Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Pemain Bali United. (Instagram/baliunitedfc)
Rana Fayola R.

Klub kebanggaan masyarakat Pulau Dewata, Bali United, mengusung target tinggi untuk merebut kemenangan penuh dan menegaskan dominasi dalam setiap laga kandang selama mengarungi kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar.

Langkah ini diambil setelah manajemen dan tim pelatih melakukan evaluasi mendalam terhadap performa tim yang dinilai kurang stabil pada musim kompetisi sebelumnya.

Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, mengungkapkan alasan mendasar di balik penetapan target ambisius tersebut bagi tim asuhannya.

“Kami ingin meraih kemenangan yang lebih banyak di partai kandang mengingat musim lalu belum terlalu konsisten ketika bermain di rumah,” kata Pelatih Kepala Bali United Johnny Jansen di Gianyar, Bali, Rabu (12/8/2026) sebagaimana menyadur Antara News.

Jansen menambahkan bahwa kehadiran para suporter di tribun Stadion Dipta memberikan dorongan emosional serta nilai plus yang sangat berharga bagi perjuangan Serdadu Tridatu di lapangan hijau.

Pada musim 2025/2026 yang merupakan debut pelatih asal Belanda tersebut menahkodai tim, Bali United harus puas finis di urutan kedelapan klasemen akhir.

Sepanjang musim lalu, Bali United mencatatkan hasil yang kurang memuaskan dengan torehan 14 kali menang, 9 kali imbang, serta 11 kali menderita kekalahan.

Catatan saat bermain di kandang pun menjadi sorotan utama, karena dari total 17 pertandingan kandang, Bali United hanya mampu mengemas enam kemenangan, enam hasil imbang, dan harus menelan lima kali kekalahan di hadapan pendukung sendiri.

Memasuki musim kompetisi baru yang dijadwalkan bergulir mulai September 2026, Bali United bakal melakoni laga pembuka melawan PSS Sleman pada Jumat (4/9) di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pertandingan pembuka ini menjadi momen kedua kalinya bagi kedua tim saling berhadapan di laga perdana, setelah sebelumnya pernah bertemu pada pembukaan musim 2023/2024.

Pada pertemuan musim 2023/2024 tersebut, Ricky Fajrin dan kawan-kawan terpaksa menelan kekalahan di kandang sendiri akibat gol tunggal yang dicetak oleh pemain PSS Sleman, Ricky Cawor.

Oleh karena itu, seluruh jajaran tim Serdadu Tridatu menaruh harapan besar agar musim ini dapat menjadi titik balik untuk mengamankan poin penuh secara konsisten di markas sendiri.

Amunisi Baru dan Strategi Perombakan Skuad

Guna mewujudkan ambisi besar tersebut, Bali United bergerak sangat aktif di bursa transfer dengan mendatangkan sejumlah amunisi anyar, salah satunya gelandang asal Brasil, Queven da Silva Inacio.

Pemain berusia 27 tahun kelahiran Sao Paulo ini diproyeksikan bakal menjadi motor serangan di lini tengah Serdadu Tridatu dengan keunggulan akurasi tendangan kaki kirinya.

Sebelum berlabuh di Bali United, Queven mencatatkan penampilan impresif bersama Chonburi FC di Thailand dengan membukukan lima gol dan lima assist dari 23 laga di semua ajang.

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menyatakan optimismenya terhadap kedatangan pemain asing baru tersebut untuk melengkapi kedalaman tim.

"Kami menyiapkan komposisi terbaik jelang musim kompetisi yang baru," kata Chief Executive Officer (CEO) Bali United Yabes Tanuri di Gianyar, Bali, Selasa.

Yabes juga menaruh harapan besar agar sang pemain bisa segera menyatu dengan Kadek Arel dan rekan-rekan setimnya selama sesi latihan pramusim.

"Kami melihat Queven memiliki kualitas di lini tengah dan harapannya bisa segera beradaptasi hingga memberikan prestasi terbaiknya untuk tim ini," kata Yabes.

Selain Queven, Bali United juga melancarkan perombakan skuad secara masif dengan mendatangkan 11 pemain asing lainnya, seperti kiper Mike Hauptmeijer, Tim Receveur, Jordy Bruijn, Remco Balk, Thomas Lam, Thijmen Goppel, hingga Jort van der Sande.

Kekuatan tim kian bertambah tebal dengan bergabungnya dua pemain naturalisasi keturunan Belanda, yakni Tim Greypens dan Jens Raven.

Kini, dengan kombinasi 33 pemain yang memiliki rata-rata usia 25 tahun, Bali United mengombinasikan tenaga muda dan pengalaman untuk mengejar target masuk ke empat besar hingga membidik trofi juara yang terakhir kali diraih pada musim 2021/2022.

Dengan persiapan yang matang dan hadirnya deretan pilar baru, Bali United optimistis mampu mengubah Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali menjadi markas yang angker bagi setiap lawannya. Dukungan penuh dari para suporter di Gianyar diharapkan menjadi kunci utama untuk membawa Serdadu Tridatu bersaing di papan atas dan mengulangi kejayaan di panggung sepak bola nasional.