Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Tim Trackhouse Racing (motogp.com)
Desyta Rina Marta Guritno

Dibalik kesuksesan Aprilia secara keseluruhan di sepanjang musim 2026 ini, ada satu fakta yang menarik untuk dikulik, yakni tentang Trackhouse Racing yang sepertinya mulai menjadi ancaman untuk tim induk mereka.

Dominasi Aprilia di MotoGP 2026

Dominasi Aprilia di musim 2026 ini memang tak bisa dipandang sebelah mata, Ducati yang menjadi primadona di awal musim mampu ditenggelamkan oleh pabrikan asal Noale ini.

Sejak awal, Marco Bezzecchi langsung tampil sangat baik dengan 3 kemenangan beruntun dan dilanjutkan dengan beberapa hasil podium.

Atas performa yang baik imi, Bezz sempat memimpin klasemen hingga beberapa seri sebelum akhirnya mengalami penurunan performa.

Hal yang sama juga dilakukan oleh rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin. Martin membuat kekuatan Aprilia semakin komplet, saat Bezzecchi meredup dia bersinar dengan kembali memenangkam balapan setelah 588 hari di MotoGP Prancis.

Sampai GP Inggris kemarin, Martinator berhasil memimpin klasemen sementara dan memperlebar keunggulan menjadi 31 poin setelah finis kedua pada balapan utama.

Bukan Hanya Ducati, Kini Trackhouse juga Mengancam

Tak hanya dua pembalap Aprilia pabrikan yang berhasil tampil impresif musim ini, faktanya 2 pembalap Aprilia dari tim satelit Trackhouse, yakni Ai Ogura dan Raul Fernandez, juga memberikan performa yang baik.

Melansir dari situs resmi MotoGP, motogp.com, Ai Ogura juga beberapa kali mampu bersaing di depan. Sejauh musim 2026 ini, Ogura berhasil menjadi juara MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, yang menjadi kemenangan perdananya di kelas utama.

Kemudian, finis di posisi ke-2 di MotoGP Jerman 2026 yang sempat membawanya naik ke peringkat kedua klasemen sementara.

Serta meraih pole position pertama di MotoGP pada sesi kualifikasi MotoGP Ceko 2026 di Sirkuit Brno tanggal 20 Juni 2026 lalu.

Atas performa yang konsisten di setiap seri, Ai Ogura kini berada di posisi 3 klasemen sementara.

Di sisi lain, Raul Fernandez membuktikan bahwa dia juga tidak ketinggalan dengan pembalap Aprilia yang lain. Sebelum GP Inggris, Raul Fernandez memang lebih sering berada di belakang tiga pembalap Aprilia lainnya.

Namun, di sesi balap utama GP Inggris kemarin dia langsung memimpin balapan dan tak tersentuh sejak lap pertama hingga garis finis.

Dengan ini, keempat pembalap Aprilia, yakni Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Raul Fernandez, sama-sama menunjukkan kemampuan bersaing di barisan depan.

Itu artinya, ancaman Aprilia kini bukan hanya Ducati, tapi juga tim satelitnya sendiri, Trackhouse. Bahkan dalam beberapa kesempatan Trackhouse terlihat lebih mengancam dibandingkan Ducati.

Ai Ogura kini berada di posisi 3 klasemen sementara (kemarin sempat di posisi 2) yang berpotensi mengancam posisi 2 pembalap Aprilia pabrikan yang ada di atasnya.

Kisah yang Sama dengan Ducati

Apa yang sedang dialami Aprilia kini kurang lebih juga pernah dirasakan oleh Ducati pada tahun 2023, 2024, dan 2025. Di mana 2 pembalap mereka dari tim berbeda bertarung memperebutkan gelar juara dunia.

Pada tahun 2023 dan 2024, Pecco Bagnaia (Ducati Lenovo) bersaing dengan Jorge Martin (Pramac Racing) hingga seri terakhir.

Begitu pula tahun lalu saat Marc Marquez (Ducati Lenovo) melawan adik kandungnya sendiri, Alex Marquez (Gresini Racing) dalam perburuan gelar.

Dalam tiga pertarungan ini, Ducati sangat terbuka dan membiarkan hasil ditentukan oleh pembalap mereka sendiri. Mereka tidak lebih condong ke pembalap pabrikan, dibuktikan dengan kemenangan Jorge Martin di tahun 2024.

Lantas, dengan posisi yang sama apakah Aprilia juga akan bersikap adil kepada para pembalapnya? Berdasarkan hasil sejauh ini di mana posisi top 3 yang masih sering berubah, sepertinya Aprilia juga mengambil sikap yang sama dengan Ducati.

Mereka juga pernah menerapkan Black Rules atau Aturan Hitam pada Bezzecchi dan Martin. Dalam aturan ini, baik Martin maupun Bezzecchi harus balapan dengan penuh hormat dan tidak mencoba manuver kotor atau berisiko yang dapat merugikan mereka berdua atau tim.

Dengan demikian, besar kemungkinan Aprilia terbuka dengan peluang juara yang dimiliki 3 pembalapnya. Tidak peduli dari tim pabrikan atau satelit, mereka akan mendapat dukungan yang sama.