Saat ini, semua mata tertuju pada perhelatan Piala Dunia 2026 yang merupakan pesta sepak bola dunia yang digelar empat tahun sekali. Banyak negara di dunia bersaing untuk memperebutkan trofi Piala Dunia tersebut. Di balik indahnya permainan sepak bola yang sama-sama kita saksikan, ada hal yang menarik dan patut diapresiasi bersama, yaitu suporter Jepang yang tidak hanya mendukung timnas mereka bermain, melainkan juga memperlihatkan sebuah kesadaran akan kebersihan.
Suporter sepak bola Jepang dikabarkan setiap menonton pertandingan sepak bola, selalu membawa kantong plastik untuk memungut sampah yang ada di stadion. Dilansir dari Kompas.id, budaya bersih selalu ditunjukkan suporter sepak bola Jepang di mana pun mereka berada selalu membudayakan kebersihan. Bahkan, saat laga persahabatan Indonesia versus Mozambik di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, ada seorang pria Jepang memunguti sampah yang ditinggalkan begitu saja oleh penonton.
Layak untuk Ditiru dan Diapresiasi
Budaya bersih tersebut layak untuk diapresiasi. Bahkan untuk kita tiru. Biasanya, setiap orang jika menonton sepak bola, pasti telah menyiapkan makanan dan minuman sebagai teman untuk menonton. Bahkan di stadion pun kadang kala ada pedagang penjual makan dan minum. Paling parahnya, setelah selesai menghabiskan makanan dan minuman tersebut, sampahnya tidak dibuang atau dibawa kembali. Akan tetapi, pertandingan selesai maka sampah pun tinggal di tempat.
Kondisi ini sangat sering terjadi di setiap pertandingan sepak bola. Tanggung jawab suporter sepertinya sudah tak ada lagi. Dukungan mereka berubah menjadi lautan sampah yang membuat estetika stadion hilang dan kemenangan pun tercoreng karena lingkungan yang kotor.
Tak terbayangkan, bagaimana seorang suporter yang tak bisa menjaga lingkungan kebersihan stadion dan menjaga nama baik tim favorit, ketika sampah sendiri tak bisa dijaga dan dibuang pada tempatnya. Euforia kemenangan pun terasa hilang dengan sampah berserakan di bangku penonton dan lapangan.
Jadi, apa yang telah ditunjukkan suporter timnas Jepang adalah bukti bahwa tanggung jawab atas sampah berada di kita. Sebagai sebuah suporter sejati, jangan pernah lupa dengan sampah. Mendukung tim favorit harus senada dengan sebuah kesadaran akan lingkungan yang bersih.
Mencintai Sepak Bola maka Mencintai Kebersihan
Apa yang ditunjukkan suporter timnas Jepang adalah bentuk dari mencintai sepak bola maka mencintai kebersihan. Sepak bola itu mengajak kita bersatu, mencintai sesama, dan mampu untuk menjaga persaudaraan antarmanusia dan lingkungan. Sepak bola tidak hanya sekadar datang, mendukung, bersorak, bernyanyi, dan merayakan kemenangan semata, melainkan lebih dari itu memberi pesan agar setiap orang sadar akan lingkungan.
Sampah yang kita bawa ke stadion adalah hak kita untuk membuangnya, bukan petugas kebersihan stadion. Apresiasi besar dapat kita berikan kepada suporter Jepang yang mencintai kebersihan sehingga pantas bila semua mata dunia melihat budaya bersih yang dikedepankan Jepang dalam setiap aktivitas mereka.
Dalam konteks ini, di Indonesia pun harusnya dapat terinspirasi dengan kebiasaan suporter timnas Jepang tersebut sehingga dalam setiap pertandingan internasional timnas Indonesia bahkan tingkat klub, para suporter mau untuk menjaga kebersihan stadion. Adab yang disajikan suporter Jepang tersebut telah membuka mata kita bahwa memajukan sepak bola harus senada dengan menjaga kebersihan sarana dan prasarana olahraga.
Permainan yang indah di lapangan dan kemenangan yang prestisius tidak ada gunanya bila budaya bersih tidak ditanamkan sejak awal. Di pergelaran Piala Dunia 2026 ini telah mengajarkan kita arti dari sebuah budaya bersih, etika, maupun adab yang memang harus dijunjung tinggi dalam sepak bola. Tidak hanya sikap fair play saja, melainkan suporter harus mau menerima setiap kekalahan dan kemenangan serta mau menjadi sosok yang menjaga kebersihan sebagai nilai luhur dalam sepak bola.
Baca Juga
-
Saatnya Bersuara: Menghentikan Eksploitasi Hutan Sebelum Terlambat bagi Orangutan
-
Beras Mahal Menjerit, Beli Rokok Sanggup: Ironi Prioritas Keluarga Indonesia
-
Simak! Ini Modus Baru Penipuan Digital yang Sedang Marak di Indonesia dan Dunia
-
Merenungkan Kembali 1 Juni: Sudahkah Kita Menjadi Pancasilais yang Sebenarnya?
-
Jebakan Asmara Digital: Mengapa Love Scamming Harus Membuka Mata Hati Kita
Artikel Terkait
-
Prediksi Susunan Pemain Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Karya Legendaris Idrus: Menelanjangi Luka Sejarah dan Trauma Zaman Jepang
Kolom
-
Teach You a Lesson dan 'Bahasa Cinta' Seorang Guru untuk Anak Didiknya
-
Capek Sedikit, Checkout Banyak: Emotional Spending Gen Z di Era Digital
-
Evaluasi Barikade Demonstrasi: Belajar Merawat Demokrasi dari Korea Selatan
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
BBM di Indonesia Lebih Murah dari Singapura, tapi Apakah Lebih Terjangkau?
Terkini
-
Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson
-
Joshua SEVENTEEN Siap Berpidato di Markas Besar UNESCO Paris pada 25 Juni
-
Tayang Tahun Depan! Pixar Kenalkan Gangster Kucing Jalanan di Film Gatto
-
Bosan Kerja Sendirian? WFC Journal Mengubah Meja Kopi Jadi Lingkaran Pertemanan
-
Kwon Eun Bin CLC Pensiun dari Dunia Hiburan Setelah 10 Tahun, Ini Alasannya