Dalam waktu dekat, induk sepak bola Indonesia, PSSI akan mengumumkan pelatih baru untuk Timnas Indonesia senior. Meskipun belum resmi, eks pelatih Timnas Kanada berkebangsaan Inggris, John Herdman menjadi kandidat terkuat untuk memegang tampuk kemudi di Pasukan Garuda.
Sama halnya seperti Shin Tae-yong, pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, John Herdman juga memiliki jejak karier yang cukup apik di level dunia.
Dalam catatan karier kepelatihannya, mantan pelatih Timnas Selandia Baru tersebut juga tercatat pernah mendampingi anak asuhnya di pentas Piala Dunia.
Lantas, jika disandingkan, kira-kira siapa yang lebih unggul? STY ataukah John Herdman? Mari kita bahas bersama!
1. Shin Tae-yong (Piala Dunia Edisi 2018)
Berdasarkan catatan laman transfermarkt, Shin Tae-yong pernah mendampingi Timnas Korea Selatan di pentas Piala Dunia 2018 yang diselenggarakan di Rusia.
Mendampingi The Taeguk Warrior yang ditempatkan di pot unggulan keempat, STY harus memutar otak untuk bisa menaklukkan para pesaingnya di grup F yang berisikan Jerman sebagai unggulan pertama, Meksiko sebagai unggulan kedua dan Swedia sebagai unggulan ketiga.
Laman history FIFA mencatat, dari tiga pertarungan yang dijalani, Korea Selatan menelan kekalahan tipis 0-1 dari Swedia dan 1-2 dari Meksiko. Sementara di laga terakhir melawan Jerman, racikan STY berhasil memulangkan sang juara bertahan setelah mengandaskan mereka dengan dua gol tanpa balas.
Secara keseluruhan, rekor STY di pentas Piala Dunia adalah 3 kali main, 1 kali menang, 2 kali kalah, mengoleksi 3 poin memasukkan 2 gol dan kebobolan 4 gol.
2. John Herdman (Piala Dunia Edisi 2022)
Satu edisi berselang dari STY, kini giliran John Herdman yang mentas di Piala Dunia. Bersama Timnas Kanada, John Herdman juga mengawali pengalamannya di Piala Dunia melalui pot keempat.
Sama dengan STY dan Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018, John Herdman dan Kanada juga menghuni Grup F di Piala Dunia 2022 bersama dengan Belgia, Maroko dan Kroasia.
Hasilnya, dari tiga pertandingan yang dijalani bersama John Herdman, Kanada mendapatkan 3 kekalahan, di mana mereka tumbang 0-1 dari Belgia di laga pertama, kandas 1-4 dari Kroasia dan tunduk 1-2 dari Maroko.
Secara total, John Herdman dan Timnas Kanada pulang dari Qatar dengan membawa oleh-oleh tiga laga, tiga kekalahan, tanpa poin memasukkan 2 gol dan kebobolan 7 gol sehingga tercatat minus 5 gol saat kembali ke negaranya.
Jadi, secara garis besar, jika dua data dari STY dan John Herdman ini disandingkan, dapat dikatakan bahwa Shin Tae-yong masih lebih baik pencapaiannya di pentas Piala Dunia ketimbang pelatih yang sebentar lagi akan menggantikan posisinya di Timnas Indonesia tersebut.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
-
Pengamat Desak FC Utrecht, Ungkap Cara Terbaik Selamatkan Karier Miliano Jonathans
-
Bocoran Gaji dan Kontrak Pelatih Baru Timnas Indonesia John Herdman Mencuat Jelang Pengumuman PSSI
-
Meski Segera Diganti, Legacy STY Masih Terus Bertahan Setidaknya Hingga 2 Tahun Mendatang!
-
Prediksi 4 Pemain Naturalisasi yang Bakal Tersingkir di Era John Herdman
-
Jordi Cruyff Pindah ke Ajax Amsterdam, PSSI Segera Evaluasi Posisi Penasihat Teknis Timnas Indonesia
Hobi
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta
-
Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027
Terkini
-
Bagaimana Jadinya Jika Domba Menjadi Detektif?
-
Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah
-
Ilusi Kenaikan Gaji: Kenapa Hidup Justru Terasa Makin Pas-pasan?
-
Keberhasilan Transformasi Desa Kemiren bersama Kang Edai dan Astra
-
Sinopsis Coyote vs. Acme, Debut dengan Skor Tinggi dan Tuai Pujian Kritikus