Salah satu ikon pesepak bola dunia, Lionel Messi menampilkan permainan memukau di laga pembuka Argentina. Memimpin rekan-rekannya bertarung melawan Aljazair di Kansas City, skipper Tim Tango itu memborong semua gol kemenangan timnya atas sang lawan.
Berdasarkan rilisan resmi laman FIFA, Messi yang tampil selama 80 menit, mencetak hat-trick berujung kemenangan tiga gol tanpa balas tim asal Amerika Latin itu.
Setelah membuat seisi stadion bergemuruh dengan lesakan indah yang menjadi ciri khasnya pada menit ke-17, Messi kembali memberikan hukuman kepada wakil Benua Afrika itu di menit ke-60 melalui bola rebound yang mengecoh.
Tak sampai di sana, ketika pertarungan memasuki menit ke-76, eks bintang Barcelona tersebut kembali mendatangkan decak kagum melalui tembakan plesing mendatar dari sekitaran kotak luar penalti di menit ke-76.
Alhasil, tanpa bisa dibantah, Messi yang tampil apik nan luar biasa pada pertarungan itu memang sangatlah layak untuk menyandang predikat sebagai penampil terbaik.
Hattrick Messi Seharusnya Tak Terjadi
Sayangnya, penampilan apik Messi di laga Argentina melawan Aljazair, sampai kini --bahkan mungkin berwaktu-waktu semenjak pertandingan dimainkan-- akan terus menjadi bahasan yang menimbulkan pro dan kontra.
Bagaimana tidak, di balik penampilan Messi yang begitu memanjakan mata pencinta sepak bola dunia, eks PSG itu justru kedapatan melakukan sebuah pelanggaran berat, yang sayangnya luput dari hukuman.
Seperti yang telah banyak dibahas oleh media maupun para penggemar sepak bola dunia, pada menit ke-31 Messi melakukan sebuah tindakan yang seharusnya bisa membuatnya diusir dari lapangan. Ketika mencoba untuk merebut bola dari kaki Aissa Mandi, Messi terlihat dengan jelas terlibat kontak yang cukup brutal.
Berdasarkan tayangan pertandingan, Messi kedapatan memasukkan kakinya ke kaki Mandi, dan hal itu dilakukannya dari belakang. Namun sayangnya, wasit yang memimpin jalannya laga itu justru abai dan terkesan tak menganggap ada pelanggaran yang dilakukan.
Alih-alih memberikan kartu kepada Messi, wasit Szymon Marciniak dari Polandia bahkan tak melakukan checking VAR untuk meninjau ulang kejadian tersebut. Alhasil, pelanggaran yang dilakukan oleh Messi itu pun pada akhirnya menguap dan tak mendapatkan hukuman seperti pelanggaran-pelanggaran berskala kecil lainnya.
Padahal, jika kita lihat dengan saksama, apa yang dilakukan oleh Messi terhadap Mandi tersebut, berpotensi untuk mendapatkan kartu merah langsung.
Tentu saja saya berani menyatakan ini bukannya tanpa dasar. Selain karena banyak bintang sepak bola maupun komentator kelas dunia yang menyatakan demikian, pelanggaran itu jika dilihat dari tata aturan yang ditentukan oleh IFAB sendiri juga sudah memenuhi syarat pemberian kartu merah langsung.
Berdasarkan tata aturan sepak bola yang dirilis oleh IFAB Law 12 yang mengatur tentang "Fouls and Misconduct", ada pasal-pasal yang memberatkan pelanggaran dari Messi ini.
"A tackle or challenge that endangers the safety of an opponent or uses excessive force or brutality must be sanctioned as serious foul play.
Any player who lunges at an opponent in challenging for the ball from the front, from the side or from behind using one or both legs, with excessive force or endangers the safety of an opponent is guilty of serious foul play," tulis IFAB di Law 12 bagian "Serious Foul Play".
Jika kita melihat penjelasan dari IFAB di atas, tentunya saya sepakat dengan Marcelo, Pepe, para bintang sepak bola dunia maupun komentator pertandingan yang menyatakan bahwa Messi memang layak untuk mendapatkan kartu merah langsung.
Pasalnya, setidaknya ada dua hal mendasar yang memantaskan hal itu. Hal pertama adalah pelanggaran dilakukan dari belakang. Selayaknya pelanggaran dari belakang lainnya, maka setidaknya Messi patut untuk mendapatkan kartu kuning pada pertandingan melawan Aljazair kemarin.
Bukan hanya dari belakang, ada hal lain yang juga lebih memberatkan hukuman bagi Messi. Dalam tayangan ulang, terlihat jelas jika Messi melakukan pelanggaran tersebut dengan sengaja, pun dilakukan dengan kekuatan penuh.
Tindakan yang dilakukan Messi itu sudah masuk dalam ranah "uses excessive force or brutality", dan layak untuk mendapatkan ganjaran kartu merah langsung.
Dari penjelasan di atas, saya pribadi lebih setuju jika Messi seharusnya diganjar kartu merah langsung dari sang pengadil. Dan jika hal itu terjadi, maka sudah pasti hat-trick yang diciptakan oleh Messi ke gawang Aljazair tak akan pernah terjadi.
Selain itu, efek yang ditimbulkan pun akan berkesinambungan. Selain gagal mencetak hat-trick, kartu merah yang dikeluarkan untuk Messi juga akan membuat dua gol tambahannya tak diakui serta membuat La Pulga harus menepi di laga selanjutnya.
Selain itu, dampak lainnya adalah, karena dua gol tak akan pernah terjadi karena sudah harus keluar lapangan di menit ke-31, maka nama Messi yang kini masuk dalam daftar puncak pencetak gol terbanyak gelaran Piala Dunia dengan 16 gol akan dianulir dan harus kembali berjuang di pertandingan lain untuk bisa mendapatkan predikat itu.
Baca Juga
-
Prancis vs Senegal: Tuntasnya Dendam Kekalahan 24 Tahun yang Sempat Bikin FIFA Ubah Regulasi
-
Piala Dunia 2026: Duel Senegal Vs Prancis dan Sepenggal Kenangan Masa Remaja yang Mengecewakan
-
Vibes Piala Dunia 2026 Masih Anyep, FIFA Harusnya Lirik 2 Potensi Besar Ini untuk Dimaksimalkan
-
Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
-
Piala Dunia 2026 dan Poin Perdana Qatar yang Sejatinya Tak Begitu Membantu Mereka di Kontestasi
Artikel Terkait
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Ronaldo Melempem dan Portugal Loyo, Thierry Henry Sebut Terlalu Egois
-
Hasil Piala Dunia 2026: Caleb Yirenkyi Jadi Pahlawan Kemenangan Ghana atas Panama
-
Harry Kane Samai Rekor Gary Lineker, Jadi Raja Gol Inggris di Piala Dunia
-
Inggris Kalahkan Kroasia, Harry Kane Tampil Sempurna di Mata Thomas Tuchel
Hobi
-
Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe dan Misi Raih Rekor Pencetak Gol Terbanyak
-
Ronaldo Melempem dan Portugal Loyo, Thierry Henry Sebut Terlalu Egois
-
Resmi Jadi Raja Gol, Mampukah Messi Lewati Rekor 16 Gol Miroslav Klose di Piala Dunia 2026?
-
Mentalitas Baja Samurai Biru: Mengapa Jepang Layak Jadi Kuda Hitam Paling Berbahaya
-
Lewis Hamilton Podium ke-106 Bersama Ferrari, Rekornya Makin Tak Tersentuh!
Terkini
-
Mirip Harry Potter, Film Animasi Hexed Bawa Penonton ke Dunia Penyihir
-
Piala Dunia 2026: Format dan Harapan Baru, Tim Underdog Bakal Beri Kejutan?
-
Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap
-
Prediksi Lini dan Skor Uzbekistan vs Kolombia: Los Cafeteros Bidik 3 Poin
-
Pengkhianatan, Trauma, dan Luka Masa Kecil dalam The Silent Patient