Gelandang stabilisator lapangan tengah milik Timnas Indonesia, Ivar Jenner baru-baru ini memberikan pernyataan yang cukup menarik.
Dilansir dari laman Suara.com (3/3/2026), eks pemain FC Utrecht tersebut menyampaikan sebuah statemen terkait kualitas dari Liga Indonesia, kompetisi yang saat ini diarunginya bersama Dewa United.
Alih-alih memberikan komentar yang melemahkan, Ivar justru memberikan komentar yang menyanjung tinggi kualitas liga domestik.
Dalam pandangan pribadinya, level Liga Indonesia yang saat ini tengah coba ditaklukkannya, memiliki kelas yang tak berbeda jauh dengan Eerste Divisie, yang tak lain merupakan kasta kedua dalam piramida kompetisi Liga Sepak Bola di Belanda.
"Saya pernah bermain di divisi dua Belanda dan saya rasa levelnya dengan Super League sama atau mungkin lebih baik di sini. Itu menurut saya sejauh ini," ujar Ivar Jenner seperti dikutip dari laman Suara.com.
Bagi para penggemar sepak bola dalam negeri, tentu saja apa yang diutarakan oleh gelandang berusia 22 tahun ini menjadi sebuah hal yang positif.
Pasalnya, pengakuan tersebut datang langsung dari Ivar Jenner, yang mana telah merasakan sendiri level dua kompetisi ini.
Sehingga, sedikit banyak penilaian yang dilontarkan oleh Jenner bernilai valid, karena memang berdasarkan kepada pengalaman nyata di lapangan.
Namun di sisi lain, komentar membubung tinggi yang diucapkan oleh Ivar Jenner ini juga menjadi sebuah preseden minor terhadap kelanjutan karier dari sang pemain.
Alasannya jelas, karena dengan komentar positif tersebut, ada kesan bahwa Jenner mulai merasa nyaman dan "kerasan" dengan atmosfer Liga Indonesia yang saat ini sedang diserapnya.
Yang ditakutkan adalah, rasa nyaman itu nantinya akan membuat Ivar menjadi lupa akan tujuan awalnya datang ke Liga Indonesia.
Sekadar mengingatkan, berdasarkan rilisan laman Suara.com (6/2/2026), Ivar Jenner sendiri berkeinginan untuk menjadikan Dewa United dan Liga Indonesia sebagai batu loncatan untuk jenjang karier berikutnya.
Hal ini juga diperkuat dengan durasi kontrak yang ditekennya bersama Dewa United, di mana kedua belah pihak sepakat untuk mengikat kontrak dengan durasi sekitar empat bulan, yang mana ikatan itu akan kedaluarsa ketika Liga Indonesia berada di penghujung musim.
Namun, jika melihat komentar yang disampaikan oleh Ivar Jenner beberapa waktu lalu, yang mana indikator-indikator "kerasan" bermain di liga domestik sudah mulai terlihat, tentunya ini menjadi sebuah preseden minor.
Karena bagaimanapun, para penggemar Timnas Indonesia tentunya lebih rela jika Ivar Jenner tetap melanjutkan rencananya untuk kembali berkiprah di persepakbolaan Eropa ketika durasi kontraknya dengan Dewa United berakhir.
Sayangnya, menjelang musim berakhir, Ivar justru memberikan pertanda lain yang berpotensi untuk mengingkari tujuan awalnya ketika memutuskan bergabung dengan klub tanah air dulu.
Terlebih lagi, ada selentingan berita yang mengabarkan bahwa Dewa United mulai memikirkan untuk menambah durasi kontrak Ivar Jenner.
Jangan-jangan, preseden minor dari Ivar Jenner ini benar-benar akan berbuah perpanjangan kontrak bagi sang pemain? Kita tunggu saja ya!
Baca Juga
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
-
Dua Sisi Kebijakan Prabowo: Antara Ambisi Ekonomi dan Matinya Perhatian pada Pendidikan
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Artikel Terkait
Hobi
-
Ultimatum Keras Erick Thohir! Timnas Indonesia Harga Mati Juara FIFA ASEAN Cup 2026
-
Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!
-
Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026
-
Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?
-
Prediksi Persija vs Persib: Duel Klasik Kembali ke GBK, Siapa Lebih Unggul?
Terkini
-
Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur
-
Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?
-
4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!
-
Sinopsis Haiwaan, Film Kriminal Dibintangi Saif Ali Khan dan Akshay Kumar
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!