Nama mantan pelatih Timnas Kanada berkebangsaan Inggris, John Herdman semakin mengemuka dalam bursa pelatih Timnas Indonesia. Meskipun belum diumumkan secara pasti, namun banyak media yang memprediksi kursi kepelatihan Pasukan Garuda yang kosong pasca ditinggalkan oleh Patrick Kluivert di bulan Oktober lalu bakal diisi oleh eks pelatih Timnas Junior Selandia Baru tersebut.
Belum familiarnya nama John Herdman di sebagian besar telinga para pendukung setia Timnas Indonesia, tentu memunculkan kekhawatiran tersendiri. Ketika pelatih dengan nama besar seperti Patrick Kluivert saja justru kedatangannya membuat Timnas Indonesia menjadi terpuruk, bagaimana dengan Herdman ini?
Sehingga tak sedikit pula yang khawatir, kedatangan pelatih berusia 50 tahun tersebut ke Timnas Indonesia nantinya justru akan menjadi Patrick Kluivert Jilid Kedua. Sebuah pemikiran yang tentunya tak bisa kita salahkan seratus persen, mengingat di kancah kepelatihan global, John Herdman memang tak tergolong pelatih kelas atas.
Akan tetapi, terkait dengan kekhawatiran akan terjadinya Patrick Kluivert Jilid Kedua di Timnas Indonesia, sejatinya hal itu cukup kecil untuk terjadi. Pasalnya, jika dilihat dari track record kepelatihan kedua sosok ini, keduanya memiliki jalan dan pencapaian yang berbeda.
Ketika datang ke Indonesia pada bulan Januari 2025 lalu dan membuat Pasukan Garuda menjadi amburadul, Kluivert tak memiliki modal mumpuni dalam hal kepelatihan. Memang benar, ketika masih menjadi pemain dirinya adalah penyerang kaliber dunia, namun tidak demikian halnya ketika menjadi pelatih.
Sebelum menangani Timnas Indonesia, legenda hidup Barcelona tersebut lebih banyak menelan kegagalan ketika menangani sebuah tim.
Sebelum dipecat oleh klub Liga Turkiye Adana Demirspor dan Timnas Curacao, Kluivert juga mewarnai perjalanan kepelatihannya dengan kegagalan saat menangani FC Twente II. Sehingga ketika Kluivert datang untuk menangani Pasukan Garuda, rasa pesimis sudah langsung terlihat karena track record kepelatihannya yang terkesan abal-abal itu.
Dan ketika dibandingkan dengan John Herdman, tentunya statistik tersebut sama sekali tak berimbang. Pasalnya, meskipun saat ini Herdman berstatus tanpa tim yang dilatih, namun dirinya datang ke Indonesia (jika jadi) dengan bermodalkan catatan emas yang dikukirkannya bersama Timnas Kanada dan Timnas Selandia Baru.
Bahkan, menurut lansiran laman Suara.com (18/12/2025), media ternama asal Indonesia tersebut memprediksi dengan filosofi bermain yang dimilikinya, Herdman bisa mengubah nasib Timnas Indonesia yang saat ini tengah mengalami fase penurunan prestasi.
Jadi, meskipun belum terbukti, namun besar kemungkinan kehadiran John Herdman tak akan menjadi Patrick Kluivert Jilid Kedua.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Kemenangan Argentina dan Hat-trick Lionel Messi yang Tak Seharusnya Terjadi
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Artikel Terkait
-
Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Berapa Peringkat FIFA St. Kitts & Nevis?
-
Spekulasi Pelatih Timnas Indonesia Memanas, Jordi Amat Tanggapi Nama John Herdman
-
Bukan Lawan Biasa, Negara Karibia Ini Akan Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
John Herdman Lebih Masuk Akal Dibanding Giovanni van Bronckhorst
-
St. Kitts and Nevis Resmi Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Hobi
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Bawa Argentina Menang 3-0, Messi Cetak Hattrick Pertama di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Meksiko vs Korea Selatan: Adu Taktik, Siapa yang Kuasai Grup A?
-
Swiss Waspada! Bosnia Herzegovina Bawa Misi Menang Grup B Piala Dunia 2026
-
Prediksi Ceko vs Afrika Selatan: Kalah Angkat Kaki dari Piala Dunia 2026
Terkini
-
Bagaimana Sistem Transportasi Publik Melanggengkan Kemiskinan Waktu
-
Bukan Sekadar FOMO: Mengapa Anda Bisa Tergila-gila Piala Dunia Meski Tak Suka Sepak Bola?
-
Membaca Haru no Sora: Mengapa Si Tukang Bully Berhak untuk Terluka?
-
Belum Pernah ke Negaranya, Ini Alasan Punya Tim Favorit di Piala Dunia
-
Review Toy Story 5: Ketika Woody dan Buzz Harus Melawan Tablet Canggih Masa Kini!