Performa awal musim Marc Marquez saat ini amat disayangkan oleh banyak pihak, tentu saja karena Marc yang baru saja meraih gelar juara dunia di musim lalu tiba-tiba terjun bebas dan tertinggal cukup jauh dari pembalap lain.
Jika musim lalu dia berhasil memenangkan separuh balapan Grand Prix ditambah dengan kemenangan di sesi sprint, musim ini Marc baru naik podium tertinggi sebanyak 2 kali, yakni di sesi sprint race GP Brasil dan sprint race GP Jerez.
Banyak yang menduga bahwa penampilan Marc yang menurun ini disebabkan oleh cedera bahu yang dia alami pascakecelakaan bulan Oktober lalu. Meskipun sudah dinyatakan fit untuk balapan, tapi cedera ini nyatanya masih menyisakan efek yang cukup serius pada penampilan Marc.
Namun, di balik itu semua tentu ada pihak-pihak yang diuntungkan mengingat MotoGP adalah ajang kompetisi yang ketat. Salah satunya dirasakan oleh Aprilia, tim rival terdekat Ducati yang kini sedang memimpin klasemen di posisi 1 dan 2.
Bos Aprilia, Massimo Rivola, mengakui bahwa timnya diuntungkan dengan penampilan Marc Marquez yang belum seratus persen ini. Dengan demikian, gugurlah satu halangan terberat mereka untuk bisa tampil mendominasi.
“Kami juga diuntungkan oleh fakta bahwa Marc Marquez jelas tidak dalam performa terbaiknya, kami tentu telah melakukan pekerjaan yang hebat selama musim dingin ini," ujar Massimo Rivola, dilansir dari laman Crash.
Terbukti, dua pembalap pabrikan Aprilia berhasil tampil memukau di awal musim ini. Marco Bezzecchi kini memimpin klasemen sementara setelah menang di 3 seri perdana musim ini.
Begitu pula dengan Jorge Martin yang sudah mengoleksi 4 podium, termasuk 1 kemenangan di sprint race MotoGP Amerika 2026.
Tak hanya itu, dua pembalap Trackhouse (tim satelit Aprilia) juga berkembang sangat baik, di mana mereka lebih konsisten finis di barisan 10 besar, termasuk di Jerez kemarin Ai Ogura dan Raul Fernandez mengakhiri balapan di posisi 5 dan 6.
“Jelas penting untuk menempatkan empat motor di enam besar di Jerez, itu pertanda bagus. Kami memiliki dua pembalap yang sangat kuat, dan saya harus mengatakan bahwa Trackhouse berkembang dengan sangat baik," tambah Rivola.
Pencapaian ini tentu menjadi hal yang sangat baik untuk Aprilia karena ini membuktikan bahwa kerja keras yang selama ini mereka lakukan membuahkan hasil yang baik.
Ditambah lagi adanya momentum para pembalap Ducati sedang mengalami masalah dengan motor terbaru mereka, GP26, yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperlebar jarak mereka di klasemen sementara.
Massimo Rivola sendiri terus memotivasi timnya untuk bisa tetap konsisten, meskipun musim 2026 masih panjang tapi apa yang mereka capai saat ini sudah sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
“Kita sudah sampai, ayo, kita sudah sampai. Musim ini masih sangat panjang, tetapi kami yakin bahwa kerja keras yang kami lakukan sudah berada di jalur yang benar," katanya.
Terlepas dari hingar bingar yang tengah dirasakan Aprilia, mereka juga tidak boleh lupa bahwa kesenangan ini bisa bersifat sementara.
Pasalnya, usai Tes Jerez yang dilaksanakan setelah GP Jerez lalu, Ducati mengklaim telah menemukan solusi untuk membuat motor GP26 mereka lebih kompetitif lagi.
Dan ini tentu menjadi PR besar bagi Aprilia untuk bisa tampil lebih baik lagi karena jika Ducati bangkit, sudah hampir dapat dipastikan ini dapat merepotkan mereka untuk tampil dominan.
Seperti kata Massimo Rivola tadi, bahwa penampilan Marc Marquez ini belum seratus persen. Belum seratus persen saja Marc sudah memenangkan 2 kali balapan sprint, meskipun angkanya masih kecil, tapi ini bisa menjadi ancaman yang serius jika Marc dan Ducati benar-benar bisa kembali ke performa terbaik mereka.
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
Kimi Antonelli Merasa Lebih Siap untuk F1 GP Miami 2026, Bakal Hattrick?
-
Tes Jerez 2026: Reaksi Pembalap Positif, MotoGP Bakal Makin Kompetitif
Artikel Terkait
-
MGBKI Soroti Kegagalan Sistem, Buntut Dokter Magang di Jambi Meninggal Kelelahan
-
Kasus Dokter Magang Meninggal di Jambi Disorot, Polisi Tunggu Hasil Audit Kemenkes
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
Hobi
-
Jadwal MotoGP Prancis 2026: Ducati Masih Berupaya, Aprilia dalam Bahaya
-
Rekornya Terputus, Marco Bezzecchi Akui Tak Mudah Lawan Alex Marquez
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Kesulitan Pakai Motor GP26, Marc Marquez Enggan Kembali Gunakan Motor Lama
-
GILA! Mesin Ferrari F355 Dipasang ke Motor, Tenaganya 375 HP Brutal!
Terkini
-
Teriakan Suara Hati Buruh vs Bahasa Aman Para Elite
-
Review Film Swapped: Suguhkan Animasi Indah dengan Cerita yang Heartwarming
-
Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Serial Disney+ 'Made in Korea 2'
-
Review Lord of the Flies: Drama Psikologis yang Mengungkap Sifat Manusia!
-
Benarkah Internet Kita Menyumbang Jejak Karbon Tertinggi di Luar Angkasa?