Tak bisa dimungkiri, sebagian besar orang melihat perceraian adalah sesuatu yang buruk. Karena hal itu pulalah, banyak yang berusaha mempertahankan pernikahan, meski tiap hari hatinya harus teriris. Tak kuat menghadapi berbagai nyinyiran orang.
Padahal, perceraian nggak selalu negatif. Justru ada banyak hal yang membuat bercerai menjadi opsi lebih baik, dibanding terus bertahan pada pernikahan yang sudah tak sehat. Seperti alasan-alasan berikut ini!
1. Perceraian bisa memberi harapan baru
Bertahan pada pernikahan yang buruk memang bisa memberi rasa aman. Setidaknya kamu tahu apa yang akan kamu hadapi setiap harinya. Sikap buruk pasangan yang sudah nggak membuatmu terkejut lagi.
Namun, perceraian akan memberimu harapan baru. Dengan berpisah dari orang yang selalu menyakiti, setidaknya membuka peluang untukmu menemukan bahagiamu lagi.
2. Jadi orang tua tunggal lebih baik daripada mencontohkan hubungan yang buruk
Orangtua adalah madrasah pertama anak-anaknya. Mereka menjadikan orangtua sebagai role model untuk jadi panduan bagaimana harus bersikap dan bertindak.
Dengan bertahan pada hubungan pernikahan yang buruk, pada pasangan yang tak menaruh respek sama sekali, dan membiarkan dia berulang kali menyakiti, tanpa sadar, telah mengajarkan anak-anakmu untuk mentoleransi sikap buruk orang lain, atau memberi contoh bahwa seperti itulah hubungan pernikahan yang seharusnya (penuh dengan kekerasan).
Justru demi anak, sudah benar keputusanmu untuk lepas dari hubungan yang super toksik. Dengan begitu, kamu telah mengajari anak untuk bisa bertindak tegas terhadap orang lain yang menyakiti, dan mencintai diri sendiri.
3. Memberimu kesempatan untuk fokus pada perkembangan diri
Buang-buang waktu dan energi saja dengan terus mencintai dan bertahan pada pasangan yang melecehkan dirimu dan hubungan pernikahan itu sendiri. Kamu nggak layak mendapatkan semua itu.
Memilih pisah, akan memberimu kesempatan untuk memfokuskan perhatianmu pada hal yang lebih bermanfaat. Yakni, proses pengembangan dirimu sendiri, atau menjamin anak-anakmu bisa hidup dengan bahagia. Hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dalam hidup yang penuh derita karena terus mempertahankan dia yang tak layak mendapatkan cintamu yang berharga.
4. Kebahagiaanmu itu yang utama
Bukanlah hal yang baik mengorbankan kebahagiaan diri sendiri demi kebahagiaan orang lain. Dan itulah yang kamu lakukan, bila terus bertahan pada pernikahan yang tak sehat.
Setiap orang berhak bahagia. Dan dengan alasan itu pula, kan kamu memutuskan hidup bersamanya. Mengira bahwa kebahagiaanmu akan berkali-kali lipat jika hidup bersama pasangan yang kamu cinta. Siapa yang menyangka, bahwa karakter aslinya keluar juga. Alih-alih bahagia, malah bikin hidupmu sengsara.
5. Anak jadi lebih bahagia
Anak akan sulit bahagia, jika tumbuh dalam hubungan yang selalu diwarnai penindasan dan kekerasan. Ia akan terus merasa tertekan. Dan pasti, akan berdampak pada perkembangan mentalnya.
Dengan pisah dari pasangan yang selalu menyakiti, kamu telah memberi kesempatan pada anak untuk bisa hidup lebih bahagia. Ia jadi jauh dari lingkungan yang selalu membuatnya stres. Bahagianya hakiki!
Nah, dari uraian di atas, kita jadi sadar, bahwa yang buruk itu nggak selalu buruk. Terkadang kondisi, membuat pilihan buruk itu jadi lebih baik. Jadi, jangan biarkan omongan orang membuatmu memilih keputusan yang salah, ya!
Baca Juga
-
Netflix Hadirkan Dokumenter Baru: Sisi Rentan Elvis Presley Terungkap!
-
Dokumenter 'Madaniya': Cara Mohamed Subahi Suarakan Revolusi tanpa Senjata
-
Blossom in Darkness: Drama China Romantis Horor yang Dibintangi Li Hongyi dan Sun Zhenni
-
Kabar Gembira! Aktor Song Joong-ki Umumkan Kelahiran Putri Keduanya di Roma
-
16 Tahun Vakum, Oasis Umumkan Konser Perdana di Korea
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
-
Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?
-
Anak Sering Minta Jajan? 6 Cara Cerdas Ubah Permintaannya Jadi Pelajaran Uang
-
Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?
Terkini
-
Stop Sikap Overproud: Pejabat Bukan Raja, Kenapa Masih Disambut Berlebihan?
-
Spirit Fingers: Menemukan Warna Diri di Tengah Ramainya Perbandingan
-
Tone Deaf Berkedok Self-Care: Tak Semua Orang Bisa Menjauh dari Bad News
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
Ironis! Guru Dipaksa Jadi "Pencicip Racun" Akibat Amputasi Logika Program MBG