Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Fabio Di Giannantonio (Instagram/fabiodiggia49)
Desyta Rina Marta Guritno

Seperti kebanyakan pembalap lain yang sedang mencari rumah baru untuk musim 2027, nama Fabio Di Giannantonio juga sudah masuk ke dalam rumor transfer musim depan. Pembalap asal Italia ini diketahui tengah menjalani tahun terakhir kontraknya di VR46.

Dari kabar yang beredar, Diggia sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa tim dan Yamaha menjadi yang paling berminat untuk mendatangkan Diggia, kemudian memasangkannya dengan Jorge Martin.

Namun, baru-baru ini Yamaha kabarnya telah mencapai kesepakatan dengan pembalap muda asal Jepang, Ai Ogura, untuk bekerjasama mulai tahun 2027. Itu artinya, negosiasi dengan Diggia otomatis telah berakhir dan mereka tidak mencapai kesepakatan.

Secara performa, awal musim ini Diggia tampil cukup baik, dibuktikan dengan meraih 2 kali pole position di GP Brasil dan GP Amerika. Dia kini berada di posisi 4 klasemen sementara dan menjadi pembalap Ducati dengan ranking tertinggi.

Melihat performa Diggia yang seperti ini, rasanya sangat disayangkan jika Ducati dan VR46 melepasnya untuk tahun 2027. Kabar baiknya, melansir dari laman MotoGP News, Diggia kemungkinan masih bisa bertahan di VR46.

Hal ini disampaikan langsung oleh agen Diggia, Diego Tavano. Menurut Tavano, kliennya tersebut tengah melakukan pembicaraan dengan VR46 untuk perpanjangan kontrak, tapi dia dan Diggia enggan buru-buru menandatangani kesepakatan karena masih mempertimbangkan pilihan terbaik.

“Saat ini ada beberapa tim yang berminat. Kami sedang berbicara dengan beberapa tim, tetapi kami tidak ingin terburu-buru. Fabio sepenuhnya fokus pada kejuaraan. Diggia dua tahun lalu tentu tidak sama dengan yang sekarang. Karena itu, mereka ingin memperlakukannya seperti pembalap top, itulah sebabnya kami membutuhkan waktu sedikit lebih lama," ujar Tevano.

Kemudian, bicara soal VR46 dan Ducati, Tevano menjelaskan hubungan kerjasama mereka berjalan sangat baik. Tahun lalu, Diggia mendapat apresiasi atas performanya dengan menjadi satu-satunya pembalap non pabrikan yang diberi motor spesifikasi baru, GP25.

Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Ducati dan VR46, mereka selalu memperlakukan Fabio seperti pembalap top. VR46 juga merupakan tim papan atas, di mana pembalap menjadi pusat dari proyek tersebut," tambahnya.

Oleh sebab itu, Tevano sangat senang apabila Diggia bisa bertahan bersama Ducati dan VR46 untuk musim-musim yang akan datang.

Dan sepertinya, dia menginginkan motor spesifikasi pabrikan lagi untuk musim depan karena tahun ini posisi tersebut dialihkan ke Alex Marquez yang notabene menjadi runner up musim lalu.

Bertahan di sana dengan motor pabrikan akan menjadi solusi terbaik. Kami memiliki hubungan yang luar biasa dengan seluruh tim, dan Dall'Igna telah menunjukkan apresiasi yang besar atas apa yang telah dilakukan Fabio," katanya.

Untuk saat ini, masih belum ada kepastian ke mana Fabio Di Giannantonio akan berlabuh musim depan. Namun, dari pernyataan agennya di atas, sepertinya VR46 tetap akan menjadi tujuan Diggia mengingat hubungan dan performa yang baik.

Di sisi lain, minat dari tim lain harusnya tetap menjadi pertimbangan demi mendapatkan tempat terbaik untuk masa depan. Keputusan yang diambil Diggia tentu tidak hanya soal 'ke tim mana?', tetapi juga soal performa motor agar punya peluang bersaing di papan atas.

Namun, jika semua berjalan sesuai harapan, bertahan di VR46 adalah langkah yang paling baik untuk ditempuh. Kini, publik hanya tinggal menunggu keputusan resmi dari kedua belah pihak.

Kalau menurut kalian, apakah Diggia benar-benar akan bertahan di VR46 atau pergi ke tim lain untuk mencari tantangan baru?