Hayuning Ratri Hapsari | Rana Fayola R.
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya. (Dok. Persebaya)
Rana Fayola R.

Laga uji coba internasional antara Persebaya Surabaya menghadapi Penang FC dimanfaatkan secara maksimal sebagai arena rotasi oleh sang pelatih, Bernardo Tavares. Laga ini bukan sekadar mengejar kemenangan tipis 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), melainkan menjadi tolok ukur utama untuk melihat kesiapan serta perkembangan taktik tim sebelum bergulirnya musim baru Super League 2026/2027.

Laga pemanasan ini menjadi momentum krusial bagi jajaran pelatih untuk meramu komposisi skuad terbaik. Dengan waktu persiapan yang semakin sempit sebelum kickoff kompetisi resmi pada awal September, Persebaya memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap performa setiap individunya.

Bernardo Tavares mengungkapkan bahwa fokus utamanya dalam pertandingan ini adalah memantau kesiapan tim secara menyeluruh, bukan sekadar melihat hasil akhir di papan skor.

"Kemenangan ini bagus, tetapi yang lebih penting adalah melihat apa yang perlu ditingkatkan dan apa yang sudah dilakukan dengan baik. Target pertandingan ini adalah mempersiapkan musim dan pertandingan pada 5 September," kata Bernardo saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (15/8/2026) malam sebagaimana diungkap Antara News.

Langkah taktis yang diambil pelatih asal Portugal tersebut adalah dengan sengaja merombak susunan pemain serta mencoba beberapa nama di posisi yang tak biasa. Strategi ini dijalankan guna menemukan variasi dan opsi terbaik saat mengarungi ketatnya jadwal persaingan di Super League maupun League Cup mendatang.

Kesempatan tampil di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita juga dinilai memberikan dampak psikologis yang positif, khususnya bagi para pemain muda. Atmosfer megah Stadion GBT menjadi sarana penggemblengan mental bertanding yang sangat bernilai.

"Kami mencoba memberikan menit bermain kepada semua pemain yang tersedia. Beberapa bermain lebih lama, beberapa lebih sedikit sesuai performa mereka dalam latihan," ucapnya.

Kendati memetik hasil positif atas klub asal Malaysia tersebut, Bernardo Tavares mencatat sejumlah poin kritis yang mesti segera dibenahi. Pada babak pertama, ia menyoroti keterbukaan ruang yang membuat lawan dengan mudah melesakkan tembakan.

Masalah transisi bertahannya juga kembali menjadi perhatian pada paruh kedua pertandingan. Penurunan konsentrasi pemain beberapa kali memberi celah bagi Penang FC untuk menciptakan peluang berbahaya di depan gawang.

"Kami perlu meningkatkan kondisi fisik dan fokus selama 90 menit. Terkadang ketika bola keluar atau ada tendangan bebas, fokus kami tidak begitu baik," sambungnya.

Evaluasi Taktis dan Modal Modal Kuat Bajul Ijo

Selain aspek fisik dan fokus, aspek teknis seperti organisasi menyerang maupun bertahan, transisi permainan, antisipasi bola mati, hingga kontrol emosi terhadap keputusan wasit turut menjadi catatan penting pelatih.

Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan bahwa keberhasilan menjuarai Piala Presiden 2026 tidak boleh membuat anak asuhnya cepat berpuas diri. Ia mengingatkan bahwa ajang pramusim tersebut belum mencerminkan kekuatan penuh dari para pesaing di kompetisi resmi.

"Kami sudah memiliki trofi dan saya pikir trofi itu masuk museum. Sekarang kami harus fokus pada masa kini dan masa depan. Kami harus rendah hati," tutur Tavares.

Ekspektasi publik terhadap Persebaya memang tergolong tinggi menyongsong musim 2026/2027. Modal berharga telah dikantongi Bajul Ijo usai mengakhiri musim 2025/2026 di posisi keempat dengan koleksi 58 poin dari 34 laga, hasil dari 16 kemenangan, 10 imbang, dan 8 kekalahan.

Kekuatan tim kian menjanjikan berkat hadirnya kedalaman skuad yang dihuni 36 pemain dengan rata-rata usia 24,5 tahun. Sebanyak 11 rekrutan anyar didatangkan untuk memperkuat berbagai lini, termasuk nama-nama seperti Yuran Fernandes, Ramadhan Sananta, Alex Martins, hingga Miguel Pereira.

Dengan catatan apik menutup musim lalu lewat lima laga tanpa kekalahan serta performa impresif dalam mencetak 61 gol dan hanya kebobolan 35 kali, Persebaya layak diperhitungkan di papan atas.

Namun, tantangan utama mereka tetaplah menjaga stabilitas permainan dan memadukan banyaknya pemain baru di tengah persaingan sengit dengan tim-tim mapan seperti Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, Bali United, dan Arema FC.

Secara keseluruhan, laga kontra Penang FC telah memberikan gambaran awal yang jelas bagi Bernardo Tavares mengenai peta kekuatan serta kekurangan timnya. Proses rotasi yang diterapkan terbukti menjadi langkah krusial untuk menguji kedalaman skuad sekaligus mempertajam kesiapan fisik dan mental para pemain.

Apabila Persebaya mampu membenahi catatan evaluasi tersebut dan menjaga konsistensi permainan, Bajul Ijo berpeluang besar menjadi salah satu penantang terkuat dalam perburuan takhta juara BRI Super League 2026/2027.