Di zaman serba berteknologi seperti sekarang, bukan hal yang aneh jika anak-anak sudah memiliki gawai dan berinteraksi di internet. Setiap hari berselancar di media sosial dan terus menggali kesenangan masing-masing. Sudah merupakan hal yang lumrah jika remaja zaman sekarang biasa memiliki idola dari luar negara mereka.
Ketidakterbatasan internet membuat para remaja bisa mengenal lebih banyak orang-orang hebat bahkan di luar benua. Aku adalah salah satunya. Seperti kebanyakan remaja lainnya, aku mengenal idolaku ketika sedang berpetualang di internet. Mereka adalah BTS ( Bangtan Boys). Boy Group Korea Selatan yang menjadi salah satu aset negara karena telah berhasil mengharumkan nama negaranya dan memperkenalkan budaya Korea hingga ke manca negara.
Aku mulai bergabung dalam kumpulan penggemar mereka pada tahun 2018 saat liburan sekolah. Tentunya jika mendengar nama BTS tidak akan bisa terlepas dari nama penggemarnya (fandom) yaitu ARMY. Hingga saat ini, mengenal mereka adalah sebuah keajaiban bagiku, karena ketika aku memutuskan mendukung mereka sebagi penggemar, aku sama sekali tidak pernah mengira bahwa banyak hari-hari sulit yang akan aku alami setelahnya. Terutama karena pandemi saat ini, aku yakin tidak hanya aku saja yang mengalami hari-hari sulit, tetapi jutaan orang di luar sana juga sedang berjuang untuk hidup mereka.
Aku bukanlah orang yang mudah bersosialisasi dengan orang lain. Bisa dibilang, termasuk orang yang suka menyendiri. Terkadang hal ini membuatku tertekan ketika sedang memiliki masalah karena tidak terbiasa mengekspresikan diriku di depan orang lain terlebih selera humorku yang tidak sefrekuensi dengan orang-orang disekitarku. Tetapi sekarang, aku memiliki mereka yang selalu bisa memperbaiki suasana hatiku ketika sedih.
Tidak hanya itu, musik mereka mengajarkan banyak pelajaran hidup terutama tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Karya musik yang mereka ciptakan tidak hanya sekedar musik untuk hiburan, namun benar-benar bermakna dalam dan telah menyelamatkan banyak orang di luar sana ketika mereka menyerah untuk hidup mereka.
Akhir-akhir ini banyak masalah yang terjadi karena dampak pandemi. Selain dukungan keluarga, memiliki mereka yang mendukung secara virtual sangat membantuku untuk tetap berfikir positif dan berusaha mensyukuri apapun yang terjadi saat ini.
Mungkin orang-orang hanya melihat mereka sebagai 7 orang laki-laki yang menari dan bernyanyi dengan musik-musik indah. Tapi bagiku, mereka lebih dari itu. Mereka lebih dari sekedar hiburan dan seniman. Mereka adalah 7 pahlawan yang dikirim Tuhan untukku. Pahlawan yang menemani di masa-masa sulitku walau tidak pernah tahu aku ada disini untuk mereka. Tapi satu hal yang pasti, mereka akan selalu ada untukku, untuk ARMY. Karena suatu saat nanti, mungkin akulah yang akan meninggalkan mereka untuk kehidupanku yang sesungguhnya.
Tapi bagaimanapun BTS dan ARMY pernah ikut menuliskan kisah dalam sejarah hidupku. Kalian akan tetap menjadi pahlawan bagiku. Bukan pahlawan yang bersenjata, namun pahlawan yang bermusik.
Baca Juga
Kolom
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Jebakan 'Sekalian Aja': Bagaimana Supermarket dan QRIS Menguras Isi Dompet Kita
-
Harga Pertamax Naik, Rakyat Kecil Kini 'Dipaksa' Olahraga Gratis di SPBU
-
Detoks Digital: Cara Jitu Menghilangkan Kecemasan Akibat Godaan Promo Online
-
Ketika Kampus Negeri Tak Lagi Ramah bagi Kelas Menengah
Terkini
-
Suka Doctor on the Edge? Ini 5 Drakor Medis Berlatar Daerah Terpencil
-
5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik 2026, Hasil Foto Sosmed Makin Estetik
-
Motorola Edge 2026, Smartphone Compact Premium dengan Sentuhan Elegan dan Kamera Sony
-
Ironi Subsidi Silang: Saat Stabilitas Negara Dibayar dengan Air Mata Rakyat Kecil
-
Sinopsis Two Faces of Thatri, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch di Netflix