Lebaran di Batam dan wilayah Kepulauan Riau bukan hanya tentang silaturahmi, tetapi juga perayaan cita rasa khas Melayu yang sarat tradisi. Di tengah budaya pesisir yang kental dengan hasil laut dan rempah-rempah, masyarakat Melayu menghadirkan hidangan istimewa yang jarang ditemui di daerah lain.
Beberapa makanan ini bahkan hanya muncul saat hari raya, menjadi simbol keramahan dan identitas kuliner turun-temurun. Berikut beberapa makanan khas Melayu yang disajikan di Hari Raya Idulfitri.
1. Lakse
Nama lakse berasal dari kata laksa yang diyakini berakar dari bahasa Sanskerta “laksha” yang berarti banyak atau berlimpah, merujuk pada kaya dan kompleksnya bumbu dalam hidangan ini. Seiring penyebaran kuliner melalui jalur perdagangan di kawasan pesisir Asia Tenggara, istilah tersebut mengalami penyesuaian bunyi dalam dialek Melayu setempat, termasuk di wilayah Kepulauan Riau, sehingga lebih akrab disebut “lakse”.
Dalam penyajiannya, lakse khas Melayu Kepri biasanya menggunakan mi tebal atau adonan berbahan sagu yang disiram kuah santan atau kuah ikan berbumbu rempah. Kuahnya gurih dengan aroma daun kesum yang khas, lalu diberi tambahan suwiran ikan, taoge, atau bawang goreng di atasnya. Hidangan ini umumnya disajikan hangat dan sering hadir sebagai menu istimewa saat perayaan besar seperti Lebaran.
2. Nasi Dagang
Di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, nasi dagang menjadi salah satu hidangan istimewa yang identik dengan tradisi Melayu pesisir, terutama saat Lebaran atau acara kenduri. Ciri khasnya terletak pada nasi yang dimasak dengan santan hingga pulen dan harum, lalu disajikan bersama gulai ikan tongkol berbumbu rempah yang kaya rasa—gurih, sedikit manis, dan pedas seimbang.
Rempahnya terasa lembut namun tetap kuat, mencerminkan pengaruh kuliner laut yang kental di daerah kepulauan. Dalam penyajiannya, nasi dagang biasanya dilengkapi acar timun-wortel dan sambal sebagai penyeimbang rasa. Di beberapa keluarga Melayu Anambas, hidangan ini juga bisa dipadukan dengan telur rebus atau serunding.
Menariknya, nasi dagang juga sangat populer di Malaysia, khususnya di wilayah pantai timur seperti Terengganu dan Kelantan. Kesamaan ini menunjukkan kuatnya hubungan budaya Melayu lintas Selat Malaka, meski tiap daerah tetap memiliki sentuhan rasa dan teknik memasak yang sedikit berbeda.
3. Kue Bangkit
Kue bangkit dikenal sebagai salah satu kue kering khas Melayu yang kuat kaitannya dengan wilayah penghasil sagu seperti Kabupaten Lingga. Daerah ini sejak lama dikenal sebagai sentra sagu, sehingga tepung sagu menjadi bahan utama dalam pembuatan kue bangkit.
Teksturnya sangat khas: ringan, rapuh, dan langsung “lumer” saat masuk ke mulut karena perpaduan sagu, santan, dan gula yang dipanggang dengan teknik khusus. Aromanya harum santan dan biasanya dicetak dalam bentuk bunga atau motif tradisional.
Nama “bangkit” sendiri dipercaya berasal dari proses memanggangnya. Saat adonan dimasukkan ke dalam oven, kue ini akan mengembang atau “bangkit” dan sedikit terangkat permukaannya. Dari situlah masyarakat Melayu menamai kue ini sebagai kue bangkit, yang kini identik sebagai suguhan wajib di meja tamu saat Lebaran.
Itu tadi tiga kuliner Lebaran khas Melayu di Kepulauan Riau dan sekitarnya. Kira-kira kamu tertarik mencoba yang mana?
Baca Juga
-
Mak, Saya ke Rumah Orang saat Lebaran Itu Buat Makan, Bukan Cuci Piring!
-
Jangan Pusing Masalah Keluarga, Bu Anna Punya Teh dan Roti Buat Penenangnya
-
Punya Mama yang Jadi Tulang Punggung Keluarga, Bukan Hal yang Memalukan!
-
Lupakan Megapiksel! Mari Rayakan Lebaran dengan 3 Kamera Analog 600 Ribuan
-
Stoikisme di Bulan Puasa: Mengatur Hasrat, Menjaga Akal Sehat
Artikel Terkait
-
BMKG Ingatkan Pemudik Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026
-
CFG Gelar Mudik Gratis, 225 Peserta Pulang Kampung Lewat #MAUDIKBersama
-
5 Rest Area Tol Trans Jawa dengan Fasilitas Unggulan, Ada yang Mirip Mall hingga Punya Hotel
-
10 Etika Menginap di Rumah Mertua Saat Lebaran yang Sopan
-
Berburu Kebutuhan Lebaran di Mal, Bazaar Ramadan hingga Promo Belanja Jadi Daya Tarik di Sini
Ulasan
-
Novel Komsi Komsa: Ketika Pemuda Indonesia Terseret Konspirasi Dunia
-
Undertone, Film Horor Atmosferik dari A24 yang Meneror Lewat Rekaman Suara
-
Review Buku Adaptasi: Menyikapi Fase Perubahan dalam Kehidupan Umat Manusia
-
The Notebook: Makna Kesetiaan dan Cinta yang Terus Dipilih Setiap Hari
-
Film Reminders of Him, tentang Cinta dan Penebusan Dosa yang Menggelora
Terkini
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kokuho Dominasi Ajang Japan Academy Film Prize 2026 dengan Total 10 Piala
-
Kenapa Rokok Diizinkan Beredar Meski Berbahaya? Memahami Logika Regulasi
-
Stop Ngebut-ngebutan! Kecelakaan di Jalan Raya Bisa Langsung Bikin Anda Miskin
-
4 Sunscreen dengan Squalane yang Melembapkan Seharian, Bye Kulit Kering!