Insiden yang melibatkan pembalap MotoGP, Marco Bezzecchi, dengan seorang mashal (petugas yang ada di tepi lintasan, biasanya bertugas menolong pembalap jatuh) di sprint race GP Ceko 2026 kemarin menjadi topik yang hangat diperbincangkan.
Hal ini dikarenakan tindakan Marco Bezzecchi yang mendorong dan memukul marshal tersebut sama sekali tidak dibenarkan dan melanggar aturan.
Kronologi
Situasi yang dialami Bezzecchi sebenarnya sangat bisa dimengerti. Saat itu Bezz baru saja mengalami kecelakaan, bagi dia yang sedang mengincar poin demi bisa menyelamatkan posisinya di puncak klasemen, jatuh adalah sesuatu yang sangat dihindari. Masuk akal jika pembalap Aprilia tersebut merasakan emosi sesaat.
Kemudian, salah satu marshal yang bertugas menolongnya mencoba membangunkan motor dengan memegang tuas gas yang masih menyala (dalam keadaan tidak mengerti/sengaja) sehingga membuat motor Bezz meraung. Hal tersebut berpotensi membuat mesin motor rusak.
Bezz yang khawatir langsung berlari dan mendorong serta memukul marshal, kemudian mematikan mesin, dan memukul marshal untuk kali kedua.
Meskipun tindakan Bezz terdorong oleh emosi dan maksud untuk menyelamatkan motor, yang dia lakukan tentu tidak dapat dibenarkan dan melanggar aturan.
Hukuman dan Pengajuan Banding
Atas perbuatannya, Marco Bezzecchi diganjar hukuman dilarang tampil di sesi balap utama GP Ceko 2026 atau diskors.
Melansir dari laman Crash, Aprilia mencoba mengajukan banding dengan alasan pihak mereka merasa ada ketidakseimbangan antara tindakan dan hukuman dalam kasus-kasus lain yang serupa di masa lalu.
Sebagai contoh, Marco Bezzecchi sebelumnya pernah melakukan tindakan yang sama di tahun 2022, tepatnya setelah kecelakaan di Valencia, tapi saat itu dia dihukum denda, bukan larangan mengikuti balapan.
Namun, dewan banding FIM memberi keputusan bahwa: "Agresi fisik terhadap marshal sama sekali tidak dapat diterima dalam olahraga motor profesional dan tidak dapat ditoleransi terlepas dari keadaan yang menyebabkan insiden tersebut"
Setelah keputusan itu, Aprilia mengumumkan bahwa mereka menerima hukuman tersebut dan tidak akan mengajukan banding lebih lanjut ke Mahkamah Banding Internasional (CAI).
Permintaan Maaf Marco Bezzecchi
Menyadari tindakannya yang salah, Marco Bezzecchi mengungkapkan permintaan maafnya terhadap semua pihak, termasuk marshal itu sendiri, Aprilia, dan penggemarnya, melalui unggahan di media sosial.
“Saya meminta maaf kepada semua orang, Aprilia Racing, dan semua penggemar saya," tulisnya.
Respon Marshal
Ladislav, marshal yang terlibat insiden dengan Bezzecchi tersebut ditemui dan diwawancara. Dia mengaku tidak sengaja membuat motor RS-GP milik Bezzecchi meraung, melainkan hanya berniat melakukan tugas.
Dia juga mengatakan sangat memahami situasi dan kondisi Bezzecchi saat itu yang mungkin sedang frustrasi karena kecelakaan.
“Dia pasti sedang stres, dan saya memahami situasinya: dia mengalami kecelakaan,” katanya.
Respon Sang Guru
Kejadian yang menimpa Marco Bezzecchi ini ternyata juga mendapat sorotan dari mentor/gurunya, Valentino Rossi. Bezzecchi diketahui merupakan murid Rossi di akademi VR46.
Menurut pengakuannya, legenda MotoGP tersebut tidak menyangka bahwa Bezzecchi sampai dihukum tidak bisa mengikuti balapan.
“Saya rasa Marco melakukan kesalahan, tetapi, jujur saja, saya tidak menyangka dia tidak bisa balapan,” ujar Rossi.
Apapun alasan yang mendasarinya, tindakan Bezzecchi ini harusnya tidak sampai terjadi. Di sisi lain, ini juga menjadi pengingat bagi panitia MotoGP untuk membekali para marshal dengan pengetahuan dan pelatihan.
Karena pada dasarnya ini bersumber dari ketidakpahaman marshal terhadap prosedur pertolongan yang benar, kejadian seperti ini tentu berpotensi merugikan banyak pihak, mulai dari tim (karena motornya berpotensi rusak), pembalap (mendapat hukuman), dan marshal itu sendiri.
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
Hobi
-
Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?
-
Membelot dari Hongkong, Adik Mitchell Baker Segera Bela Timnas Indonesia?
-
Jadwal MotoGP Qatar 2026: Balapan di Tengah Isu Perang, Tim Yamaha Mundur
-
Piala Asia 2027 Resmi Diundur, Untung atau Buntung bagi Timnas Indonesia?
-
Jadwal dan Prediksi Liga Champions: Misi Bangkit Barcelona hingga Manchester United
Terkini
-
Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?
-
Dibintangi Bradley Cooper, Film G.I. Joe Terbaru Siap Tayang Oktober 2028
-
Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!
-
Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi
-
Darurat Spyware di Indonesia: Saat Penyadapan Ilegal Makin Mudah Mengintai