Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Andrea Kimi Antonelli (Instagram/mercedesamgf1)
Desyta Rina Marta Guritno

Andrea Kimi Antonelli keluar sebagai pemenang di Formula 1 GP Jepang 2026 yang digelar pada hari Minggu (29/03/26) kemarin, setelah mengalahkan dua pembalap lainnya, yakni Oscar Piastri dan Charles Leclerc.

Pembalap Mercedes ini sebelumnya juga sudah mengunci posisi terdepan di starting grid alias pole position dalam sesi kualifikasi hari Sabtu. Ini adalah pole position pertama Mercedes di Suzuka setelah terakhir kali meraihnya 8 tahun lalu.

Saat kualifikasi, Antonelli mengalahkan rekan setimnya sendiri, George Russell, yang mengalami masalah dengan ban belakang dan akhirnya unggul 0,298 detik.

Kendati memperoleh pole position, Kimi Antonelli sempat mengalami start yang buruk dengan mundur ke P6 saat balapan baru dimulai.

"Dalam balapan, saya mengalami start yang buruk, saya hanya perlu memeriksa apa yang terjadi, tetapi kemudian saya beruntung dengan Safety Car sehingga bisa memimpin, tetapi kemudian kecepatannya luar biasa dan stint kedua benar-benar bagus. Saya merasa sangat nyaman dengan mobil dan sangat puas dengan itu," ujar Antonelli, dilansir dari situs resmi Formula 1, formula1.com.

Momen kemenangan Antonelli terjadi saat pertengahan lap, di mana beberapa pembalap mulai melakukan pit stop, termasuk pemimpin klasemen, George Russell, kecelakaan hebat yang dialami Ollie Bearman dari tim Haas menyebabkan Safety Car keluar pada lap 22.

Momen ini memungkinkan Antonelli, yang belum melakukan pit stop dan sempat memimpin, untuk masuk pit dan kembali ke lintasan di posisi pertama. Dari situ, pembalap muda tersebut melakukan start ulang yang mulus untuk mempertahankan posisi pertama dan membangun jarak yang signifikan. Antonelli pun sukses melintasi garis finis dengan selisih 13,722 detik atas Piastri.

Ini adalah kemenangan kedua Antonelli secara berturut-turut setelah sukses di GP China pekan lalu. Dengan ini, Antonelli pun naik ke puncak klasemen dan menjadi pemimpin klasemen termuda dalam sejarah Formula 1.

Sebelumnya, Antonelli telah memecahkan rekor sebagai pole sitter F1 termuda usai meraih pole position di GP China, serta pemenang balapan F1 termuda setelah memenangkan balapan di GP China juga.

Kesuksesan Antonelli ini tidak lantas membuat pembalap Italia tersebut buru-buru untuk memikirkan kejuaraan, meskipun peluangnya terlihat, baginya saat ini masih terlalu awal untuk memikirkan tentang hal tersebut. Yang dia tahu saat ini mereka telah berada di posisi yang tepat.

"Rasanya cukup menyenangkan. Tentu saja masih terlalu dini untuk memikirkan Kejuaraan, tetapi kami berada di jalur yang baik," katanya.

Setelah gelaran GP Jepang 2026, Formula 1 akan rehat sejenak selama 1 bulan seiring dengan dibatalkannya GP Arab Saudi dan GP Bahrain, balapan akan kembali digelar di Miami pada tanggal 1-3 Mei 2026.

Dengan waktu istirahat yang cukup lama, Antonelli bisa bernapas sejenak. Dia berencana untuk melakukan latihan terhadap beberapa hal yang dia rasa masih menjadi kelemahannya saat ini.

"Untungnya saya punya waktu tiga minggu jadi sekarang saya bisa berlatih beberapa teknik melepas kopling untuk mendapatkan feeling yang lebih baik karena itu jelas merupakan titik lemah sejauh ini tahun ini dan kita perlu memperbaikinya karena Anda dapat dengan mudah menang atau kalah dalam balapan dengan hal itu," tambahnya.

Bagi pembalap muda seperti Antonelli, bisa mencapai titik ini di musim keduanya di Formula 1 merupakan pencapaian yang luar biasa.

Ini menjadi bukti bahwa Antonelli telah banyak belajar dari kegagalan dan pengalaman yang dia dapat saat musim debutnya tahun lalu, dan bukan kemenagan instan atau kebetulan.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS