Pembalap MotoGP, Fabio Quartararo, baru-baru ini menyatakan bahwa dirinya sudah tidak menikmati musim terakhirnya dengan Yamaha.
Quartararo diketahui sudah lama muak dengan timnya tersebut karena performa yang tak kunjung meningkat. Bahkan, beberapa kali dia mengeluh pada media tentang nasibnya yang tertinggal jauh.
Sejak tes Valencia tahun lalu, Quartararo mengaku bahwa dia sudah merasa ingin hengkang dari Yamaha meskipun belum tahu arah tujuannya.
“Pada tes Valencia tahun lalu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Dan kami memutuskan saat itu untuk meninggalkan Yamaha . Saya belum tahu pasti ke tim mana saya akan pergi, tetapi saya tahu saya ingin pindah dari satu tim ke tim lain, dan saya pikir itu adalah momen yang tepat,” kata Quartararo, dilansir dari laman GPOne.
Tahun ini Yamaha sedang menjalani proyek yang cukup besar, yakni beralih dari mesin inline4 ke V4. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak performa pembalap dan membawa Yamaha bangkit dari papan bawah.
Akan tetapi, pembalap asal Prancis tersebut mengatakan bahwa sejak tes tahun lalu, mereka tidak ada kemajuan. Inilah yang kemudian membuat Quartararo mengklaim timnya sendiri sedang dalam masa sulit, karena memang bukan itu yang seharusnya terjadi.
Bagi tim yang membuat langkah baru, setidaknya motor Yamaha V4 bisa tampil lebih baik dibandingkan inline4, minimal semua pembalap Yamaha mulai bisa bersaing untuk 10 besar, tapi kenyataannya tidak.
"Masalahnya adalah pada bulan September, Oktober, November, kami tidak membuat kemajuan berarti. Ketika Anda memulai proyek baru, biasanya langkah pertama itu besar, dan kemudian menjadi sulit untuk menemukan sepersepuluh detik terakhir. Tetapi kami tidak pernah benar-benar membuat langkah besar dari motor baru ke motor yang hampir berusia satu tahun. Jadi, inilah mengapa saya pikir kami benar-benar berada dalam situasi yang sulit," tambahnya.
Fabio Quartararo diketahui sudah bergabung bersama Yamaha sejak 8 tahun lalu, tepatnya saat kali pertama naik ke kelas premier.
Bersama pabrikan asal Iwata ini Quartararo mengalami masa kejayaan tepatnya di musim 2021, saat dirinya berhasil menjadi juara dunia.
Namun, di tahun 2023 semua mulai berubah, Yamaha sedikit demi sedikit mengalami kemunduran hingga tak dapat bersaing di papan atas, dan itu terjadi sampai saat ini.
Bagi Quartararo yang notabene merupakan pembalap berbakat dan pernah menjadi juara dunia, situasi ini tentu sangat tidak diinginkan.
Kendati demikian, dia mampu bersabar selama beberapa musim dan memberi kesempatan pada Yamaha untuk membuktikan proyek mereka. Bayaran yang tinggi dari Yamaha disebut-sebut juga menjadi salah satu faktor pendukung Quartararo mau bertahan.
Akan tetapi, motor V4 yang ditampilkan musim ini mungkin sudah menjadi puncak dari penantian Quartararo selama ini, fakta bahwa mereka tetap berada di bawah, tidak bisa menyalip, dan terus disalip membuat Sang Pembalap dengan gamblang mengakui sudah tidak menikmati tahun terakhirnya di Yamaha.
“Jujur saja, saya tidak terlalu menikmati balapan ini, terutama karena saya orang yang sangat kompetitif, dan meskipun saya mengerahkan kemampuan maksimal, saya tidak senang melihat orang lain menyalip saya, saya tidak bisa melakukan overtaking, saya tahu dalam satu lap saya bisa lebih cepat. Meskipun tahun lalu kami tidak banyak melakukan overtaking, tahun ini saya belum melakukan overtaking yang sebenarnya dan mempertahankan posisi. Jadi, itulah mengapa saya tidak menikmatinya sekarang," tegasnya.
Sekarang, apapun yang telah terjadi antara Fabio Quartararo dan Yamaha, entah baik atau buruk, serta segala upaya Yamaha yang dilakukan untuk meyakinkannya, sudah tidak berdampak lagi.
Quartararo telah memutuskan untuk pindah ke Honda tahun 2027 mendatang, kendati menuai pro kontra atas keputusan ini, tapi dengan tim baru dia memiliki peluang untuk kembali ke performa terbaik.
Baca Juga
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
Pimpin Klasemen, Jorge Martin Tak Mau Ambisi jadi Juara Dunia Lagi?
Artikel Terkait
-
Jadi Incaran Anak Muda, Kehadiran Honda Vario Evo 160 Gairahkan Penjualan Vario Series
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Mobil Terlaris Januari-Juli 2026: BYD dan Jaecoo Mengudara, Merek Jepang Kian Waspada
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026
Hobi
-
Malam Ini! Arsenal vs Manchester City di Community Shield, Siapa Lebih Unggul?
-
Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?
-
Marco Bezzecchi Sempat Overthinking, Bukti Cedera Tak Hanya Serang Fisik
-
Ikhlas Tinggalkan MotoGP, Jack Miller Siap Buktikan Diri di WorldSBK 2027
-
Sempat Ragu, Kenapa Marc Marquez Yakin Bertahan di Ducati hingga 2028?
Terkini
-
Ayahku Dibunuh Massa, Hari Ini Ia Tak Ikut Upacara Kemerdekaan
-
The Beauty: Suguhkan Drama Body Horror yang Mencekam di Industri Kosmetik!
-
Kang Edai, Penjaga Denting Lesung Kemiren
-
Dilema Gen Z! Pindah Kerja Disebut Kutu Loncat, Bertahan Malah Apes
-
Resep Rahasia Don Rare Jaga Harmoni Alam dan Budaya di Desa Sejahtera Astra Les