Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia sudah memasuki tahap mengkhawatirkan, dampak yang Covid-19 yang semakin melonjak ini diterima disemua kalangan terutama di sektor pendidikan.
Hampir 2 tahun semenjak pandemi virus corona menghantui seluruh penduduk Indonesia, di masa pandemi ini sekolah dari rumah dipilih oleh pemerintah untuk tetap menjalankan sektor pendidikan, namun dalam pelaksanaan kebijakan ada beberapa hal yang dinilai masih menjadi kendala.
Nisa Chania Zamzani, S. Pd selaku Kepala Sekolah SDN Wates 5 Mojokerto mengatakan, “Karena smartphone itukan rata–rata milik orangtua, bukan milik sendiri, kalau pembelajaran daring, misal orangtuanya tidak kerja, ya tidak masalah, orangtua bisa mendampingi anaknya secara langsung, tapi kalau orangtuanya kerja, biasanya nunggu sampai orangtuanya pulang dulu, baru mengerjakan”.
Namun mempunyai handphone tidak menjamin fitur-fitur yang ditawarkan bisa sepenuhnya cocok dengan sistem pembelajaran online karena tidak semua orangtua murid mempunyai smartphone. Karena itu bentuk solusi yang ditawarkan oleh pihak sekolah untuk mengatasi kekurangan fasilitas yang dimiliki siswa–siswi SDN Wates 5 Mojokerto adalah dengan menyediakan fasilitas semacam laptop.
“Mungkin untuk beberapa, tapi nggak banyak juga, 7-8 anak itu mereka pembelajaran daring di sekolah, mereka diberi fasilitas berupa laptop, kalau hanya sedikit tidak masalah” lanjut ucapan Kepala Sekolah SDN Wates 5 Mojokerto.
Artikel Terkait
-
Ngaku Bak Bumi dan Langit, Beda Pendidikan Lisa Mariana Vs Atalia Praratya
-
Tak Sampai Rp2 Juta, Kemensos Tawarkan Kuliah di Poltekesos, Terjangkau Buat Keluarga Prasejahtera
-
Urgensi Pendidikan Budi Pekerti Ki Hadjar Dewantara vs Krisis Rasa Bersalah
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
-
Menelisik Kiprah Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan dan Politik Indonesia
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda