Funcrev
Funcrev
Ilustrasi seleksi wawancara. (Unsplash/Christina Wocintechchat)

Saat melamar pekerjaan, proses seleksi wawancara biasanya menjadi momok yang kerap menakutkan bagi sebagian orang. Bukan karena pertanyaannya yang terlalu rumit untuk dijawab, namun biasanya sesi wawancara menjadi tampak menegangkan karena ketidakmampuan mengendalikan rasa grogi sehingga muncul beberapa kesalahan.

Ada beberapa kesalahan yang dapat menyingkirkan atau membuat perekrut berpikir dua kali untuk memilih atau menerima Anda. Namun sayangnya, ketika rasa grogi itu muncul, bahkan secara tidak sadar, kesalahan demi kesalahan dapat timbul begitu saja. 

Untuk menghindari hal tersebut, berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat wawancara kerja yang harus dihindari.

1. Kurang mempersiapkan diri

Jika sebelumnya di tes tertulis dapat dilakukan tanpa ada hambatan, belum berarti wawancara kerja akan lancar. Persiapkan terlebih dahulu jawaban dari pertanyaan yang sekiranya akan muncul. Pertanyaan-pertanyaan yang acapkali muncul terkait mengapa Anda memilih perusahaan atau instansi tersebut, hingga latar belakangnya.

Jika Anda tidak mengetahuinya secara detail karena kurang mempersiapkan diri dengan matang, bisa jadi Anda akan gagal begitu saja di tahap wawancara. Oleh karena itu, sebaiknya tinjau terlebih dahulu, lalu bacalah sebelum wawancara dimulai untuk menyegarkan ingatan. 

2. Berpakaian kurang pantas

Pakaian yang Anda gunakan saat melakukan sesi wawancara menjadi salah satu penilaian pertama perekrut terhadap kepribadian Anda. Meskipun tidak seratus persen benar, namun biasanya first impression sangat menentukan keberhasilan proses seleksi wawancara kerja.

Oleh karena itu, sesuaikan pakaian yang Anda gunakan perusahaan atau instansi maupun lembaga pendidikan yang dituju. Untuk amannya, lebih baik kenakan pakaian yang rapi dan kasual.

3. Kemampuan komunikasi yang kurang

Sesi wawancara paling banyak membutuhkan kemampuan komunikasi. Peserta wawancara dituntut untuk dapat memberikan jawaban secara lisan seperti jawaban yang diinginkan perekrut.

Untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik, mulailah dengan jabat tangan, kemudian lakukan kontak mata, lalu tunjukkan kepercayaan diri. Hal itu akan memberikan sinyal kepada perekrut bahwa Anda siap bahkan sebelum menjawab pertanyaan dari pewawancara. Untuk menghindari kesalahan pengucapan, sebaiknya lakukan senam lidah sebelum masuk ke ruangan wawancara.

4. Jangan asal menjawab

Jawaban yang Anda keluarkan saat sesi wawancara adalah poin terpenting dari seluruh rangkaian seleksi. Bahkan jika sebelumnya di sesi ujian tulis Anda mendapatkan skor tinggi, namun saat wawancara rernyata kurang memuaskan. Besar kemungkinan Anda bisa gugur begitu saja.

Oleh karena itu, persiapkan matang-matang jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan akan ditanyakan saat sesi wawancara. Anda bisa mencari referensi pertanyaan dari peserta, seseorang yang telah lebih dulu diwawancara, atau dengan mencari gambaran pertanyaan di internet.

5. Perhatikan gestur tubuh dan bicara secukupnya

Apabila dalam keadaan gugup, biasanya tubuh secara tidak disengaja akan melakukan gerakan-gerakan yang tidak seharusnya dilakukan. Untuk menghindari hal tersebut, alangkah baiknya untuk melatih diri, bagaimana sikap yang tepat saat wawancara nantinya. Siapkan gestur tubuh seperlunya saja, karena terlalu banyak bergerak juga dapat membuat pewawancara merasa kurang nyaman.

Tidak hanya gerak tubuh, berbicara juga harus dilakukan dengan singkat, padat, dan jelas alias tidak bertele-tele. Hal ini penting karena jika wawancara hanya diberikan waktu beberapa menit saja, agar tidak membuang-buang waktu alangkah baiknya untuk menjawabnya dengan singkat dan jelas.

Itulah lima kesalahan yang sering kali terjadi saat proses wawancara. Meskipun secara kemampuan mumpuni, namun jika saat wawancara kurang memuaskan bisa jadi pewawancara akan berpikir dua kali untuk meloloskan Anda. Jadi persiapkan diri sebaik mungkin, lakukan latihan menjawab agar tidak kaku saat sesi wawancara berlangsung.

Komentar