Manchester United meraih kemenangan perdana di Premier League 2026/2027 setelah mengalahkan Ipswich Town dengan skor 5-2. Pertandingan di Old Trafford, Minggu (30/8/2026) malam WIB, berlangsung dalam suasana penuh drama, baik di atas lapangan maupun di tribun penonton.
Ipswich sempat membuat pendukung tuan rumah terdiam setelah Leif Davis membuka keunggulan pada menit ke-29. Namun, Manchester United merespons sebelum turun minum melalui Bruno Fernandes pada menit ke-40 sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah menjadi pesta gol bagi Setan Merah. Bruno Fernandes kembali mencatatkan namanya di papan skor, disusul gol bunuh diri Jacob Greaves dan gol Bryan Mbeumo. Fernandes kemudian melengkapi penampilan gemilangnya dengan gol ketiga sekaligus mencatat hat-trick.
Ipswich masih sempat memberikan perlawanan melalui Chuba Akpom yang mencetak gol pada masa injury time. Namun, tambahan tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil. Manchester United akhirnya mengamankan kemenangan 5-2 dalam laga yang menghasilkan tujuh gol.
Bruno Fernandes Jadi Bintang di Tengah Hujan
Performa Bruno Fernandes menjadi salah satu sorotan terbesar dari pertandingan ini. Kapten Manchester United tersebut mencetak tiga gol sekaligus membantu timnya membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dahulu.
Hat-trick ini juga membuat Fernandes menjadi pemain yang paling menentukan dalam kemenangan besar Manchester United. Ia bukan hanya berperan sebagai pengatur serangan, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang di depan gawang ketika tim membutuhkan gol.
Tambahan tiga poin tersebut kini membawa Manchester United ke peringkat ke-10 klasemen sementara Premier League 2026/2027. Posisi itu tentu belum ideal, tetapi kemenangan atas Ipswich menjadi langkah penting bagi Setan Merah untuk memperbaiki posisi setelah dua pertandingan awal musim.
Manchester United selanjutnya akan menghadapi Everton pada 6 September 2026 dalam lanjutan Premier League. Pertandingan digelar di Hill Dickinson Stadium, markas Everton.
Old Trafford Kembali Kebocoran
Perhatian penonton bukan hanya tertuju pada aksi para pemain. Hujan deras yang turun di tengah pertandingan justru menghadirkan pemandangan tak biasa di Old Trafford.
Ketika Manchester United sudah unggul 4-1, hujan mengguyur stadion dengan sangat deras. Air bahkan terlihat mengalir dari bagian atap dan mengguyur beberapa area tribun penonton.
Salah satu bagian yang paling terdampak berada di sekitar Stretford End. Sejumlah suporter mengabadikan kondisi tersebut dan membagikan videonya di media sosial. Kebocoran itu membuat beberapa bagian stadion terlihat seperti memiliki air terjun kecil.
Masalah tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru bagi Old Trafford. Stadion yang menjadi markas Manchester United itu sebelumnya juga pernah mengalami kebocoran ketika hujan deras turun.
Kebocoran atap Old Trafford bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2019, stadion juga sempat mengalami masalah serupa ketika hujan deras mengguyur Manchester. Air masuk dan mengalir deras hingga area tribun, bahkan membuat sejumlah bagian stadion terlihat seperti diterjang air terjun.
Kejadian tersebut kembali menjadi sorotan karena Old Trafford merupakan stadion yang sudah berusia lebih dari satu abad. Masalah kebocoran dan drainase akibat hujan deras kemudian menjadi salah satu persoalan infrastruktur yang beberapa kali muncul di stadion tersebut.
Pada Mei 2024, kebocoran atap kembali menjadi sorotan ketika Manchester United menghadapi Arsenal. Saat itu, air hujan juga masuk ke area tribun dan membuat kondisi stadion cukup memprihatinkan.
Kejadian berulang tersebut kemudian kembali memunculkan pembahasan mengenai kondisi infrastruktur Old Trafford. Stadion bersejarah itu memang sudah berusia lebih dari satu abad sejak pertama kali dibuka pada 1910. Beberapa bagian stadion membutuhkan perawatan dan pembaruan agar mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Bagi Manchester United, pembenahan stadion bukan hanya soal kenyamanan penonton, tetapi juga menyangkut fasilitas secara keseluruhan agar tetap layak digunakan untuk pertandingan dengan jumlah penonton yang besar.
Kejadian seperti pada 2019 dan kebocoran terbaru menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur tidak bisa sekadar dianggap sebagai efek hujan deras. Evaluasi dan perawatan berkala diperlukan agar masalah serupa tidak terus berulang dan mengganggu pengalaman suporter yang datang langsung ke stadio.
Baca Juga
-
Bertabur Visual! Kenalan dengan 4 Cowok Idaman yang Rebutan Hati Roh Jeong Eui di Crushology 101
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Carmen Hearts2Hearts Cetak Sejarah, Bawa Nama Indonesia di KWDA 2026
Artikel Terkait
-
Legenda MU Ramal Arsenal Juara Lagi, Pertahanan The Gunners Disebut Jauh di Atas Rival
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
Carlos Baleba Bisa Ubah Wajah Lini Tengah Manchester United, Solusi Kejar Gelar Premier League?
-
Dikontrak 5 Tahun Manchester United, Carlos Baleba Resmi Kenakan Nomor Keramat
-
Samai Rekor Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes Jadi Pemain Terbaik PFA 2025/2026
Hobi
-
Alarm Bahaya Tottenham: Usai Dua Musim Finis ke-17, Kini Jadi Juru Kunci?
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Mesin Meledak di Sprint Race GP Aragon, Fabio Quartararo: Saya Sudah Tahu
-
Sebelum Remaster Rilis, Toy Story 3 Akan Dihapus dari Xbox
Terkini
-
Spider-Man: Brand New Day Bawa Tom Holland Jadi Aktor dengan Pendapatan Tertinggi
-
UPH Festival 2026: Bertumbuh, Menemukan Arah, Melayani, dan Berdampak
-
Kengerian Culling Game Berlanjut! Intip Bocoran Terbaru Jujutsu Kaisen Season 4
-
Tragedi Pejompongan: Saat Demo Berubah Menjadi Petaka bagi Warga Tak Bersalah
-
Tidak Menikah Muda Bukan Berarti Tertinggal: Ini Pilihan Hidup Perempuan!