Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Alex Marquez (Instagram/alexmarquez73)
Desyta Rina Marta Guritno

MotoGP 2026 baru berjalan 3 seri, tapi berita soal bursa transfer musim depan sudah hangat diperbincangkan. Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, menjadi salah satu yang sudah memiliki tim baru untuk musim depan.

Alex kini dikabarkan hampir mencapai kesepakatan dengan KTM setelah 4 tahun berada di Gresini. Hingga saat ini memang masih belum ada pengumuman resmi yang dirilis oleh kedua belah pihak, tapi menurut berita yang beredar ini hanya tinggal menunggu waktu.

Sejatinya kepindahan Alex ini dirasa cukup disayangkan, mengingat setelah 4 tahun bersama, pembalap asal Spanyol tersebut baru saja mencapai prestasi tertinggi selama berkompetisi di MotoGP.

Seperti yang kita ketahui, tahun lalu Alex Marquez tampil sangat baik sepanjang musim. Dia berhasil mengalahkan dominasi kakaknya sendiri, Marc Marquez, dengan meraih 3 kali kemenangan dan menjadi runner-up di akhir musim.

Atas prestasi tersebut, Ducati menaikkan posisinya menjadi pembalap pengembang tahun ini dan memberinya motor spesifikasi terbaru, Desmosedici GP26.

Bicara soal pengembangan, Alex menghadapi tugas yang cukup berat kali ini. Performa Ducati sedang tertinggal dari tim-tim lain, terutama Aprilia, yang awal musim ini tampil sangat baik dengan menyapu bersih kemenangan di 3 seri perdana.

Alex sendiri mengakui bahwa Aprilia yang tahun lalu belum bisa mengalahkan Ducati, kini sudah berhasil melampauinya. Sementara Ducati sendiri terjebak dalam performa yang stagnan. Alex berharap bisa segera menemukan solusi untuk memperbaiki penampilan mereka di balapan-balapan berikutnya.

Saat ini, Aprilia tampil lebih baik daripada Ducati, karena merekalah yang menang. Tahun lalu kami unggul dan mereka tidak bisa mengalahkan kami, tetapi musim ini Ducati agak stagnan. Mudah-mudahan kita bisa mencapai titik di tahun ini di mana kita bisa melangkah maju," ujar Alex, dilansir dari laman Motorsport.

Kendati sudah memilih KTM untuk masa depannya, Alex tidak lantas melepas tanggung jawabnya di Ducati. Saat ini statusnya masih menjadi pembalap Gresini yang mengembangkan motor Ducati, jadi dia masih berkewajiban untuk membantu timnya kembali ke performa terbaik.

Para pabrikan membayar pembalap mereka hingga akhir tahun, dan mereka berusaha memaksimalkan potensi mereka dan memberikan semua yang bisa mereka tawarkan. Ducati tidak mengubah apa pun karena rumor pasar. Mereka masih bekerja sama dengan empat pembalap pabrikan yang terikat kontrak,” tambahnya.

Sayangnya, jabatan baru yang diemban Alex ini tidak dibarengi dengan penampilan yang mumpuni. Dalam 3 seri awal, adik kandung Marc Marquez tampil mengecewakan, dia hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam sebagai hasil terbaiknya.

Di satu sisi, situasi ini juga menunjukkan profesionalisme Alex yang tetap menjaga komitmennya hingga kontraknya berakhir.

Meski masa depannya sudah mulai mengarah ke tim baru, fokusnya saat ini tetap tertuju pada bagaimana membawa Ducati kembali bersaing di barisan depan karena bagaimana pun di sisa musim ini dia akan tampil dengan motor Ducati, sehingga performa motornya juga berpengaruh pada performanya.

Keputusan Alex untuk mencoba tantangan baru pun bisa dipahami sebagai upaya untuk mengembangkan diri. Bergabung dengan KTM berpotensi memberinya lingkungan berbeda untuk berkembang, sekaligus membuka peluang meraih hasil yang lebih kompetitif di masa depan.

Terlepas dari itu semua, menarik untuk dinantikan bagaimana kiprah Alex di sisa musim ini. Apakah dia mampu membantu Ducati bangkit sekaligus menutup perjalanannya dengan manis sebelum benar-benar membuka lembaran baru bersama KTM di musim depan.

Lantas, apakah kepindahan Alex ke KTM sudah tepat atau justru disayangkan karena terkesan buru-buru meninggalkan Ducati?