Sekar Anindyah Lamase | Akramunnisa Amir
Sampul Buku Spontaneus Healing and Belief (Dok. Pribadi/Akramunnisa Amir)
Akramunnisa Amir

Dalam filsafat stoikisme, kita mengenal teori dikotomi kendali yang membagi segala sesuatu antara hal yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan. Ketika kita bisa menerapkan konsep dikotomi kendali dengan fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan, kesehatan mental akan lebih terjaga. Sebab, kita tidak lagi harus terganggu dengan sesuatu yang berada di luar kendali diri.

Sejalan dengan hal tersebut, ada sebuah konsep menarik dalam buku berjudul 'Spontaneus Healing of Belief' karya Gregg Braden. Dalam buku ini, penulis membahas tentang cara memaksimalkan  kekuatan keyakinan (belief) manusia dan spiritualisme untuk mengubah suatu kondisi dalam hidupnya.

Menurut penulis, seseorang sebenarnya punya kuasa dan kendali yang besar untuk mempengaruhi hal-hal yang terjadi di sekitarnya dengan kekuatan keyakinan.

Hal ini berangkat dari teori bahwa dalam kondisi-kondisi tertentu, kesadaran manusia mampu mempengaruhi energi quantum. Energi quantum ini merupakan cikal bakal dari segala sesuatu.

Dalam tradisi sains modern hingga spiritual kuno mengungkap bahwa apapun yang kita alami sebenarnya adalah manifestasi dari pancaran kondisi batin kita sendiri.

Penulis mengungkap bahwa segala sesuatu yang kita rasakan, entah bahagia maupun sedih, penderitaan maupun kesejahteraan, semua bermula dari keyakinan dalam hati yang mewujud pada kenyataan.

Kadang kita merasa menjadi korban keadaan, tapi sebenarnya kita bisa jadi adalah pencipta keadaan yang sama tersebut. Hal itu tergantung atas pilihan yang kita ambil dalam hidup, dan pilihan tersebut didasarkan pada keyakinan.

Melalui kekuatan yang tersembunyi dalam keyakinan, kita diberi kemampuan ilahi untuk membawa keyakinan kita ke dalam energi yang meliputi dan mengelilingi kita.

Jadi, setiap pengalaman hidup adalah cerminan dari pikiran, perasaan, dan keyakinan. Dalam hal ini, keyakinan itu lebih kuat dari pikir logis. Inilah yang menjadi alasan kenapa kita sulit untuk mengubah suatu keadaan dengan hanya mengandalkan pikiran logis.

Pikiran logis bisa dikalahkan oleh keyakinan yang telah menancap kuat di pikiran bawah sadar. Kita bisa berpikir bahwa sesuatu itu buruk, namun masih terperangkap di dalamnya karena sebuah keyakinan. Ada banyak hambatan, batasan, dan situasi yang tidak mengenakkan terjadi karena keyakinan yang salah.

Dari sinilah, keyakinan bisa kita ubah dan secara tidak langsung bisa ikut mengubah realitas yang terjadi dalam hidup.

Gregg Braden kemudian menyertakan berbagai teori ilmiah untuk mendukung konsep tentang kekuatan keyakinan ini. Mulai dari fisika kuantum, medan energi, hingga teori tentang koneksi antara tubuh dan pikiran yang memungkinkan manusia tidak hanya sekedar jadi penonton dalam kehidupan. Dengan keyakinannya, manusia bisa turut serta aktif dalam mempengaruhi pengalaman-pengalaman yang muncul dalam kehidupan.

Secara umum, premis yang diangkat dalam buku ini terbilang menarik. Menelusuri setiap hipotesis tentang kekuatan keyakinan ini cukup menyenangkan karena terasa masuk akal. Hanya saja landasan ilmiahnya barangkali masih perlu dikaji ulang.

Oleh karena buku ini banyak berbicara tentang sains tapi dengan data yang belum tentu valid, apa yang dipaparkan penulis bisa saja terkesan hanya cocoklogi dan pseudosains.

Tapi saya berharap bahwa teori-teori tentang keyakinan dan spritualisme dari buku ini suatu hari nanti memang bisa dipertanggungjawabkan. Sebab, membaca buku ini rasanya memberi harapan bahwa kekuatan keyakinan yang besar itu bisa memberdayakan manusia.

Jadi terlepas dari kekurangannya, buku ini lumayan insightful. Jika Sobat Yoursay tertarik dengan tema tentang keyakinan spiritual, Spontaneus Healing of Belief bisa menjadi bacaan yang menarik untuk disimak!