Menjelajahi eksotisme pulau Bali, tak hanya pesona pantai dan pemandangan terasering yang memanjakan mata. Bali menyimpan kuliner khas yang diracik dengan bumbu rempah super lezat.
Mujair nyat nyat salah satunya. Hidangan ikan air tawar ini disajikan dengan bumbu rempah yang kuat dengan aroma khas Indonesia. Lidah saya pun tak sabar ingin segera menikmatinya.
Tidak banyak tempat yang menyajikan Mujair nyat nyat dengan lezat di Bali. Salah satu tempat yang terkenal dengan Mujair nyat nyat-nya adalah rumah makan Midori di Kabupaten Bangli. Saya pun berkesempatan mampir ke tempat ini setelah mengunjungi desa wisata Penglipuran.
Sangat mudah mencari lokasi rumah makan Midori. Letaknya di Jalan Merdeka, salah satu jalan utama dipusat kabupaten Bangli Bali, sekitar 200 meter sebelah selatan Polres Bangli.
Rumah makan Midori agak tersembunyi diantara rumah-rumah warga. Namun jangan khawatir, Anda tak akan susah mencarinya karena sebuah papan nama bertulis "Midori" di mulut gang kecil, menandakan lokasi rumah makan ini.
Anda masuk gang kecil itu 10 meter saja dan selanjutnya Anda akan menemukan suasana rumah makan yang nyaman dan cukup luas.
Sebagai menu spesial di Midori, tentu saja Mujair nyat nyat menjadi menu favorit para tamunya, baik warga lokal maupun wisatawan seperti saya.
Sesuai dengan namanya, bahan utama hidangan ini adalah ikan mujair. Kabarnya tak sembarangan ikan mujair digunakan dalam kuliner khas Bali ini, hanya ikan mujair yang berasal dari karamba di Danau Batur Kintamani, Bangli yang digunakan.
Cara pengolahannya, ikan mujair dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dicelupkan pada campuran air jeruk dan kunyit sambil dipijit-pijit agar bau amisnya hilang, selanjutnya ikan digoreng setengah matang.
Kemudian mujair goreng itu ditumis dengan bumbu nyat nyat hingga mengental. Inilah rahasianya, tumisan bumbu nyat nyat terdiri dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, kencur, dan cabe yang dihaluskan. Orang Bali biasa menyebutnya "base genep" alias bumbu lengkap.
Jadilah Mujair nyat nyat. Hidangan ini disajikan dengan nasi putih, plecing kangkung, dengan dua jenis sambal yakni sambal matah dan sambal cobek. Aroma Mujair nyat nyat pun membuat air liur memenuhi mulut saya.
Bagi Anda yang berkunjung ke pusat Kabupaten Bangli, pastikan Mujair nyat nyat menjadi rekomendasi utama Anda untuk urusan perut.
Menikmati Mujair nyat nyat berbalut bumbu rempah asli Indonesia, makin melengkapi traveling Anda di pulau seribu pura.
Selamat mencoba..
Pengirim: Susinta Hudi, karyawati.
Baca Juga
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
Artikel Terkait
-
Hubungan Seks di Halaman Rumah Warga! WNA Australia Dilarang ke Indonesia 10 Tahun
-
Warga Australia Diblokir Masuk Bali Selama 10 Tahun karena Kasus Asusila
-
Mabuk Arak Bali, Dikira Begal! Kakak Adik di Bekasi Dipukuli Warga Sambil Pelukan
-
Saat Sampah Plastik Disulap Jadi BBM, Upaya Desa Cepaka Atasi Limbah Sulit Didaur Ulang
-
Hadiri Miss Equality World, Arya Wedakarna Dipanggil Badan Kehormatan DPD
Lifestyle
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Terkini
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG
-
Disebut "Jamet" hingga Difatwa Haram, Mengapa Sound Horeg Tetap Digemari?
-
Habis Rp100 Ribuan, Puas Gak Ya Makan Kimchi Karubi Nikudon di Kimukatsu? Ini Pengalaman Aslinya!