M. Reza Sulaiman | Desyta Rina Marta Guritno
Marc Marquez (Instagram/@marcmarquez93)
Desyta Rina Marta Guritno

Marc Marquez adalah salah satu pembalap MotoGP yang selalu berhasil membuat jalannya balapan terasa lebih menarik, bukan hanya ketika berada di barisan depan, tapi juga saat di belakang.

Begitu Marc mulai masuk dalam sebuah pertarungan, balapan jadi makin panas dan seru untuk disaksikan. Oleh karena itu, Marc Marquez sering dianggap sebagai momok atau ancaman untuk pembalap lainnya.

Lantas, dalam persaingan dalam balapan apakah lebih baik mengejar atau dikejar Marc Marquez?

Marc Marquez Memang Punya Gaya Balap yang Agresif

Pertama, Marc memang dikenal sebagai pembalap yang memiliki keinginan kuat untuk mendapatkan hasil terbaik. Ketika melihat peluang untuk mendekati pembalap di depannya, dia tidak akan membiarkannya begitu saja dan akan terus menyerang.

Jika berada dalam situasi seperti ini, tentu pembalap di depannya harus terus waspada jika posisinya tidak ingin diambil alih oleh The Baby Alien.

Mengejar Marc Marquez Itu Sulit?

Ketika seorang pembalap berada di belakang dan bersiap untuk menyalip, pembalap itu bisa memanfaatkan situasi tertentu untuk mencari celah. Ini berlaku saat melawan siapa pun, termasuk Marc Marquez.

Memang Marc Marquez jika sedang dalam performa yang baik biasanya sulit dikejar, apalagi jika berada di sirkuit favoritnya, dia cenderung tak terkalahkan.

Namun, jika pembalap di belakangnya bisa lebih agresif dan pandai memanfaatkan kesempatan, maka dia bisa memberikan tekanan balik.

Tidak sekali dua kali Marc Marquez kalah battle dengan pembalap lainnya, bukan? Bisa saja Marc sedang mengalami masalah dengan motornya atau kondisi fisik yang tidak prima.

Seperti yang terjadi di GP Silverstone 2026 lalu, Marc mengalami akhir pekan yang sulit di mana ia finis di posisi kesembilan di sesi sprint dan posisi ketujuh pada sesi balap utama. Hal ini dikarenakan Marc kehilangan kendali atas lengan kanannya.

Dengan demikian, mengejar Marc Marquez tidak selalu sulit, tidak mustahil, dan juga tidak salah. 

Lalu, Bagaimana Kalau Justru Dikejar Marc?

Menjadi pembalap yang berada di depan Marc juga sebenarnya bukan masalah selama mampu mengatur balapan dengan baik.

Kuncinya adalah mengelola penggunaan ban, meminimalisir kesalahan, dan pastinya memiliki strategi yang tepat. Kalau seorang pembalap mampu melakukan semua itu, Marc Marquez pun belum tentu berhasil melewatinya. Jadi, dikejar Marc juga bukan berarti pasti terkejar.

Hanya saja, dalam situasi ini adrenalin memang jadi lebih terpacu, apalagi penonton. Ada Marc Marquez yang mengintai di belakang rasanya seperti tidak aman, rasanya 'ketar-ketir' apakah pembalap yang ada di depannya sanggup menahan gempuran Marc sampai ke garis finis atau tumbang di tengah jalan.

Jadi, Lebih Baik Mengejar atau Dikejar Marc Marquez?

Kalau harus memilih mana yang lebih baik, sebenarnya tidak ada jawaban pasti. Mengejar Marc bukan berarti pasti kalah, begitu pula saat dikejar Marc bukan berarti pasti akan kehilangan posisi.

Pada dasarnya, hasil yang diterima setiap pembalap tetap bergantung pada banyak faktor, bukan hanya pada siapa lawannya. Skill pembalap, performa motor, kondisi ban, strategi, kemampuan membaca situasi, hingga cuaca, semuanya memiliki peran.

Seorang pembalap yang memiliki kecepatan dan strategi bagus tetap bisa mengalahkan Marc, baik ketika berada di depan maupun ketika harus mengejarnya. Begitu pula Marc, sebagus apa pun seorang pembalap, dia tetap bisa mengalami hari ketika performanya tidak maksimal.

Namun ada satu hal yang mungkin bisa disepakati, ketika Marc Marquez terlibat dalam sebuah pertarungan, balapan biasanya terasa sedikit lebih menarik untuk disaksikan. Bukan karena Marc selalu menang, tapi karena gaya balapnya yang memang cenderung menyerang.