Muhammad Fariz Kurniawan
Muhammad Fariz Kurniawan
Ilustrasi Penggemar Anime (unsplash/Gracia Dharma)

Anime merupakan salah satu jenis tayangan yang memiliki banyak peminat di Indonesia hingga saat ini. Meskipun penayangan anime di televisi tak seintens di era 90-an hingga 2000-an, tetap saja hal tersebut tak mengurangi kepopulerannya.

Lihat saja anime Attack On Titan (AOT) yang viral beberapa waktu silam. Meskipun tidak ditayangkan di layar kaca, banyak orang-terutama penggemar anime yang mengetahui jalan ceritanya. Sayangnya, saya pribadi tidak begitu mengikuti perkembangan daripada alur cerita anime AOT. 

Saya sendiri bukan seorang anime lovers yang mengikuti atau menonton banyak anime. Anime yang benar-benar saya ikuti sih, kalau tidak Naruto atau Boruto, ya One Piece. Sisanya-seperti Dragonball, Samurai X, My Hero Academia dan lainnya, saya hanya tahu sekilas atau garis besarnya saja. 

Selama menjadi penikmat alias penonton beberapa anime tersebut, saya bisa memetik manfaat darinya. Anime sendiri bukan hanya sekedar hiburan. Setidaknya, ada tiga manfaat yang bisa saya rasakan dari menonton anime.

1. Belajar Bahasa Jepang

Sudah pasti yang namanya menonton anime akan bersinggungan dengan bahasa Jepang. Contohnya saja seperti nama-nama Bijuu yang terdapat dalam serial anime Naruto. Apabila unsur –bi dihilangkan dari nama para Bijuu, kita akan mendapati nama-nama dari angka 1-10 dalam bahasa Jepang. 

Dalam hal ini, saya akan mengambil nama Kyuubi, Bijuu yang menjadi teman dari Naruto Uzumaki. Jika unsur -bi dieliminasi dari kata Kyuubi, maka akan didapatkan kata Kyuu. Dalam bahasa Jepang, Kyuu berarti sembilan. 

2. Belajar Nilai-nilai Moral

Anime tidak hanya memuat soal gebuk-gebukan atau konflik semata. Sebenarnya, ada beberapa nilai moral yang bisa diambil darinya. Biasanya sih kalau tidak berkisar soal persahabatan, ya semangat untuk tidak menyerah begitu saja. Akan tetapi, bisa juga kita mengambil nilai moral yang lain.

Sebagai contoh, kita bisa belajar dari sosok Naruto. Meskipun sering dirundung dan disakiti di masa kecilnya, ia tak serta merta menjadi sosok yang jahat. Alih-alih demikian, Naruto justru melindungi desanya dari invasi Pain. Bahkan di akhir serial, ia sekalian naik level untuk menjadi pahlawan bagi dunia dan juga Hokage.

Di samping itu, ada kalanya para penonton akan mendengar beberapa kata-kata mutiara secara tersirat maupun tersurat dalam suatu anime. Misalnya saja seperti perkataan legendaris Obito kepada Kakashi pada saat Perang Dunia Shinobi ketiga. 

Perkataan dari Obito sendiri berbunyi, “Orang yang meninggalkan misi adalah sampah, tetapi orang yang meninggalkan temannya jauh lebih rendah daripada sampah”. Dari perkataan tersebut, kita bisa belajar untuk menjadi sahabat yang baik.

3. Belajar Sabar

Anime sendiri bukan sebuah acara atau tayangan yang menerapkan sistem tayang setiap hari. Episode-episode anime sendiri biasanya dirilis secara mingguan atau per season. Itu juga dengan catatan tidak ada aral yang merintang. 

Dengan demikian, mau tak mau para penonton harus menunggu hingga seminggu atau bahkan beberapa tahun, untuk menyaksikan episode terbaru dari anime kesayangannya. Dalam hal menunggu, tentu saja dibutuhkan kesabaran. 

Sabar sendiri adalah sifat yang sejatinya perlu dimiliki oleh setiap manusia. Bukan hanya ketika marah saja sifat ini diperlukan. Dalam meraih sesuatu yang diinginkan, yang namanya sabar juga diperlukan. Termasuk dalam mendapatkan hati gebetan dan juga orang tuanya.

Kesabaran bisa menjadi kunci untuk meraih kesuksesan. Sebab yang namanya sukses tidak bisa begitu saja dibangun dalam waktu satu malam. Sukses ibarat bangunan yang membutuhkan waktu serta proses untuk mewujudkannya. 

Demikian tiga manfaat yang bisa dipetik dari kegiatan menonton anime. Meskipun demikian, jangan sampai kita menjadi kebablasan dalam menonton anime. Ingatlah, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, sobat.

Komentar