Siapa yang tidak kenal mi instan? Hidangan ini digemari oleh banyak orang di seluruh dunia karena kemudahan dalam menyajikannya dan ragam variasi rasa yang tersedia. Mi instan dinikmati oleh hampir semua negara di dunia, tidak hanya di Asia. Mi instan telah menjadi sebuah fenomena global yang tentunya juga menjadi salah satu makanan yang dikonsumsi setiap harinya oleh masyarakat di negara kita.
Mi instan adalah sebuah produk inovasi bersejarah, dan dipercaya telah muncul jauh sebelum zaman modern. Berkat inovasi dan penyempurnaan melalui teknologi, mi instan telah menjadi hidangan cepat saji yang dicintai oleh seluruh orang di muka bumi. Kali ini, mari kita simak bersama-sama sejarah panjang yang ditempuh makanan cepat saji yang satu ini sehingga menjadi sebuah fenomena yang mendunia.
1. Jejak awal mi instan
Para sejarawan meyakini bahwa awal mula mi instan berasal dari sebuah hidangan yang telah ada di Tiongkok pada masa kuno. Beberapa peneliti menemukan bahwa ada bukti sejarah keberadaan mi instan dalam kehidupan masyarakat Tiongkok jauh sebelum masa modern.
Konsep mi instan telah diperkenalkan oleh para tukang masak kerajaan pada dinasti Qing. Mereka menyiapkan adonan mi kering yang siap direbus dalam kuali panas ketika sang raja menginginkannya. Mi tersebut direbus hingga matang dan disajikan dengan kaldu beserta bumbu cabai.
2. Mi instan sebagai inovasi modern
Mi instan diperkenalkan pada zaman modern melalui sebuah inovasi teknologi. Konon, inovasi ini diperkenalkan oleh seorang pebisnis sekaligus ilmuwan yang bernama Momofuku Ando.
Ando merupakan seorang pebisnis kelahiran Taiwan yang lahir dengan nama Go Pek-Hok, dan mengganti namanya ketika berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Jepang. Ia merupakan pendiri perusahaan mi instan legendaris, yakni Nissin.
Inovasi mi instan muncul sebagai jawaban atas krisis pangan yang dialami Jepang pasca kekalahannya pada Perang Dunia II. Pada suatu hari, Ando melihat istrinya menggoreng adonan mi hingga kering untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama dan dapat direbus ketika ingin dihidangkan.
Melalui pengalaman Ando tersebut, ia mencoba menyempurnakan proses pembuatan mi instan hingga layak dipasarkan. Pada akhirnya, mi tersebut dipasarkan dan laku keras karena inovasi yang unik, menjawab krisis pangan, dan masalah penyimpanan tepung terigu yang tidak dapat bertahan lama.
3. Masuknya mi instan ke Indonesia
Menurut survei, Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumen mi instan terbanyak di dunia. Konon, mi instan diperkenalkan di Indonesia oleh Indofood Sukses Makmur pada tahun 1968.
Merk mi instan pertama di Indonesia adalah “Supermi”, kemudian disusul oleh produk Indomie goreng yang dinobatkan menjadi mi instan terpopuler sedunia.
4. Menjadi fenomena mendunia
Berkat kemudahan yang ditawarkan oleh mi instan, hidangan ini akhirnya menjadi makanan instan nomor satu yang dinikmati oleh jutaan penduduk di muka bumi. Mi instan masuk ke pasar internasional dan mencapai benua Amerika, Eropa, Afrika, hingga Australia dan Oseania. Berbagai negara mencoba untuk membuat kreasi mi instannya sendiri, seperti ramyeon di Korea Selatan dan MAMA di Thailand.
Nah, itu dia sejarah panjang di balik populernya mi instan. Melalui pemaparan tadi, kita dapat mengenal lahirnya mi instan hingga sampai ke meja makan kita. Akhir kata dari penulis, sudahkah kamu makan mi instan hari ini?
Referensi
- Japan Times. 2007. "Ando was king of instant ramen"
- World Instant Noodle Association
- Zhang, Na; Ma, Guansheng. 2016 "Noodles, traditionally and today"
Baca Juga
-
Tips Ngabuburit dari Buya Yahya: Menunggu Berbuka tanpa Kehilangan Pahala Puasa
-
Mengenal Orang Tua Alyssa Daguise: Calon Besan Ahmad Dhani Ternyata Bukan Sosok Sembarangan
-
Profil Hestia Faruk: Tante Thariq yang Dahulu Sempat Dikenalkan ke Fuji
-
Menentukan Monster Sesungguhnya dalam Serial Kingdom: Manusia atau Zombie?
-
5 Langkah Awal Memulai Karier sebagai Desainer Grafis, Mulailah dari Freelance!
Artikel Terkait
-
Apakah Jumat Agung Libur Nasional? Cek Daftar Tanggal Merah April 2025
-
Restoran Cepat Saji di AS Banyak Alami Kerugian, Imbas Dukung Israel?
-
Lamaran Luna Maya di Tengah Mekarnya Bunga Sakura Tokyo: Inspirasi Romantis di Musim Semi Jepang
-
BPOM Indonesia: Peran, Tugas, dan Kontribusinya dalam Menjaga Kesehatan Masyarakat
-
20 Alasan Berat Badan Tidak Turun-Turun, Bagaimana Mengatasinya?
Kolom
-
Idul Fitri dan Renyahnya Peyek Kacang dalam Tradisi Silaturahmi
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Harga Emas Naik, Alarm Krisis Ekonomi di Depan Mata
-
Ki Hadjar Dewantara Menangis, Pendidikan yang Dulu Dibela, Kini Dijual
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda