Location Unknown merupakan sebuah lagu galau yang cukup terkenal di kalangan Gen Z. Lagu ini dinyanyikan oleh HONNE, duo musik elektronik asal Inggris yang dibentuk pada tahun 2014. Location Unknown sendiri berasal dari salah satu album mereka yang berjudul Love Me/Love Me Not yang dirilis pada tanggal 24 Agustus 2018. Menariknya, lagu ini memiliki beberapa versi berbeda yang sama-sama menarik untuk dibahas.
Namun, sebelum membahas berbagai versi dari lagu Location Unknown, penting untuk mengetahui konteks cerita dalam lagu ini. Pada dasarnya, lagu ini menceritakan tentang sepasang mantan kekasih yang saling merindukan satu sama lain, meskipun kondisi mereka tidak memungkinkan untuk bersatu. Perasaan tersebut tergambar dalam salah satu penggalan liriknya, “Traveling places. I ain't seen you in ages, but I hope you come back to me.”
Setelah berpisah, mereka mencoba untuk menjalani kehidupan masing-masing. Namun, kehampaan dan kekosongan mulai dirasa oleh sepasang kekasih ini semenjak mereka putus. Sudah banyak tempat mereka datangi, tetapi mereka tidak kunjung menemukan rasa yang dahulu pernah mereka alami. Mereka terus saling memikirkan satu sama lain dan hal yang mereka inginkan adalah untuk saling memberikan kesempatan kedua dan mencari cara untuk kembali bersama.
Setelah mengetahui makna dari lagunya, mari bahas ketiga versi dari lagu Location Unknown.
Versi Original feat. Georgia
Dalam versi orisinalnya, lagu Location Unknown dibawakan dengan nuansa yang cukup jauh dari stereotip lagu galau. HONNE menghadirkan aransemen musik yang upbeat dengan sentuhan elektronik pop di dalamnya sesuai dengan genre musik mereka. Hal ini membuat nuansa galau yang ada dalam lagu ini seketika menghilang. Versi ini sangat cocok dipakai untuk berpesta dan bersantai dibandingkan untuk menggalau dan bersedih.
Perpaduan antara lirik yang melankolis dengan ritme yang upbeat membuat karya HONNE ini membawa warna baru dalam dunia musik dan menjadi daya tarik tersendiri.
Versi Brooklyn Session feat. BEKA
Berbeda dengan versi orisinalnya, Location Unknown (Brooklyn Session) menghadirkan nuansa yang lebih cocok untuk disebut lagu galau. Dalam versi ini, sisi emosional, intim, dan sederhana sangat tergambarkan. Aransemen yang hanya diiringi oleh piano membuat versi ini lebih menggambarkan suasana galau dari pasangan yang saling merindukan. Teknik bernyanyi dari BEKA yang sangat lembut juga menambah kesan galau pada lagu.
Versi 10 Tahun Berkarya feat. NIKI
Dalam rangka merayakan satu dekade HONNE berkarya, mereka meluncurkan album yang berisikan beberapa lagu ikonik dari dua album pertama mereka, yaitu Warm on a Cold Night dan Love Me/Love Me Not. Tentunya, lagu Location Unknown kembali dibawakan pada album ini.
Versi ketiga ini tidak jauh berbeda dengan versi Brooklyn Session. Sama-sama diiringi dengan hanya satu alat musik, yaitu gitar, sehingga membuat suasana galau dalam lagu ini terasa lebih kuat. Terlebih lagi, NIKI yang sudah terbiasa membawakan lagu-lagu galau dirasa sangat cocok dalam menyanyikan lagu ini. Versi ini juga terdengar seperti percakapan dua orang kekasih yang sedang saling merindukan.
Setiap versi yang ada memiliki keunikannya masing-masing. Kalau menurutmu, versi mana yang paling bagus?
Baca Juga
-
Over Tourism Mengancam, Seberapa Efektif Pembatasan di Taman Nasional Komodo?
-
Makin Autentik! Kenalan Yuk Sama Spotlight, Wajah Baru Yoursay yang Siap Curi Perhatian
-
Terhindar dari Macet dan Polusi: Alasan Mal Jadi Tempat Ngabuburit Paling Nyaman
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Psikologi Belanja Lebaran: Beli Baju Baru Hingga Dekorasi Rumah Jadi Alasan Orang Padati Mal
Artikel Terkait
-
Baru Dibongkar, Ada Lantunan Al Fatihah di Lagu Demi Waktu Milik Ungu
-
Salah Lirik Lagi? Iis Dahlia Kali ini Ngomel Dikata-katain
-
Pelukmu Sementara, Hatiku Selamanya: Surat Cinta Pamungkas Vidi Aldiano yang Menembus Batas Waktu
-
Rayakan Hari Musik Nasional, Rising Jadi Pundi-Pundi Pendapatan Baru Buat Musisi Tanah Air
-
Debut Semakin Dekat! Yuna ITZY Bagikan Tracklist untuk Mini Album Ice Cream
Ulasan
-
Belajar Tenang ala Buddhis di Buku Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3
-
Jadi Guru Gak Boleh Nanggung! Seni Menjadi Guru Keren ala J. Sumardianta
-
Dari Batagor Bang Agus Hingga Pindang Bandeng: Menelusuri Ragam Kuliner di Jakarta
-
Review Film Mother Mary: Balutan Estetika A24 dalam Tragedi Musikal Modern
-
Novel Lampuki: Tragedi Kemanusiaan yang Menghujam Desa Lampuki
Terkini
-
Wacana Tutup Prodi: Solusi Relevansi atau Kedok Kegagalan Negara?
-
Dari Gubuk Seng di Pinggir Rawa ke Universitas Glasgow: Perjalanan Hengki Melawan Keterbatasan
-
Venue Playoffs MPL ID S17 Diumumkan, Jakarta Velodrome Jadi Tuan Rumah
-
Bosan Helm Pasaran? Cargloss Chips Highway Patrol Usung Gaya Polisi 80-an
-
Bisikan dari Rimbun Bambu di Belakang Rumah