 911 Asli
-
Kecewa Berat, Fabio Quartararo Akui Terlalu Optimis dengan Motor Yamaha V4
Terkini
-
Kemenangan yang Tak Sanggup Kami Beli
-
Review Ingatan Ikan-Ikan: Menelusuri Labirin Memori dan Trauma Tahun 1998
-
Wajah di Balik Tangis Bayi
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Review Karier 12 Shio: Kamu Tikus yang Boros atau Naga yang Ambisius tapi Keras Kepala?