Motor touring sering kali dianggap hanya soal tenaga besar dan tampilan gagah, padahal lebih dari itu, motor di kelas ini juga menawarkan teknologi canggih untuk perjalanan jarak jauh. Di tengah tren touring, pilihan motor kini makin beragam dengan kemampuan melibas berbagai medan.
Perkembangan teknologi membuat motor adventure tidak lagi sekadar kuat, tetapi juga pintar dalam membantu pengendara. Fitur seperti riding mode, suspensi elektronik, hingga radar mulai menjadi standar baru di kelas premium.
Berikut tiga motor touring segala medan paling canggih yang banyak jadi acuan dari sisi performa, fitur, dan harga di Indonesia. Ketiganya menawarkan pendekatan berbeda sesuai kebutuhan pengendara.
1. Ducati Multistrada V4
Ducati Multistrada V4 hadir dengan mesin 1.158 cc V4 Granturismo yang menghasilkan sekitar 170 PS dan torsi 125 Nm, dengan harga di Indonesia berkisar Rp800 juta hingga Rp1,2 miliar. Motor ini dilengkapi radar depan-belakang, adaptive cruise control, blind spot detection, serta mode berkendara Sport, Touring, Urban, dan Enduro.
Karakter motor ini cenderung sporty dengan performa tinggi di jalan aspal maupun touring cepat. Suspensi elektronik dan fitur digitalnya juga membuat pengalaman berkendara terasa lebih modern dan terkontrol.
Secara teknis, Multistrada V4 menggunakan sistem valve clearance hingga 60.000 km yang membuat perawatan lebih efisien untuk jarak jauh. Panel TFT 6,5 inci dengan konektivitas smartphone juga mendukung navigasi dan kontrol fitur secara real-time.
2. BMW R 1300 GS
BMW R 1300 GS menggunakan mesin 1.300 cc boxer twin dengan tenaga sekitar 145 PS dan torsi 149 Nm, serta dibanderol sekitar Rp1,1 miliar hingga Rp1,3 miliar di Indonesia. Motor ini sudah dilengkapi radar, riding assist, suspensi elektronik, serta berbagai mode berkendara untuk berbagai kondisi jalan.
Sistem shaft drive membuat perawatan lebih praktis untuk perjalanan jarak jauh. Secara karakter, motor ini dikenal paling seimbang antara kenyamanan touring dan kemampuan off-road.
Dari sisi spesifikasi, motor ini membawa teknologi Dynamic Suspension Adjustment (DSA) yang mampu menyesuaikan tinggi dan kekerasan suspensi secara otomatis. Fitur tambahan seperti hill start control, engine drag torque control, dan quickshifter juga meningkatkan kenyamanan serta keamanan berkendara.
3. Honda CRF1100L Africa Twin
Honda Africa Twin dibekali mesin 1.084 cc parallel twin dengan tenaga sekitar 102 PS dan torsi 105 Nm, dengan harga di Indonesia sekitar Rp600 juta hingga Rp700 juta. Motor ini menawarkan pilihan transmisi manual dan DCT, serta fitur seperti traction control, wheelie control, dan riding mode.
Karakternya lebih fokus ke off-road dengan bobot yang relatif lebih ringan di kelasnya. Suspensi long travel juga membuatnya lebih siap menghadapi jalur tanah dan medan ekstrem.
Secara fitur, Africa Twin dilengkapi layar TFT 6,5 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto untuk navigasi yang lebih praktis. Sistem Honda Selectable Torque Control (HSTC) serta IMU 6-axis membantu menjaga stabilitas saat melibas medan sulit.
Ketiga motor ini menunjukkan bahwa motor touring modern tidak hanya soal tenaga, tetapi juga teknologi dan fleksibilitas. Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan, apakah lebih condong ke performa, keseimbangan, atau petualangan off-road.
Tag
Baca Juga
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Saat Hukum Tak Lagi Dipercaya, Film The Verdict 2025 Soroti Krisis Keadilan
-
Jantung dan Stroke Kini Mengincar Usia 20-an, Ini Cara Simpel Mencegahnya
-
Impian Banyak Pria, Harley-Davidson Pamerkan CVO Road Glide RR Paling Mahal
Artikel Terkait
Hobi
-
Usai 4 Kali Juara bersama Verstappen, Gianpiero Tinggalkan Red Bull ke McLaren
-
Geser Status Calon Juara ke Marco Bezzecchi, Marc Marquez Atur Strategi?
-
Mengapa Toyota Supra MK4 dan Nissan GT-R R34 Jadi Mobil Favorit Banyak Orang?
-
Penuh Visi, John Herdman Dorong Transformasi Sistem Pembinaan Usia Dini
-
Skandal Paspor Juga Muncul di Belgia, Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy Gimana Nasibnya?
Terkini
-
Birokrasi Komunikasi Lewat Satu Huruf: Kenapa Chat "P" Itu Egois Banget?
-
Gaji UMR: Cukup untuk Hidup atau Cuma Cukup Biar Nggak Mati?
-
3 Toner Berbahan Black Rice yang Bikin Kulit Plumpy dan Auto Glowing
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Perempuan Muda Bermata Kosong yang Menghilang di dalam Kabin Truk Samsuri