Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Maverick Vinales (Instagram/maverick12official)
Desyta Rina Marta Guritno

Belakangan ini, dunia MotoGP sedang diramaikan oleh berita tentang tim KTM dengan pembalap mereka, Maverick Vinales (KTM Tech3).

Di tengah upaya KTM membangun kembali proyek mereka untuk menghadapi era regulasi baru tahun 2027, perseteruan antara tim dan pembalap ini pun menjadi salah satu isu yang paling menyita perhatian di paddock MotoGP dalam beberapa pekan terakhir.

Diketahui Maverick Vinales absen balapan hampir sepanjang musim karena berbagai masalah cedera, hal ini kemudian membuat para petinggi KTM merasa frustrasi dengannya.

MotoGP Jerman 2025 menjadi titik awal cedera parah pada bahu kiri Vinales, ini terjadi saat ia mengalami crash di Sirkuit Sachsenring pada bulan Juli 2025.

Cedera ini berlanjut dan menghambat penampilannya di musim 2026 karena proses pemulihan yang lambat serta ditemukannya robekan baru yang sebelumnya tidak terdiagnosis.

Tak sampai di situ saja, sepanjang kalender 2026, Vinales juga sempat mengalami insiden kecil dan harus absen. Dia sempat melewatkan GP Amerika Serikat di COTA pada awal musim karena nyeri bahu yang parah, serta insiden di beberapa seri pembuka akibat kesulitan menemukan settingan terbaik pada motor RC16.

Melansir dari laman MotoGP News, KTM dianggap kurang berempati terhadap Vinales yang sedang berjuang melewati masa cedera, bagi sebuah tim sudah seharusnya mereka ikut mendukung dan memberi semangat untuk pembalap agar cepat pulih dan kembali berkompetisi.

Sayangnya, yang terjadi justru tidak seperti itu. Bahkan baru-baru ini ada rumor yang menyebutkan bahwa KTM akan memutus kerjasama mereka dengan Vinales sebelum akhir musim.

Meskipun baru rumor, jika benar tarjadi maka hal ini tentu akan mencoreng reputasi KTM di mata pembalap lain, bukan tidak mungkin mereka bisa dibenci karena tidak menghargai kondisi pembalap.

Namun, Vinales sendiri sudah membantah tuduhan tersebut melalui unggahan di Instagram Story-nya.

Berhentilah menulis artikel bodoh tentang saya, saya tidak akan balapan di SBK dan saya akan menyelesaikan tahun ini sesuai kontrak saya," tulis Vinales, dilansir dari laman Crash.

Jelang dimulainya seri ke-13 MotoGP sekaligus menjadi awal dadi paruh kedua musim, Maverick Vinales dipastikan masih akan absen di GP Inggris karena kondisi fisik yang belum pulih.

Sebagai gantinya, Tech3 telah menunjuk Pol Espargaro untuk menjadi pembalap pengganti bagi rekan senegaranya tersebut di Silverstone. Ini akan menjadi penampilan pertama Pol di musim 2026, setelah terakhir kali tampil di MotoGP pada GP Portugal 2025.

Lantas, jika Vinales benar-benar akan pergi dari Tech3, siapa yang akan menggantikannya musim depan?

Sementara KTM pabrikan telah mencapai kerjasama dengan Alex Marquez dan Fabio Di Giannantonio untuk tahun 2027, Tech3 kabarnya masih akan melakukan pembicaraan dengan Luca Marini dan Manuel Gonzales serta Senna Agius. Dengan demikian, Vinales hampir dipastikan akan kehilangan kursi di Tech3 untuk musim depan.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari KTM maupun Tech3 mengenai masa depan Maverick Vinales.

Dengan kontraknya yang masih berlaku hingga akhir musim 2026, segala keputusan terkait kelanjutan kerja sama kedua belah pihak kemungkinan baru akan diumumkan setelah paruh kedua musim bergulir.

Di sisi lain, masa depan Vinales di MotoGP juga masih menjadi tanda tanya. Jika benar kehilangan kursinya di Tech3, pembalap asal Spanyol itu harus mencari peluang baru untuk tetap bertahan di kelas premier.

Pengalaman panjang serta rekam jejaknya sebagai pemenang balapan bersama tiga pabrikan berbeda masih menjadi modal penting untuk menarik minat tim lain.