Lintang Siltya Utami | Catatan Cece
KRL di peron stasiun (pexels/iqhtiarAP)
Catatan Cece

Kalau ditanya kenapa sampai sekarang aku masih setia naik transportasi umum di Jakarta, jawabannya sebenarnya sederhana: karena lebih masuk akal. Tinggal di kota dengan mobilitas yang tinggi membuatku sadar kalau perjalanan sehari-hari bukan cuma soal cepat sampai tujuan, tapi juga tentang bagaimana kita memilih cara yang lebih efisien dan berdampak baik, baik untuk diri sendiri maupun lingkungan.

Dari sekian banyak alasan, ada tiga hal yang membuatku mantap menjadikan transportasi umum sebagai pilihan utama.

1. Perjalanan Jadi Lebih Efisien dan Bebas Stres

Jakarta identik dengan kemacetan. Dulu, setiap kali harus menghadapi jalanan yang padat, energi sudah terkuras bahkan sebelum sampai tujuan. Sekarang, dengan pilihan moda transportasi yang semakin terintegrasi, mulai dari TransJakarta, MRT, LRT, hingga KRL, perjalanan terasa jauh lebih praktis.

Aku juga nggak perlu lagi memikirkan tempat parkir, biaya bensin, atau harus fokus menyetir di tengah lalu lintas yang padat. Waktu di perjalanan justru bisa dimanfaatkan untuk membaca, mendengarkan podcast, membalas chat, atau sekadar menikmati perjalanan.

2. Lebih Ramah Lingkungan Lewat Langkah Sederhana

Mungkin satu orang yang beralih ke transportasi umum terlihat seperti perubahan kecil. Tapi ketika semakin banyak orang melakukan hal yang sama, dampaknya bisa sangat besar.

Dengan menggunakan transportasi umum, jumlah kendaraan pribadi di jalan dapat berkurang. Artinya, konsumsi bahan bakar juga ikut ditekan dan emisi gas buang yang dihasilkan menjadi lebih rendah. Pilihan sederhana ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata terhadap mobilitas berkelanjutan—konsep yang mendorong sistem transportasi agar lebih efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.

Aku memang tidak bisa mengubah kualitas udara Jakarta sendirian. Tapi setidaknya, setiap perjalanan yang kulakukan menjadi bagian dari kebiasaan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

3. Kota Terasa Lebih Nyaman untuk Semua Orang

Semakin sering naik transportasi umum, aku semakin sadar bahwa kota yang baik bukanlah kota dengan jalan yang dipenuhi kendaraan pribadi, melainkan kota yang memudahkan semua orang untuk berpindah tempat.

Saat lebih banyak masyarakat menggunakan transportasi umum, kemacetan bisa berkurang, ruang jalan dimanfaatkan lebih efisien, dan kualitas hidup perkotaan ikut meningkat. Trotoar menjadi lebih hidup, konektivitas antarwilayah semakin baik, dan akses mobilitas menjadi lebih merata bagi berbagai kalangan.

Sebagai warga Jakarta, aku merasa pilihan naik transportasi umum bukan hanya soal kebutuhan pribadi, tetapi juga bentuk dukungan terhadap terciptanya kota yang lebih berkelanjutan untuk masa depan.

Pada akhirnya, memilih transportasi umum bukan berarti mengorbankan kenyamanan. Justru bagiku, ini adalah cara paling realistis untuk menjalani aktivitas sehari-hari di Jakarta. Lebih praktis, lebih hemat energi, dan tanpa sadar ikut mengambil bagian dalam menciptakan mobilitas yang lebih berkelanjutan.

Karena perubahan besar sering kali dimulai dari keputusan sederhana—termasuk keputusan tentang bagaimana kita bepergian setiap hari.

Baca Juga