Selamat Ulang Tahun yang ke-10 buat Suara.com. Harapannya, semoga tetap setia bersama kami dalam survive dan produktif menulis.
Sebelum menulis artikel ini, saya lebih dulu membaca dan mencermati tulisan demi tulisan yang telah dikirim member Yoursay.id melalui kompetisi Surat untuk Suara.com, hingga mengantarkan saya pada kesimpulan akhir bahwa Sahabat Suara.com, tepatnya Penulis Yoursay.id, kompak bersuara dalam nada penuh harap agar Suara.com tetap bersama kami untuk tetap bertahan menjalani hidup dengan menyalurkan spektrum gagasan.
Sekadar berbagi pengalaman, menjadi penulis atau member di Yoursay.id yang merupakan bagian platfrom dari portal Suara.com, tidaklah sulit. Tetapi, juga tidak mudah. Ya, gampang-gampang sulitlah, atau sulit-sulit gampang. Eh, saya lebih suka istilah yang pertama; gampang-gampang sulit. Soalnya gampangnya dua kali dan sulitnya satu kali. Artinya, masih lebih banyak gampangnya ketimbang sulitnya.
Menjadi penulis di Yoursay.id memang tidak sesulit mengubah mendung menjadi hujan, namun semudah rintik menjadi hujan, eh kok ngomong hujan-hujan, kayak Sapardi Djoko Damono saja. Tapi intinya, menuangkan ide pikiran menjadi sebuah artikel untuk disubmit ke Yoursay.id itu memang tidak susah. Mengalir saja, apa yang terlintas dalam pikiran, langsung saja dituangkan. Soal diterima atau ditolak, itu ranah dan tanggung jawab tim editor.
Sekarang cobalah lihat, berapa penulis yang mencari penghidupan di media online Yoursay.id, belum lagi di Suara.com. Betapa banyak di antara mereka terbantu uang kuliahnya dengan perantara menjadi penulis Yoursay.id., begitu pun dengan emak-emak yang ingin meringankan beban suami untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ini baru soal survive, masih belum menyangkut efesiensi produktif para penulis. Jika misalnya Suara.com beserta "pengikut-pengikutnya" mangkrak (berdoa kepada Tuhan semoga tidak), lalu berapa mahasiswa yang akan kebingungan soal biaya kuliah, dan berapa keluarga terpaksa menelan kepahitan bila ini terjadi.
Bicara soal syarat yang perlu dipenuhi untuk menjadi penulis di Yoursay, tidak sulit. Sekali lagi, sama sekali tidak sulit. Asalkan punya kemauan kuat untuk menulis, tersusun ide, serta punya alat tulis (laptop, notebook atau komputer), tinggal langsung tulis saja.
Perlu diketahui, di Yoursay.id tak ada pembedaan member lama maupun member baru. Semuanya mendapat hak yang sama, yakni jika artikel yang disubmit layak dan menarik untuk dikonsumsi publik, maka tim editor sesegera mungkin menerbitkannya.
Editor Yoursay tidak prioritaskan penulis lama
Seperti yang ditegaskan oleh member senior Yoursay.id, M. Fuad Tsania, bahwa editor Yoursay.id tidak memprioritaskan penulis-penulis lama.
"Kalau ada yang bilang kakak-kakak editor Yoursay prioritaskan penulis-penulis yang lama, sepertinya mainnya kurang jauh ya? Buktinya, banyak teman-teman penulis baru yang langsung menyala di Yoursay karena punya tulisan yang berkualitas dan keren," tulisnya di grup whatsapp Yoursay Community #1.
Selektif mengambil sumber dari media sosial
Lebih lanjut, koordinator Yoursay, Hernawan, menambahkan mengenai media sosial yang dijadikan sumber tulisan. Ia tegaskan media tersebut benar-benar menyiarkan berita fakta, bukan hoaks.
"Cuma mau bagi-bagi info saja. Buat teman-teman kalau ambil sumber, harap berhati-hati ya? Terlebih jika ambilnya dari media sosial. Bisa dicek dulu valid atau tidaknya, risiko baik buruknya, dan lain-lain. Tapi, so far (sejauh ini) teman-teman di grup ini sudah mantap," tulis Kak Hernawan.
Walhasil, mari produktif menulis mumpung tersedia wadah untuk berkreasi dan berkarya. Tentunya, hasil karya yang diterbitkan tidak cuma-cuma. Poin demi poin bisa dikumpulkan untuk dirupiahkan dan dapat pula digunakan untuk survive.
So, mari survive dan produktif menulis bersama Suara.com.
Baca Juga
-
Kepedulian yang Disalahartikan: dari Niat Tulus ke Beban Tak Bertepi
-
Belanja Online Pakai Paylater: Menyelamatkan di Awal, Menegangkan di Akhir
-
Saat Kebenaran Dikalahkan Artikulasi: Luka Nalar dalam LCC 4 Pilar MPR RI
-
6 Alasan Mengapa Kamu Suka Menggoyangkan Kaki Saat Duduk, Ada Hubungannya dengan Kepribadian?
-
Buku Untukmu yang Mudah Rapuh: Kerapuhan Adalah Pintu Menuju Pemulihan
Artikel Terkait
-
Suara.com Tak Ada Cacat, No Debat!
-
Surat untuk Suara.com: Terima Kasih untuk Apresiasi dan Pengalaman Serunya!
-
Suara.com Harus Terus Terbaca hingga Pelosok Nusantara
-
Surat untuk Suara.com: Menuangkan Ide Brilian Melalui Tinta Digital
-
Berkat Suara.com dan Yoursay, Kini Mencari serta Berbagi Informasi Tak Sulit Lagi
Kolom
-
Upaya Saya Merebut Kembali Makna Membaca di Tengah Gempuran Distraksi
-
Luka Hati Mas Menteri: Saat Pengabdian Inovator Dibalas Tuntutan 18 Tahun
-
Perempuan dan Inner Critic: Saat Suara dalam Diri Malah Jadi Musuh Terbesar
-
Gulir Panas LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar: Memandang Wajah Indonesia dalam Satu Ruangan
-
Persoalan Penulis: Ide Melimpah, Tapi Tulisan Tak Kunjung Selesai
Terkini
-
4 Tone Up Cream SPF 50 untuk Wajah Glowing dan Terproteksi ala Eonni Korea
-
iPad Mini Killer? OPPO Pad Mini Bawa Spek Gahar dan Layar AMOLED 144 Hz!
-
Sinopsis Ek Din, Film Romantis India Dibintangi Junaid Khan dan Sai Pallavi
-
5 Drama Terbaru dengan Rating Tinggi Mei 2026, Masih On Going!
-
Kritik yang Menyentil Keserakahan Manusia dalam Kokokan Mencari Arumbawangi