Di antara kamu mungkin pernah tiba-tiba mengingat pengalaman tak mengenakkan di masa lalu, kegagalan, dan berbagai pikiran negatif lainnya.
Jika ini dibiarkan, akan berdampak buruk bagi hidupmu karena membuatmu terfokus pada hal negatif, serta jadi sulit menikmati momen-momen membahagiakan.
Supaya hidupmu jadi lebih bahagia, salah satu kuncinya adalah dengan mengurangi kebiasaan berpikir negatif. Bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut ini. Simak tipsnya!
1. Melakukan meditasi
Dengan rutin melakukan meditasi, bisa membantumu untuk lebih memusatkan perhatian pada momen masa kini, dan tidak terpaku pada kejadian tak mengenakkan di masa lampau, yang sering jadi pemicu pikiran negatif. Dengan begitu, kamu jadi lebih bisa menikmati hari dan membuatmu bersyukur dengan apa yang kamu alami saat ini.
2. Menuliskannya
Saat timbul pikiran-pikiran negatif, cobalah tuliskan dalam buku catatan atau notes. Selain bisa jadi sarana detoksifikasi pikiran, karena telah menuangkan atau mengekspresikannya, bukan malah dipendam, kamu pun jadi bisa lebih mengenal dirimu sendiri. Hal-hal apa saja yang mengganggumu, dan berusaha untuk memaafkan dirimu atas kesalahan atau kegagalan di masa lalu.
3. Banyak gerak
Saat suasana hati sedang buruk akibat pikiran tak mengenakkan berkecamuk, sebaiknya jangan malah dibawa rebahan terus. Justru bisa memperburuk keadaan. Coba lawan dengan banyak gerak. Entah itu menari mengikuti irama musik yang kamu suka, atau melakukan olahraga ringan. Hal itu bisa menyegarkan badan dan pikiran, lho!
4. Melakukan tindakan untuk melawan kekhawatiran
Yang sering kali membuatmu sulit bahagia dan menikmati hidup, adalah karena merasa khawatir dengan berbagai hal. Khawatir apakah lowongan kerjamu diterima atau nggak, khawatir apakah bisa lulus tepat waktu atau nggak, dan sebagainya.
Daripada merasa khawatir, cobalah untuk mengambil tindakan konkret. Sebagai contoh, daripada terus mengkhawatirkan akan diterima atau nggak di perusahaan tempatmu melamar, lebih baik mengirimkan lowongan pada lebih banyak tempat. Sehingga, kesempatanmu untuk diterima jadi lebih besar, dan menggantungkan harapan pada satu dua perusahaan saja. Itu lebih nyata, daripada hanya terus khawatir.
5. Fokus pada kelebihan yang dimiliki
Setiap orang di dunia ini memiliki bakat dan kelebihan yang berbeda-beda. Kamu gak perlu menyamaratakan, apalagi membandingkan. Hal itu hanya akan merusak kebahagiaanmu saja.
Fokuskan saja pada kelebihanmu. Lakukan hal-hal yang memang kamu bisa saat ini dengan apa yang kamu miliki. Itu jauh lebih produktif daripada membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain.
Nah, semoga dengan uraian di atas bisa membantu mengatasi kebiasaan berpikiran negatif. Sehingga, hidupmu jadi lebih bahagia!
Baca Juga
-
Episode 2 'Love Your Enemy': Rating Melonjak, Cinta & Rivalitas Makin Seru!
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
Artikel Terkait
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Deretan 10 Negara Paling Bahagia di Dunia, Termasuk Indonesia?
-
Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di 2025, Sudah 8 Kali Berturut-turut, Apa Rahasianya?
-
Laura Meizani Kembali Muncul di Live TikTok, Netizen Soroti Perubahan Aura dan Kebahagiaannya
-
Menjalani Hidup dengan Tenang dalam Buku Hujan Bahagia
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?
-
Sate Padang Bundo Kanduang, Rasa Asli Minangkabau yang Menggoda Selera