Kesabaran pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, tampaknya sudah hampir habis. Hal ini terkait dengan performa motor Yamaha V4 yang dia kendarai yang tak kunjung menunjukkan perkembangan.
Upaya Yamaha untuk mengganti mesin inline4 mereka ke V4 sejatinya diharapkan bisa mengejar ketertinggalan Yamaha dengan pabrikan-pabrikan lain. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.
Pabrikan asal Iwata tersebut ternyata justru mengalami masalah yang cukup serius, jika tahun lalu mereka berhasil mengoleksi 42 poin setelah 4 seri, tahun ini hasilnya menurun cukup jauh yakni hanya 14 poin.
Hal ini tentu membuat para pembalap Yamaha merasa frustrasi dan kesal, tak terkecuali Fabio Quartararo. Juara dunia tahun 2021 ini kerap kali melontarkan komentar pedas terhadap motornya saat sesi wawancara.
Usai MotoGP Jerez 2026 kemarin, di mana Fabio finis 30 detik di belakang Alex Marquez (pemenang GP Jerez), dia kembali mengungkapkan kekesalannya. Menurut Fabio, dia tidak merasakan kenyamanan dalam aspek mana pun saat berkendara dengan motornya.
“Sayangnya, tidak ada satu pun bidang di mana kami kuat atau di mana saya bisa mengatakan saya merasa nyaman. Saya merasa tidak nyaman saat mengerem, memasuki tikungan, berbelok, berakselerasi, atau mengerem," ujar Quartararo, dilansir dari laman Crash.
Kemudian, Fabio juga menjelaskan rumitnya kondisi yang tengah dialami Yamaha saat ini. Di mana setiap ada masalah yang berhasil diatasi, akan selalu muncul masalah baru. Dia menyayangkan merosotnya performa Yamaha tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.
“Ada begitu banyak bidang di mana kita memiliki masalah dan kesulitan. Sekalipun kita menyelesaikan satu masalah, masalah lain akan muncul. Secara pribadi, saya tidak bodoh, saya tahu cara berkendara dan seberapa besar kerugian yang kami alami. Itu jelas terlihat. Setahun yang lalu, saya berada di podium. Hari ini, saya tertinggal tiga puluh detik,” tambahnya.
Usai GP Jerez 2026 kemarin, para pembalap MotoGP dijadwalkan menjalani uji coba. Dalam sesi tersebut tim dan pembalap mencoba perkembangan yang dilakukan pada motor.
Fabio Quartararo dan Yamaha pun juga melakukan hal yang sama, mereka menguji beberapa aspek seperti aerodinamika, swingarm, dan sasis elektronik. Hasilnya cukup positif, di mana Quartararo finis di urutan ketujuh secara keseluruhan.
Namun, pembalap asal Prancis tersebut mengaku tidak menemukan sesuatu yang berarti dalam uji coba di Jerez. Dia merasa ada kemajuan, tapi itu tidak besar dan tidak benar-benar penting. Akibatnya, dia tidak bisa merasa optimis untuk menghadapi balapan berikutnya di Le Mans.
“Saya rasa kami tidak menemukan sesuatu yang besar; ini hanya detail kecil yang bisa membantu saya saat berkendara. Tapi jujur saja, kami tidak menemukan sesuatu yang benar-benar penting," katanya.
Kesulitan yang tengah dialami Yamaha ini juga tidak hanya dirasakan oleh para pembalapnya saja, Manajer Tim Yamaha, Massimo Meregalli juga mengaku sempat merasa optimis dengan perkembangan yang dilakukan Yamaha saat ini.
Namun, pada kenyataannya dia juga harus menghadapi fakta bahwa proses yang mereka lakukan saat ini tidak mudah dan berjalan lambat.
"Harus saya akui, saya kira ini akan sedikit lebih mudah. Sayangnya, kita menghadapi jalan yang mungkin tidak kita duga, yang sedikit memperlambat proses pengembangan," jelas Meregalli.
Namun, untuk selanjutnya Meregalli tetap percaya dengan proses yang mereka lakukan yang tentunya akan membuahkan hasil yang diharapkan.
Sayangnya, perasaan optimis tersebut sepertinya tidak berlaku untuk Fabio Quartararo yang sudah mulai muak dengan performa motor yang tak kunjung membaik.
Bukan hal yang salah, sebagai pembalap dengan potensi yang baik dan pernah menjadi juara dunia, Fabio pasti menginginkan motor terbaik untuk bisa kompetitif di lintasan.
Baca Juga
-
Jadwal MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Tak Mau Memberi Harapan Palsu
-
Kisah Unik Kakak Adik di Piala Dunia 2026: Ada yang Kembar hingga Beda Benua
-
Mau Nobar Piala Dunia? 5 Inspirasi Outfit Ini Buat Penampilanmu Makin Kece
-
7 Pemain Top Eropa Ini Absen di Piala Dunia 2026, Apa Alasannya?
-
Wajib Tahu! Ini 4 Perubahan Aturan yang Akan Diterapkan di Piala Dunia 2026
Artikel Terkait
-
7 Penyebab Oli Mesin Motor Cepat Habis dan Cara Mengatasinya
-
Terpopuler: Alternatif Pajero Sport yang Kebal Biosolar, Motor Cakep Yamaha Penantang Scoopy
-
Motor Yamaha Satu Ini Bikin Scoopy Bisa Terpukul Mundur, Segini Harganya
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Atenx Katros Ubah Mio 2003 Jadi Motor Listrik, Tenaga Setara Motor 400 cc!
Hobi
-
Prediksi Tunisia vs Jepang: Elang Kartago Krisis, Samurai Biru Mendominasi?
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Lamine Yamal Jadi Starter, Prediksi Lini dan Taktik Spanyol vs Arab Saudi
-
Piala Dunia 2026: Panggung Mewah Terakhir Para Pesepakbola Veteran
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
Terkini
-
Novel Haru-Biru, Dua Kisah Menyentuh tentang Cinta dan Pengorbanan
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Ulasan Novel Katri, di Balik Senyum Tenang yang Menyimpan Seribu Rahasia
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia