Perjalanan Timnas Vietnam U-22 di ajang SEA Games 2025 berujung dengan hasil manis. Setelah melalui pertarungan partai final yang penuh dengan perjuangan heroik melawan Thailand, Pasukan Negeri Paman Ho tersebut pada akhirnya sukses melakukan remontada dengan skor akhir 3-2 atas tim tuan rumah.
Perjuangan Vietnam dalam merengkuh medali emas SEA Games cabang sepak bola di edisi 2025 ini diwarnai dengan kisah pertobatan federasi sepak bola mereka. Sebuah kisah keinsyafan yang pada akhirnya kembali berbuah kejayaan bagi persepakbolaan mereka.
Seperti yang telah diberitakan di berbagai media, Timnas Vietnam sendiri bertarung di SEA Games 2025 ini di bawah asuhan pelatih Kim Sang-sik asal Korea Selatan. Penunjukan pelatih yang juga junior Shin Tae-yong itu sendiri berawal dari ketidakcocokan federasi dengan pelatih sebelumnya, Philippe Troussier.
Sebelumnya, Vietnam tercatat pernah berjaya saat masih dilatih oleh Park Hang-seo, kompatriot Kim Sang-sik. Di bawah tangan dingin Park Hang-seo, persepakbolaan melaju pesat dengan salah satu bukti konkretnya adalah menggapa medali emas dalam dua edisi SEA Games secara beruntun, yakni tahun 2019 dan 2021.
Sebelum itu, tuah pelatih Park juga sudah terbukti di level lain, ketika dirinya berhasil membawa Vietnam menjadi runner-up Piala Asia U-23 di China tahun 2018. Bukan hanya itu, Park Hang-seo juga sempat membawa Vietnam menjuarai Piala AFF di tahun 2018.
Namun sayangnya, kebersamaan Vietnam dengan pelatih Park harus kandas ketika Philippe Troussier datang menggantikan. Berbekalkan nama besar yang dimiliki, Troussier membuat VFF kepincut dan memilihnya untuk menjadi nakhoda ketimbang mengejar Park Hang-seo yang sudah memberikan banyak pencapaian nyata.
Dalam catatan laman transfermarkt.com, Troussier tak hanya dipasrahi untuk membesut Timnas Vietnam senior, namun juga menugasinya untuk melatih Vietnam U-22 di ajang SEA Games 2023.
Hasilnya? Seperti yang sudah kita ketahui bersama, performa Timnas Vietnam bersama pelatih berkebangsaan Prancis itu terjun bebas. Alih-alih mempertahankan medali emas yang diraih oleh PHS di dua edisi sebelumnya, anak asuh Troussier justru kandas di partai semifinal saat melawan Indonesia yang kala itu hanya berkekuatan 10 pemain.
Dan di sinilah titik pertobatan dari federasi sepak bola Vietnam dimulai. Melihat pelatih berjuluk "Penyihir Putih" itu tak cocok dengan karakteristik persepakbolaan Vietnam, membuat VFF mengambil keputusan cepat.
Mereka memecat Troussier setelah hanya setahun kebersamaan keduanya. Setelah evaluasi dilakukan, para petinggi VFF menilai bahwa karakter para pemain yang mereka miliki cenderung cocok dengan pelatih asal Korea Selatan.
Sehingga, dalam tempo yang relatif singkat, VFF mengumumkan bahwa mereka memilih Kim Sang-sik untuk menjadi nakhoda yang mana pada akhirnya sukses kembali mengangkat prestasi persepakbolaan Vietnam, termasuk di antaranya kembali membawa mereka berjaya di Piala AFF 2024 dan kini SEA Games 2025.
Sebuah kisah pertobatan yang tentunya sangat bertendensi pada prestasi, tak seperti federasi sebuah negara tetangga Vietnam yang jangankan bertobat, untuk sekadar introspeksi diri saja mereka enggan mengakui.
Baca Juga
-
Selaku Bapak-Bapak yang Kerap PP Rembang-Tuban, Saya Menaruh Kejengkelan terhadap Hal-Hal Ini!
-
Cerita Bapak-Bapak PP Rembang-Tuban: Mengapa Saya Selalu Mengelus Dada Setiap Melintas di Jalur Ini?
-
Saya Memihak Menteri PPPA: Menempatkan Lelaki di Depan Bukan Diskriminasi, Tapi Logika Perlindungan
-
Jadi Guru Pembimbing Sekaligus Juri adalah Dilema, Ibarat Sudah Kalah Duluan Sebelum Mulai Lomba
-
Emansipasi atau Eksploitasi? Menggugat Seremonial Tahunan untuk Kartini di Bulan April
Artikel Terkait
-
Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Asnawi Mangkualam Ungkap Kualitas Pemain Belum Merata
-
Deretan Fakta AFC Nations League, Turnamen Baru yang Bikin Uji Coba Timnas Tak Lagi Membosankan
-
Vietnam Raih Treble Sepanjang 2025, Suporter Indonesia Ungkit-ungkit Shin Tae-yong
-
Rapor Dean James Usai Bawa Go Ahead Eagles Naik Peringkat di Klasemen Eredivisie
-
Kegilaan Striker Indonesia! Hokky Caraka Salto, Sananta Bikin Fans Malaysia Terdiam
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik