Fakta terbaru mengatakan bahwa Bitcoin tidak menggunakan banyak energi. Universitas Harvard telah memperkirakan bahwa jaringan Bitcoin hanya mengkonsumsi sekitar 0,55% dari produksi listrik global. Sebagai perbandingan, diperkirakan bahwa 6-10% dari produksi listrik hilang hanya dalam transmisi dan distribusi.
Negara bagian Amerika Serikat California memiliki rencana untuk mencapai tujuannya sebagai netral emisi gas karbon. Rencana ini nantinya akan melalui penggunaan baterai dalam skala industri secara luas. Dalam merealisasikan rencana ini diperlukan penambangan jutaan ton bahan baku untuk menghasilkan baterai yang diinginkan.
Bitcoin Sebagai Baterainya
Produksi energi merupakan suatu bisnis yang membutuhkan biaya yang mahal serta rumit dalam sisi operasionalnya. Produsen energi diharuskan mempertahankan kapasitasnya cukup untuk melayani kebutuhan sehari-hari dan paling lama dalam waktu setahun. Namun, Kapasitasnya harus dipastikan cukup guna memungkinkan pertumbuhan populasi dalam jangka waktu yang lama.
Dengan seiring berjalannya teknologi para penambang bitcoin memungkinkan sebagai penyedia layanan listrik untuk mengakomodir semua kapasitas yang akan terpakai nantinya baik yang digunakan maupun yang tidak. Mereka hanya akan melepaskan listrik kepada setiap jaringan sesuai kebutuhan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya listrik yang membengkak.
Selain itu, para perusahaan tidak perlu memegang bitcoin dalam realisasinya karena pasar mata uang digital yang likuid dalam melakukan penambangan dan segera menjual token. Dengan adanya bitcoin sebagai pilihan memudahkan para perusahaan kecil dalam mencapai tujuan serta membantu mengamankan jaringan dan membantu para penambang yang berpenghasilan rendah. Hal ini menambah distribusi koin yang ditambang lebih luas karena para penambang besar tidak lagi menjadi pemain tunggal.
Dengan lebih banyak kas di neraca, operator jaringan dapat mengeluarkan lebih banyak uang untuk pemeliharaan, pengembangan, membuat jaringan listrik lebih tangguh, dan berani saya katakan, berkelanjutan, untuk generasi mendatang. Dengan menggunakan penambangan bitcoin sebagai dasarnya untuk kelebihan dan kapasitas yang tidak terpakai. Para perusahaan dapat membantu berdasarkan yang paling membutuhkannya dan penambang dapat membantu masa depan listrik yang melimpah untuk mengurangi penggunaan energi konvensional.
Baca Juga
-
3 Kelemahan dan Potensi Menjadikan Bitcoin Masih Layak Pada Tahun 2023
-
3 Perusahaan Terknologi Dunia dalam Memanfaatkan Dunia Metaverse
-
3 Koin Mata Uang Kripto Mampu Memberikan Solusi bagi Permasalahan Dunia
-
4 Fakta Bahwa Kripto Bukan Sebagai Sumber Kerusakan Lingkungan
-
5 Kemajuan Teknologi Kripto yang Muncul pada Tahun 2023
Artikel Terkait
-
The Best 5 Oto: Daihatsu Charade Wagub Jabar, Wuling Air ev Keliling Monas, Mitsubishi Triton Sport Edition di Australia
-
Baterai Ponsel Menggembung saat Disimpan, Waspada Meledak dan Lakukan Hal Ini
-
Anak Usaha Semen Indonesia Klaim Hemat Energi Rp 212 Miliar Selama 3 Tahun
-
Wuling Air ev Bertuliskan "G24" Membawa Airlangga Hartarto dan Puan Maharani Promosi Energi Hijau
-
Bangkitkan Energi Positif Dalam Hidup, Ini Cara Recharge Mood yang Bisa Kalian Coba
Kolom
-
Cup Plastik di Meja Anda: Boleh Ditinggal atau Harus Dibuang Sendiri?
-
PLN Bilang Tarif Listrik Tak Naik, Lalu Kenapa Tagihan Kita Meledak?
-
Teriak Demokrasi, tapi yang Beda Pendapat Dicap Buzzer: Sehat?
-
Jadi Ladang Korupsi, Program MBG Sudah Sepatutnya Dihentikan?
-
Dibalik Maraknya Kasus Deepfake di Kampus: AI Bukan Lagi Sekadar Alat Bantu
Terkini
-
Tak Terkalahkan! Jepang Lolos 32 Besar dan Tegaskan Kekuatan Terbaik Asia
-
5 Cushion untuk Menyamarkan Pori-Pori Besar agar Makeup Lebih Mulus
-
Angelina Jolie Akui Belum Berkencan sejak Cerai, Ingin Fokus Urus Hal Ini
-
Dibalik Angkernya Tanah Sengketa: Benarkah Terinspirasi dari Tragedi Nyata yang Ditutupi?
-
Tak Lagi Asal Jalan: Standar Keamanan Jip Bromo Akan Segera Diperketat