Dalam masa-masa akhir kepemimpinan era Presiden Joko Widodo, persepakbolaan mengalami pasang-surut yang cukup signifikan. Setelah sempat lumpuh pada masa pandemi Covid-19 di tahun 2020-2021, kini, persepakbolaan mulai melakukan pembenahan di berbagai sektor.
Dilansir oleh laman resmi PSSI, setelah peningkatan di sektor timnas Indonesia dengan memadukan program naturalisasi, diaspora dan talenta lokal, kini persepakbolaan Indonesia mulai membenahi sistem liga lokal.
Setelah pemilihan ketua umum PSSI yang menetapkan Erick Thohir sebagai ketua hingga tahun 2027 nanti, pria yang juga menjabat menteri BUMN tersebut langsung melakukan serangkaian pembenahan guna memperbaiki persepakbolaan Indonesia, khususnya di liga lokal.
Erick Thohir langsung melakukan peningkatan sarana dan prasarana pertandingan. Salah satunya adalah penerapan VAR (Video Asisstant Referee) yang mulai diterapkan di musim 2024/2025 ini.
Selain itu, Erick Thohir juga mulai menerapkan standarisasi klub di Liga 1 dan Liga 2 dengan melakukan penambahan kuota pemain asing, kesehatan finansial tim dan juga peningkatan kualitas lainnya. Di sisi lain, pelaksanaan liga putri juga mulai dirancang dan akan dilaksanakan pada musim 2025/2026 mendatang.
Naiknya Prabowo Subianto sebagai Presiden Diharapkan Kian Tingkatkan Dunia Sepak Bola
Dengan berakhirnya masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kita harapkan ke depannya Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih yang baru dapat meneruskan kinerja pembangunan dan perbaikan persepakbolaan Indonesia selama kurang lebih 5 tahun ke depan.
Berbagai macam program yang sudah terbentuk dalam masa kepemimpinan Joko Widodo selama 5 tahun terakhir seperti naturalisasi pemain keturunan dan pembenahan liga lokal diharapkan tetap diteruskan dan tentunya mendapatkan dukungan dari pemerintah.
Prabowo Subianto sendiri juga dikenal sebagai salah satu individu cukup peduli dengan pengembangan sepak bola nasional, khususnya dalam negeri.
Beliau juga merupakan pendiri akademi Garudayaksa yang merupakan salah satu akademi sepak bola nasional yang kini tengah melakukan kerja sama dengan academy internasional. Salah satunya adalah Aspire Academy dari Qatar beberapa waktu lalu.
Tak dapat dipungkiri, di balik gencarnya program naturalisasi pemain diaspora yang dilakukan oleh PSSI dalam beberapa tahun terakhir, pembinaan dan pengembangan sepakbola lokal juga tak boleh terabaikan begitu saja.
Salah satu langkah yang bisa diambil atau ditindaklanjuti adalah pembentukan sistem kompetisi junior, baik secara regional, daerah maupun nasional.
PSSI memang kini telah memiliki Elite Pro Academy (EPA) yang menjadi kompetisi lokal di level junior secara nasional. Namun, tentunya diharapkan hadirnya lagi kompetisi semacam EPA yang bisa mengakomodasi talenta-talenta berbakat lokal yang bisa menjadi calon bibit bintang masa depan di timnas Indonesia.
Belum lagi dengan banyaknya kompetisi nantinya, banyak pula peluang munculnya calon-calon pemain yang bisa menjadi aset jangka panjang tim nasional.
Di sisi lain, pengembangan sepakbola putri juga tak boleh terlupakan. Selama ini level kompetisi sepakbola putri memang sangat minim. Bahkan, hampir tak ada dalam beberapa tahun terakhir.
Diharapkan realisasi dihadirkannya kembali Liga 1 putri di musim 2025/2026 akan dapat berjalan lancar. Tentunya semua bisa bermuara kembali ke tim nasional yang dapat menjadi pembuktian kualitas persepakbolaan Indonesia di level internasional.
Bayangkan saja, perpaduan antara para pemain keturunan dan naturalisasi yang bermain di liga luar, serta talenta liga lokal yang baik dapat meningkatkan prestasi tim nasional di kancah Internasional.
Tentunya kian banyak pemain yang memiliki talenta kualitas dunia, bukan tak mungkin persepakbolaan Indonesia akan kian maju dan menjadi salah satu yang terbaik tak hanya di level Asia, namun juga di level dunia.
Kita tunggu bagaimana kebijakan dari pemerintah pimpinan Presiden terpilih selanjutnya, Prabowo Subianto terhadap persepakbolaan Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
Gaya Kepelatihan Berkelas Eropa! Alasan Mengejutkan John Herdman Nonton Timnas dari Tribun Penonton
-
Rekor Shin Tae-yong Jadi Hantu, John Herdman Dituntut Buktikan Kualitas di ASEAN Cup
-
Lamine Yamal Raih Gelar Piala Dunia, Era Baru Dunia Sepak Bola Telah Dimulai
-
Serba-serbi Piala Dunia 2026: Kiprah Fenomenal Vozinha hingga Drama Intervensi Aturan
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
Artikel Terkait
-
Projo Ingin Lakukan Transformasi Organisasi Setelah Jokowi Lengser, Mau Jadi Parpol?
-
Kontroversi Immanuel Ebenezer, dari Jokowi Mania Menjadi Wakil Menteri Kabinet Prabowo
-
Diaz Hendropriyono Jadi Wamen Apa? Anak Mantan Kepala BIN Masuk Kabinet Prabowo-Gibran
-
Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, Para Pemimpin Dunia Berdatangan ke Indonesia
-
Gus Miftah Orang Mana? Ulama Nyentrik yang Masuk Kabinet Prabowo
Kolom
-
Di Balik Kemudahan AI: Ancaman Krisis Listrik, Air Bersih, dan E-Waste Data Center di Indonesia
-
Perempuan dan Kebiasaan Overthinking: Sesulit Itukah Memerdekakan Pikiran?
-
HUT RI Milik Siapa? Ketika Negara Merayakan dengan APBN, Warga dengan Iuran
-
MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?
-
Skill Serba Bisa, Bayaran Seadanya: Pergeseran Makna UMR di Dunia Kerja
Terkini
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Gagal di Pasaran, Sony Pictures Kapok Bikin Film Spin-off Spider-Man?
-
Vivo S2 5G Resmi Hadir, Usung Baterai 7.050 mAh dan Bodi Tangguh untuk Aktivitas Ekstrem