Film A Separation (judul asli Persia: Jodaeiye Nader az Simin) adalah masterpiece sinema Iran karya sutradara Asghar Farhadi yang dirilis pada tahun 2011.
Film ini berhasil memenangkan Academy Award (Oscar) untuk Best Foreign Language Film pada 2012, menjadikannya film Iran pertama yang meraih penghargaan tersebut.
Selain itu, film ini juga dinominasikan untuk Best Original Screenplay, serta menyabet puluhan penghargaan internasional lainnya, termasuk Golden Bear di Berlin International Film Festival, Best Foreign Film dari berbagai kritikus seperti New York Film Critics Circle, dan rating sempurna 99% di Rotten Tomatoes dari ratusan ulasan kritikus.
Sinopsis: Penolakan Nader dan Tanggung Jawab Keluarga
Cerita berpusat pada pasangan suami-istri kelas menengah atas di Tehran: Nader ( Peyman Maadi) dan Simin (Leila Hatami). Mereka memiliki putri berusia 11 tahun bernama Termeh (Sarina Farhadi).
Simin ingin pindah ke luar negeri demi masa depan yang lebih baik bagi Termeh, tetapi Nader menolak karena harus merawat ayahnya yang menderita Alzheimer dan tinggal bersama mereka.
Simin mengajukan cerai, tapi pengadilan menolak karena alasan dianggap tidak cukup kuat. Simin akhirnya pindah ke rumah orang tuanya, sementara Termeh memilih tinggal dengan ayahnya.
Untuk mengurus ayahnya saat bekerja, Nader mempekerjakan Razieh (Sareh Bayat), seorang wanita religius dari keluarga miskin yang hamil dan datang bersama anak perempuannya.
Razieh dibantu suaminya yang menganggur, Hodjat (Shahab Hosseini). Konflik memuncak ketika Nader menuduh Razieh mencuri dan mengabaikan ayahnya, menyebabkan insiden tragis yang melibatkan tuduhan penyebab keguguran.
Ini memicu serangkaian persidangan, kebohongan, sumpah palsu, dan dilema moral yang saling bertabrakan antara kelas sosial, agama, hukum, dan tanggung jawab keluarga.
Review Film A Separation
Farhadi menyutradarai dengan gaya realistis yang ketat, tanpa musik latar berlebihan, hanya dialog tajam dan close-up yang intens. Setiap karakter digambarkan kompleks—tidak ada penjahat atau pahlawan mutlak.
Nader tampak bertanggung jawab tapi keras kepala dan egois; Simin ingin kebebasan tapi meninggalkan anaknya; Razieh taat agama tapi terdesak ekonomi; Hodjat impulsif dan marah. Bahkan Termeh, anak kecil, terjebak di tengah dan harus memilih sisi, menunjukkan bagaimana konflik orang dewasa merusak generasi muda.
Film ini bukan sekadar drama perceraian, melainkan potret masyarakat Iran kontemporer: ketegangan antara tradisi dan modernitas, perbedaan kelas (keluarga Nader yang mapan vs. Razieh yang miskin), pengaruh agama dalam hukum (sumpah di pengadilan, hak cerai wanita), dan bagaimana aturan kaku tak mampu menampung emosi manusia.
Farhadi menunjukkan betapa tipisnya garis antara kebenaran dan kebohongan, serta bagaimana kebohongan kecil bisa menghancurkan segalanya.
Akting para pemain luar biasa. Peyman Maadi dan Leila Hatami membawa nuansa emosional yang dalam, sementara Sareh Bayat dan Shahab Hosseini menambah lapisan ketegangan kelas. Durasi 123 menit terasa padat, penuh suspense seperti thriller psikologis, tapi tanpa kekerasan fisik berlebih—semua konflik lahir dari dialog dan keputusan sehari-hari.
Jadi kesimpulannya, A Separation adalah film yang mendalam, menyentuh, dan memprovokasi pemikiran. Ia mengajak penonton merefleksikan nilai-nilai keluarga, keadilan, dan empati di tengah sistem yang rumit. Bagi pencinta sinema dunia, ini wajib tonton dan salah satu film terbaik abad ke 21.
Mengenai penayangan di bioskop Indonesia, film klasik ini mengalami re-release atau penayangan ulang terbaru mulai hari ini, 15 Maret 2026.
Film ini sedang tayang di berbagai jaringan bioskop seperti CGV, Cinema XXI, Cinepolis, dan lainnya di kota-kota besar termasuk Jakarta, Surabaya, dan Tangerang.
Jadwal bisa berubah, jadi disarankan cek langsung di situs resmi bioskop atau platform seperti jadwalnonton.com untuk jam tayang harian dan lokasi terdekat.
Penayangan ini kemungkinan bagian dari program KlikFilm Matinee atau showcase film pemenang Oscar, memberikan kesempatan baru bagi penonton Indonesia untuk menikmati karya legendaris ini di layar lebar. Jadi, selamat menonton ya!
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Film Anak, Iyus Jenius Hadirkan Kembali Lagu Legendaris Papa T.Bob yang Dirindukan
-
Jangan Lupa Bahagia: Tamparan Realita Hidup Generasi Sandwich
-
Detective Conan The Movie: Petaka Maut di Jalur Cepat Menuju Kota Kanagawa!
-
Review Film Hope: Teror Misterius Makhluk Asing di Wilayah Perbatasan Korea
-
Suanggi: Ilmu Kutukan, Suguhkan Perpaduan Drama Keluarga dan Mitos Mistik!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!
-
Through the Darkness: Mengurai Criminal Profiling dan Psikologi Kejahatan
-
5 Pesan Moral Bisa Dipelajari dari Karakter Je Moon-jae di Drakor Mousetrap
-
Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati
Terkini
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG