Nakhoda Timnas Indonesia, John Herdman telah memutuskan nama-nama final yang bakal diangkutnya ke ajang FIFA Series di akhir bulan Maret ini.
Dilansir laman Suara.com (21/3/2026), dari sebelumnya 41 nama yang masuk dalam daftar provisional skuat yang diumumkan pada tanggal 9 Maret lalu, eks pelatih Timnas Kanada tersebut pada akhirnya memilih 24 nama untuk mengisi skuat perdananya di gelaran.
Berdasarkan informasi yang diunggah oleh akun Instagram Timnas Indonesia, 24 nama yang dipilih oleh John Herdman tersebut berkomposisikan empat pemain di sektor penjaga gawang, kemudian sembilan pemain yang diplot untuk mengisi area pertahanan, lima pemain yang berposisi di sektor tengah permainan, dan enam pemain yang berposisi sebagai penyerang.
Jika dilihat secara seksama, tentu saja komposisi ini dapat dikatakan belum sepenuhnya ideal. Pasalnya, ketika sektor pertahanan dan penyerangan bertumpuk dengan limpahan pemain, sektor tengah yang biasanya menjadi dapur pacu permainan sebuah tim justru hanya berisikan pemain yang minim.
Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi adalah, dari daftar nama yang telah dirilis oleh PSSI maupun John Herdman, dari lima pemain tengah yang diangkut oleh Herdman, hanya dua saja yang benar-benar berposisi asli di sektor ini.
Sekadar menginformasikan, dalam daftar skuat final yang telah ditetapkan, lini tengah Timnas Indonesia saat ini hanya berisikan Calvin Verdonk, Eliano Reijnders, Ivar Jenner, Joey Pelupessy dan Jordi Amat.
Dari lima nama tersebut, tentunya para penggemar Timnas Indonesia sepakat bahwa hanya Ivar Jenner dan Joey Pelupessy saja yang merupakan pemain asli di sektor tersebut. Selebihnya, adalah pemain dari posisi lain yang mana memiliki kemampuan untuk ditempatkan di lini tengah.
Hal ini tentunya memantik keprihatinan tersendiri. Karena jika dilihat secara awam sekalipun, komposisi pemain tengah yang dibawa oleh Herdman sama sekali tak mengakomodir pemain yang memiliki visi dan kreativitas permainan yang tinggi.
Dengan kata lain, akan sangat besar kemungkinan di guliran FIFA Series mendatang, John Herdman tak akan memusatkan strategi permainannya di sektor lapangan tengah, dan cenderung akan membangun kekuatan timnya dari sektor sisi permainan.
Hal ini tentunya tidak begitu mengejutkan, mengingat sepeninggal Thom Haye yang harus absen karena sanksi disiplin, Herdman tak memasukkan nama-nama pemain tengah kreatif sekelas Ricky Kambuaya dan Arkhan Fikri yang sebelumnya sempat masuk dalam daftar panggil sementara Timnas Indonesia.
Jadi, untuk para penggemar Timnas Indonesia tak perlu kaget jika nantinya Timnas Indonesia tak memainkan pertarungan yang berpusat di lini tengah.
Karena jika melihat komposisi lini tengah yang diangkut oleh sang pelatih, bukan tak mungkin sektor ini hanya akan berperan sebagai sektor penopang permainan yang cenderung bertahan, bukan lagi sebagai dapur pacu pergerakan.
Baca Juga
-
Pakar Bisa Jadi Goblok? Menelaah Kebenaran Kalimat Prabowo dari Sudut Pandang Masyarakat Jawa
-
Belajar dari Pemecatan Purbaya, Jadi Abdi Pemerintah Dilarang Keras Punya Hati yang Melankolis
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah
-
Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului
-
Viral! Pendaki Rinjani Bawa Sapi Hidup untuk Logistik, Publik Sebut Tindakan Ini Sudah Keterlaluan
Artikel Terkait
Hobi
-
Kejutan Skuad Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Misi Sulit John Herdman
-
Banting Setir! Alex Rins Hijrah ke Kompetisi Balap Roda 4 Usai dari MotoGP
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
FIFA ASEAN Cup: Pertaruhan Hidup-Mati Bagi John Herdman di Timnas Indonesia
-
Atletico Madrid Bekuk Real Madrid 2-1, Mourinho Mengamuk Bawa Kertas Bukti Kesalahan VAR
Terkini
-
Oh My Guard Tayang Oktober, Intip Poster Jung Yong Hwa dan Hong Seung Hee!
-
Intermittent Fasting Makin Booming, Baik atau Sekedar Gimik?
-
Sinopsis The Winner, Dracin Terbaru Tian Xi Wei dan Wei Da Xun di Youku
-
Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?
-
Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love