Pada pertengahan tahun 2026 ini, para penggemar sepak bola di dunia akan disuguhi dengan sebuah gelaran turnamen dengan level tertinggi bertajuk Piala Dunia FIFA 2026.
Seperti yang telah dirilis oleh laman FIFA selaku induk sepak bola dunia, perhelatan yang bakal mempertemukan negara-negara dengan tim sepak bola terbaik di jagat raya tersebut bakal berlangsung mulai tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Sebuah turnamen yang tentu saja bakal sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia. Karena mereka akan kembali disuguhi oleh aksi-aksi terbaik dari para bintang sepak bola lapangan hijau setelah menunggu kurang lebih empat tahun lamanya.
Namun sayangnya, guliran turnamen sepak bola paling akbar sejagad raya tersebut terancam tak akan berlangsung dengan ideal. Pasalnya, eskalasi politik dan kondisi dunia belakangan ini tengah memanas.
Agitasi-agitasi antar negara yang sebelumnya hanya berupa perang kata-kata dan proksi, kini sudah meningkat levelnya dengan menjelma menjadi perang di medan laga.
Ironisnya, pelaku utama dari kekacauan yang melanda dunia belakangan ini justru salah satu tuan rumah gelaran Piala Dunia FIFA edisi kali ini, yakni Amerika Serikat.
Pihak Amerika Serikat yang selama ini menjadi anak emas dari FIFA, memang sudah jauh-jauh hari melakukan agitasi-agitasi yang memancing keributan.
Semakin mendekati hari pelaksanaan turnamen, Amerika yang semula hanya "bermain" dalam hal kebijakan dalam negeri dengan mengeluarkan larangan berkunjung, mulai beralih dengan menyenggol kedaulatan dan kepentingan negara lain, termasuk yang paling terlihat adalah membuka konflik dengan Iran yang notabene menjadi salah satu negara kontestan Piala Dunia 2026 dari kawasan Asia.
Dengan alasan yang mengada-ada, pihak Amerika Serikat bersama Israel menghidupkan front pertarungan di Timur Tengah, sehingga membuat Iran pada akhirnya memutuskan untuk undur diri dari turnamen idaman para pesepakbola di seluruh dunia tersebut.
Ulah Amerika Serikat, sang tuan rumah yang problematik ini juga membuat geram negara-negara lain. Baru-baru ini, negara-negara dengan reputasi besar di pentas persepakbolaan dunia seperti Jerman hingga Spanyol yang sudah memiliki predikat sebagai juara dunia, mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk boikot dan mengikuti langkah Iran untuk cabut dari turnamen.
Bahkan, Piers Morgan, komentator kesohor pertelevisian dunia menyatakan, imbas kesewenang-wenangan Amerika Serikat dalam berulah di Greenland maupun Timur Tengah membuat negara-negara besar besar seperti Inggris, Prancis, Spanyol, Jerman, Portugal, Belanda, Norwegia dan Italia, mungkin saja bisa menunda keikutsertaan mereka gelaran.
Meskipun opsi-opsi penggantian tim sudah sangat mungkin dipikirkan oleh FIFA untuk mengantisipasi tim yang mundur atau melakukan boikot, namun yakinlah kualitas Piala Dunia 2026 nanti sudah tak lagi sama.
Karena secara logika, tim pengganti yang akan bertanding nanti, tentunya secara kualitas sudah tak sebaik mereka yang memilih untuk undur diri.
Sehingga, sekali lagi, meskipun nantinya akan ada tim pengganti bagi Iran, namun sudah sangat mungkin kualitas yang mereka miliki tak akan sama dengan kualitas tim yang dimiliki oleh Negeri Para Mullah tersebut.
Ah, semuanya gegara Amerika yang problematik! Diberi amanat menjadi tuan rumah gelaran malah bertindak seenak sendiri!
Baca Juga
-
Kesakralan Bulan Juni dan Pandangan Sederhana Saya Terkait Kesempurnaan Ide Pancasila
-
Visi Tinggi Presiden Prabowo dan Krisis Literasi Nasional yang Menjadi Karang Penghalang Besar
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Surga Jalur WNI Itu Memang Nyata, Kali Ini Lewat Sapi-Sapi Kurban Presiden
-
Pasar Padukuhan Eyang Putri, Sentra Kuliner yang Seolah Melawan Arus Modernitas Kabupaten Tuban
Artikel Terkait
Hobi
-
Karier Tak Jelas, Elkan Baggott Berpeluang Kembali Dipinjamkan Musim Depan?
-
Dua Lawan Berat Menanti, Ini Target Utama Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
-
Mengukur Kekuatan Lini Belakang Timnas Indonesia saat Tanpa Nama Jay Idzes
-
Resmi! Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di GP Mugello 2026
-
Angka 61 yang Ikonik: Menilik Statistik Gila Rivalitas Lewis Hamilton dan Max Verstappen
Terkini
-
Intrik Istana & Lahirnya Detektif: Review Light Novel Apothecary Diaries
-
Ketika Anak Zaman Sekarang Lebih Nurut pada ChatGPT ketimbang Nasihat Emak
-
Kagurabachi Gelar Promosi di Empat Konvensi Anime Besar Jelang Tayang 2027
-
7 Ide Kreatif Sulap Barang Bekas Jadi Pot Tanaman Cantik, Wajib Coba!
-
Acer A312 Pad: Tablet Murah dengan Layar 10,1 Inci dan Baterai 5.000 mAh