Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 yang digelar di Conson Gymnasium, Qingdao, China menjadi panggung kompetisi sengit antara tim bulu tangkis negara-negara terbaik di Asia. Untuk edisi tahun ini, Indonesia sabet dua medali perunggu dari sektor putra dan putri, setelah kedua tim terhenti di babak semifinal.
Hasil ini sendiri memang bukan capaian yang buruk, tapi memang belum sesuai target PBSI. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menyampaikan jika raihan medali perunggu ini baru mencapai target bagi tim putri tapi mengecewakan untuk tim putra.
Perjalanan Tim Indonesia di BATC 2026
Kedua wakil Indonesia, baik tim putra dan putri, berhasil lolos dari fase awal di babak penyisihan grup hingga sukses melaju ke semifinal. Di babak ini, langkah wakil Indonesia terhenti di mana tim putra kalah dari Jepang dan tim putri takluk di hadapan Korea Selatan.
Hasil ini membuat kedua tim harus puas meraih medali perunggu, sesuai aturan resmi turnamen yang memberikan medali kepada semifinalis yang tidak lolos ke final. Namun, evaluasi performa menjadi catatan besar bagi tim Indonesia.
Tim Putri Indonesia
Tim putri Indonesia menunjukkan performa kompetitif sepanjang turnamen. Di semifinal, Indonesia berjumpa tim kuat dari Korea Selatan. Meski sempat memperkecil ketertinggalan lewat kemenangan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, tetapi partai lain gagal raih poin.
Thalita Ramadhani Wiryawan takluk dari Kim Ga Eun dengan skor 5-21, 4-21. Sementara dua ganda putri Pelatnas juga gagal sumbang poin usai alami kekalahan dua gim langsung.
Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dipaksa menyerah di hadapan Baek Ha Na/Kim Hye Jeong, 14-21 dan 10-21. Sedangkan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi kalah dramatis 19-21, 19-21 dari Lee Seo Jin/Lee Yeon Woo.
Secara keseluruhan skor akhir 1–3 untuk keunggulan Korea Selatan menjadi hasil laga semifinal yang dilakoni tim putri Indonesia. Hasil ini juga otomatis memastikan tim putri Indonesia mendapatkan medali perunggu BATC 2026.
Tim Putra Indonesia
Di sektor putra, perjuangan Indonesia juga terhenti di semifinal setelah kalah dari Jepang. Tim Jepang sendiri memang menampilkan performa solid sepanjang turnamen, termasuk saat menghadapi tim putra Indonesia.
Harapan menang untuk tim Indonesia sendiri awalnya cukup menjanjikan setelah M. Zaki Ubaidillah sukses sumbang poin awal dengan memenangi laga kontra Kenta Nishimoto. Ubed, sapaan akrab tunggal putra muda Pelatnas ini tampil impresif demi poin penting untuk tim.
Ubed menang 22-20, 21-16 atas Nishimoto dan membuka harapan bagi tim untuk melanjutkan tren positif di partai selanjutnya. Sayang, tiga partai berikutnya justru mendulang kekalahan beruntun.
Di partai kedua, ganda pertama Leo Rolly Carnando/Muhammad Rian Ardianto kalah 16-21, 17-21 dari Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi. Prahdiska Bagas Shujiwo takluk 11-21, 15-21 di hadapan Yushi Tanaka.
Sementara di partai keempat untuk ganda putra kedua, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin ternyata belum mampu meredam Takumi Nomura/Yuichi Shimogami dan dipaksa menyerah dua gim langsung, 17-21, 15-21.
Dikalahkan 1-3 dari Jepang, tim putra Indonesia yang terhenti di babak semifinal Badminton Asia Team Championships 2026 harus puas dengan perolehan medali perunggu, sama seperti tim putri. Meski belum sesuai harapan, taetapi langkah apresiasi tetap layak diberikan untuk tim putra.
Reaksi Federasi dan Tim Pelatih
Pendapat dari pihak PP PBSI mencerminkan pandangan realistis namun optimis. Hasil dua medali perunggu dinilai sebagai capaian solid terutama di sektor putri, di mana target utama memang meraih podium.
Namun di sektor putra, federasi memberikan catatan bahwa performa belum sepenuhnya memenuhi target, sehingga masih ada ruang perbaikan menjelang kompetisi besar mendatang.
"Untuk beregu putra hasil ini tentunya tidak sesuai target, karena target kami adalah mereka bisa mencapai babak final," ungkap Eng Hian melalui siaran pers Humas PP PBSI.
Kabid Binpres Pelatnas yang akrab disapa Didi tersebut menyoroti penampilan beberapa pemain yang diturunkan sebagai evaluasi performa.
"Penampilan beberapa pemain belum sesuai harapan, tentunya ini akan menjadi evaluasi untuk mendongkrak performa beregu putra jelang Piala Thomas," tambahnya.
Baca Juga
-
Budaya Konsumtif Gen Z: Risiko Masa Depan Bumi di Tangan "Generasi Checkout"
-
Sampah Hari Ini, Ancaman Masa Depan: Gen Z Tak Boleh Acuh pada Lingkungan
-
Gen Z dan Keputusan Tunda Pernikahan: Pilihan Pribadi atau Tekanan Zaman?
-
Perempuan dan Standar Ganda: Apa Pun yang Dipilih Tetap Salah, Harus Gimana?
-
Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik
Artikel Terkait
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
BATC 2026: Comeback Gemilang Ester dan Tim Putri Indonesia Runner Up Grup X
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Baru Dipasangkan, Rian/Rahmat Masih Cari Pola Permainan di BATC 2026
-
Indonesia Awali BATC 2026 dengan Kemenangan Telak 5-0 atas Myanmar
Hobi
-
Nyesek, Jorge Martin Bisa Tinggalkan Aprilia Walau Raih Gelar Juara Dunia?
-
Sprint Race GP Prancis 2026: Jorge Martin Menang, Marc Marquez Patah Tulang
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
Terkini
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Lagu K-Pop Full Bahasa Inggris: Strategi Bisnis atau Tanda Berakhirnya Era Lokal?
-
Wajah Glowing Instan! Ini Rahasia Eksfoliasi Lembut dengan Ekstrak Apel